Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Kami Tersungkur di Puncak Merbabu

Kami Tersungkur di Puncak Merbabu

Pukul 07.00 WIB kami sudah berkumpul. Menyiapkan semua peralatan pendakian. Mengecek semua perlengkapan untuk perjalanan yang sudah kami rencanakan dari sebulan lalu. Jumlah kami sembilan orang, keseluruhannya laki-laki. Kami berkumpul disalah satu kamar kos kawan kuliahku.

Tergerak dari kegemaran kami…

Begini Cara DIA Menegur

Begini Cara DIA Menegur

“Kemarin aku balik lagi,” ujarku begitu melihat Arum berjalan mendekat. Arum hanya membalas dengan senyum. Kulihat ia sedikit tergopoh-gopoh. Harusnya ia datang lebih cepat hari ini.

“Hapeku tinggal,” ujarku lagi. Setelah meletakkan tas, Arum langsung keluar, sesaat saja dia sudah…

Panen Pahala atau Dosa?

Panen Pahala atau Dosa?

Di zaman yang serba canggih ini, segalanya sangat mudah diakses. Mulai dari konten yang positif hingga yang merusak bisa kita jangkau dengan mudah. Teknologi menawarkan kemudahan hidup yang serba canggih. Internet memfasilitasi kita untuk bisa mencari apa saja yang tidak…

Satu Tubuh

Satu Tubuh

            Golongan orang mukmin diibaratkan seperti satu tubuh. Kita harus bersatu untuk memerangi kezaliman. Tugas kita sebagai manusia yang tinggal di bumi Allah sudah selayaknya beramar ma’ruf nahi munkar. Ketika ada kezaliman di depan mata kita sudah seharusnya langsung…

Pengakuan di tempat baru

Pengakuan di tempat baru

Kejujuran adalah mata uang yang tak ternilai harganya. Sikap jujur juga harus dilatih sejak dini, sebab ini merupakan tanda orang yang beriman. Bagaimana kau bisa mengatakan dengan mudahnya dan mengakui dirimu seorang yang beriman jika sikapmu saja tidak mencerminkan? Katakana…

Pilar Cahaya Menyelam

Pilar Cahaya Menyelam

Sinar matahari memerihkan mata. Padahal belum siang. Beberapa anak muda terlihat sibuk menjemur ikan yang telah digarami di bibir pantai. Terlihat pula beberapa anak kecil lainnya sedang bermain pecahan ombak tanpa peduli panas yang menyegat.

Aku merapikan kerah kemejaku. Melipatnya…

Kisah Bersejarah di Masa Silam

Kisah Bersejarah di Masa Silam

Sekian tahun sang ayah meninggalkan anaknya di gurun pasir, tanpa kehidupan, tidak ada air yang mengalir, tanpa pepohonan, tak ada tetangga yang akan mengulurkan tangan memberi bantuan. Di padang pasir, bayi laki-laki itu dititipkan berdua dengan ibunda tercinta Ibunda Hajar.


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020