Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

PUISI : Tangis Yerussalem

PUISI : Tangis Yerussalem

Kepada saudaraku yang sedang berduka, mempertahankan kota suci. Kami di sini hanya bisa berdoa. Allah ada denganmu. Percaya dan yakinlah, kemenangan pasti akan datang.

 

TANGISAN YERUSSALEM

Derap langkah kaki menyusuri setiap jalan

Tatapan mata menatap takjub

Kota suci kami…

PUISI : Amarahku Untukmu Al Quds

PUISI : Amarahku Untukmu Al Quds

 

Tak ada hujan tak ada petir

Bahkan langitpun bersahabat

Tapi telingaku bagaikan disambar petir !!

 

Kau! Penguasa dzalim telah melukai hati kami..

Lisanmu membangunkan singa yang tertidur..

Kau telah mengibarkan bendera perang!

Bersiaplah kau, wahai penguasa dzalim!!

 

PUISI : RATAPAN DARAH DIBATAS KOTA

PUISI : RATAPAN DARAH DIBATAS KOTA

RATAPAN DARAH DIBATAS KOTA

 

 

*)Teruntuk para sahabat dibatas kota yang tangisnya tak lagi berharga, saat darah dan nyawa tak dapat ngengetuk hati yang terkutuk, bersabarlah kami bersama kalian.

 

Lengking tangis mengaduh

Perih, berdarah,…

PUISI : Palestinaku Palestinamu

PUISI : Palestinaku Palestinamu

 

 

Sejak awal negara Indonesia menyatakan kemerdekaan, kau nyatakan dukunganmu kepada negeri ini

 

Bedanya setelah kami merdeka, kau malah yang terjajah oleh tirani zionis laknatullah

 

Beribu dan berjuta duka rakyatmu membela negara Palestina, kami tetap mendukungmu

Membelamu

PUISI : Terpenjara Rindu

PUISI : Terpenjara Rindu

 

 

Aku terpenjara rindu

Di pelataran lukamu

Melesak menembus jantungku, manakala kujeritkn cintaku untukmu

Kian robek hari ini kesucianmu, meledakkan dada-dada yang sekian tahun sembilu

Aku meraung dalam diam di penjaraku

Pendek tanganku

Lemah kakiku

Tapi bukan kurcaci inginku

PUISI : Puisi untuk Palestina

PUISI : Puisi untuk Palestina

 

Berita tentang Palestina adalah airmata. Ia selalu datang menyentak, ibarat teguran keras di tengah kesibukan kita yang penuh peluh dan keluh. Seakan ia mengingatkan,bahwa ada perkara yang lebih punya arti. Ia seakan menarik kita untuk kembali, merasakan getar perjuangan…

PROSA : LANTAS DARAH HARUS MENGALIR KEMANA?

PROSA : LANTAS DARAH HARUS MENGALIR KEMANA?

 

—Agggh! Muak mataku melihat ke kaca yang terus bercerita tentang pedih!

Aku ingin menikam diri dalam ketidakpahaman—tapi aku bukan pengecut! Aku bukan patung yang hanya diam dan aku bukan mereka yang hanya mengangguk dan pergi, kembali…


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020