Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Sejarah

Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda; 
“Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya ia akan menjadi syafa’at bagi para pembacanya di hari kiamat”
(H.R Muslim)

Tak kenal maka ta……aruf, bro ! Kalau tak kenal maka tak akan dapat sayang, tapi kalau sudah sayang duluan sebelum kenal ? Mungkin para ODOJer itulah jawabannya, karena kebanyakan yang tertarik ikut ODOJ karena programnya yang unik. Join dulu baru ta’aruf. Yuuk mari kita ikuti ODOJ yang akan membagi kisahnya yang berawal dari segelintir orang,hingga kini mencapai puluhan ribu orang yang mengikatkan diri pada ODOJ#OneDayOneJuz.

 

SEJARAH PERKAMBANGAN AWAL LAHIRNYA ISTILAH ODOJ

Sebenarnya banyak pribadi muslim sejak dulu sudah menargetkan tilawah satu juz sehari. Namun banyak pula yang mengalami kendala dalam mengatur waktu antara tilawah dan kesibukan sehari- hari, karena di negeri Indonesia yang mayoritas adalah penduduk muslim ini atmosfer kedekatan dengan Al Quran alias tradisi khataman hanya terjadi pada bulan Ramadhan.

Akhirnya pada tahun 2007 muncullah sebuah ide program “One Day One Juz” alias satu hari satu juz Al Quran. Pada awalnya, gerakan One Day One Juz digerakkan oleh Bhayu Subrata dan Pratama Widodo atas kesadaran dan kepedulian mereka pribadi.

Perkenalan program One Day One Juz disebarluaskan dan dipublikasikan menggunakan fasilitas short message service (sms) dengan cara Bhayu mengirimkan SMS broadcast berupa nasihat tentang Quran untuk mengaji satu hari satu juz dan membuat buletin untuk disebarkan.Bhayu juga membuat buku saku yang berisi kumpulan doa-doa harian. Pada halaman awalnya diselipkan ajakan untuk setiap hari tilawah satu juz. Buku saku tersebut dibagikan sebagai souvenir pada pernikahan Bhayu.

Sedangkan Widodo, partner Bhayu, ditahun yang sama hingga 2009, membangun fanspage One Day One Juz di facebook dengan harapan program One Day One Juz tidak hanya berhenti di buku saku saja, tapi bisa mengjangkau seluruh pelosok Indonesia dan seisi dunia. “Teknik mudah baca Al Quran harian yaitu dengan menggunakan rumus 2×5, membaca 2 lembar setelah sholat fardhu (5 waktu) makaInsya Allahakan khatam 1 juz dalam 1 hari. Ajak dan motivasi teman anda untuk melakukan yang sama dan buatlah komunitas One Day One Juz” yang tertulis dalam fanspage yang dirintis Widodo tersebut kini resmi menjadi fanspage ODOJ pusat.

 

SEJARAH PERKEMBANGAN DAN LAHIRNYA ORGANISASI & GERAKAN ODOJ

Pada tahun 2010 ODOJ entah dari mana link nya istilah ODOJ sampai dan dikembangkan dengan metode whatsapp yang diperkenalkan oleh sekelompok alumni mahasiswa dari perguruan tinggi di Surabaya pada bulan September, dan  dengan metode ini segenap aktivis Rumah Quran Depok juga ikut menyebarluaskannya. Metode ODOJ dengan media whatsapp ini dengan sistem ada 30 orang dalam satu grup whatsapp yang kemudian juga berkembang melalui grup dalam blackberry message (bbm). Kemudian tahun 2013, kabar ODOJ pun sampai pada seorang pemuda yang melihat salah satu aktifitas group ODOJ dri Aktifis Rumah Quran.

Kemudian tanggal 15 Oktober 2013 mengimplementasikan program ODOJ tsb  dalam satu kelompok yang terdiri dari gabungan beberapa teman dalam kelompok liqo’(pengajian rutin) pada dengan anggota belum genap 30 orang. Pada tanggal 1 November barulah member lengkap 30 orang, sehingga lahirlah grup ODOJ Ikhwan 1 dan memulai tilawah pada 2 November 2013. Bismillah…dari satu grup ODOJ ikhwan 1 tersebut muncul ide-ide untuk mengembangkan ODOJ. Pada tanggal 4 November 2013, dibentuk kepengurusan ODOJ kecil dengan nama “ODOJ support team” yang mencoba mengembangkan sistem berbasis website sebagai sarana promosi ODOJ dan juga sistem whatsapp One Day One Juz (WA ODOJ) bebasis Android untuk menjaga semangat tilawah pribadi dan grup seperti program kholas awal, khatam lebih awal, reward grup, dsb.Selanjutnya pada tanggal 11 November 2013, diadakan soft launching gerakan ODOJ di Mesjid Baitut Tholibin Kemdikbud Jakarta.

Ketika hendak membangun website dan membeli domain www.onedayonejuz.org, pengurus terlebih dahulu mencari tahu apakah domain serupa telah ada atau tidak sebelumnya. Ternyata sebelumnya sudah ada domain www.onedayonejuz.com yang dimiliki oleh Fajar dan juga telah memiliki akun @onedayonejuz di twitter.

ODOJ Support Team pun bersinergi dengan Fajar dan resmilah akun twitter dan website ODOJ yang sebelumnya telah ada untuk menjadi akun dan domain resmi ODOJ. LOGO ODOJ Tidak hanya domain, logo one day one juz yang sebelumnya telah beredar di dunia maya juga ditelusuri oleh “ODOJ Support Team” yang ternyata dirancang oleh Bhayu Subrata (www.bayubarata.blogspot.com).ODOJ Support Team pun meminta izin penggunaan logo tersebut sebagai logo resmi ODOJ, dan kian beredarlah ODOJ dengan logo tiga warna, yakni merah, hijau dan hitam.

Makna dari logo tersebut menurut Bhayu adalah:

Warna hijau : pemuda, 1 day 1 juz : program untuk anak muda, Merah : semangat/tekad, Putih : bersih/niat, sedangkan kombinasi Merah putih dan hijau adalah bendera Indonesia dan bendera Palestina yang melambangkan kedekatan Indonesia dengan negara Palestina dengan ragam histori antara keduanya.

Dari metode whatsapp, sms dan buletin tersebut, ODOJ Support Team mencoba menggabungkan tiga fasilitas tersebut dalam mengembangkan dan menyebarluaskan ODOJ. Sementara untuk ODOJer atau peminat ODOJ yang belum bisa menggunakan bbm dan wa difasilitasi dengan melalui sms.

 

ILUSTRASI LAHIR DAN BERKEMBANGNYA GERAKAN ODOJ

Satu hari sebelum soft launching tepatnya tanggal 10 November 2013 pengurus mencoba melakukan promosi website ODOJ melalui twitter dengan mengirim mention ke beberapa ustadz seperti Aa Gym, Yusuf Mansur,parapejabat negara seperti Presiden SBY, Barack Obama, dan lain-lain.

Pertama kali diretweet oleh KH. Sharif Rahmat, seorang dosen perguruan tinggi ilmu Al Quran, da’i dan hafidz Quran, yang kemudian dipromosikan juga oleh beberapa ustadz terkenal lainnya, sehingga pengunjung web semakin banyak dan ODOJ semakin booming. Dibantu oleh media/portal berita online Islampos, sehingga penyebaran ODOJ semakin cepat.

 

Ternyata program ODOJ via whatsapp ini banyak diminati dan dengan cepat tersebar ke seluruh Indonesia. Karena peserta ODOJ semakin banyak, maka dibentuklah kepengurusan ODOJ dapat di lihat di sini. Visi ODOJ adalah membudayakan tilawah satu hari satu juz di seluruh lapisan masyarakat muslim dari berbagai kalangan. Melaui misi ODOJ yaitu menyebarluaskan One Day One Juz dengan memaksimalkan program kerja kepengurusan.

Ket Foto :  (ODOJ Support Team dlm Soft Launching ODOJ 11 November 2013, Masjid Baituttolibin Kemdikbud)

Dan saat ini, ODOJ sedang membangun sebuah sistem informasi yang cukup canggih berupa mobile app sebagai pengganti whatsapp nantinya, juga forum Al-Quran sebagai media pembelajaran dan silaturahim odojers serta Media sosial ODOJ. Tujuan utama nya adalah untuk mengelola ODOJ yang berbasiskan Teknologi Informasi, Mudah, Simpel serta semua umat islam bisa memakai dan mengikutinya

 

PILAR-PILAR ODOJ

Dalam ODOJ terdapat tiga pilar yang harus diperhatikan, yaitu :

Tilawah secara istiqomah atau berkesinambungan

One ukhuwah. Dengan melaksanakan metode grup ini diharapkan terbentuk ukhuwah/persaudaraan yang baik antara member ODOJ, dalam satu grup maupun yang berbeda grup, antara member satu daerah, lintas wilayah dan lintas negara.

Ilmu. Diharapkan dengan ODOJ juga dapat menambah keberkahan dengan memotivasi diri sendiri dan orang lain, melalui ilmu-ilmu yang bermanfaat dan menjauhkan diri dari kegiatan yang sia-sia.

Selain itu pengurus pusat dengan tegas menyatakan bahwa gerakan ODOJ adalah gerakan bersama milik umat Islam. ODOJ tidak terkait dengan ormas dan partai politik manapun. Semenjak soft launching tanggal 11 November 2013 hingga Desember 2014, jumlah anggota ODOJ sudah mencapai 125.000 ODOJer (sebutan untuk member ODOJ) yang tersebar dari berbagai penjuru dunia. Anggota ODOJ pun  dari berbagai kalangan, kalangan agamis, mahasiswa, masyarakat umum, dan artis. Selain itu member juga dari berbagai usia mulai dari anak-anak usia 8 tahun, hingga orangtua usia 80 tahun. ODOJ juga berkembang di berbagai negara dalam bentuk afiliasi, antara lain di Qatar terbentuk 4 grup, di Australia 3 grup, di Hongkong 3 grup, di Malaysia 2 grup, dan yang tergabung di grup Indonesiajuga ada yang berasal dari Singapore, Mesir, Korea, Jepang, Jerman,dan berbagai negara lainnya.

Dari Ibnu Abbas r.a, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW
“Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab “Al hal wal murtahal” Orang ini bertanya lagi “Apa itu al hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal”
(H.R Tirmidzi)