Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Al Quran Sebagai Pemberat Timbangan Kebaikan

Al Quran by Administrator 16 Okt 2015



Sahabatku.. Sesungguhnya jika amalan kebaikan kita ditimbang dengan dosa kita, mungkin timbangan kita sangat timpang. Dosa kita jauh sangat besar. Belum lagi ditambah dengan amalan yang kita merasa lakukan besar, tapi niat kita riya’. Bukankah amalan yang besar kita bangun dengan susah payah, terbakar dengan mudahnya sia-sia saat rasa riya’ dan niat tidak lurus itu hinggap di hati ini. Sahabatku.. Sering diri kita lalai, sungguh-sungguh lalai sibuk mengejar dunia. Shalat tahajud pun jarang kita lakukan karena lelapnya kita mengistirahatkan tubuh kita. Duha pun sangat berat kaki ini untuk mengucapkan “Allahu Akbar” membangun rangkaian duha yang merupakan salah satu amalan kita mencicil bangun rumah di surga. Sedekah pun berat hati ini untuk segera memberanikan diri merelakan sebagian rezeki yang memang itu titipan Allah ke kita. Lalu, bagaimana caranya menaikkan timbangan kebaikan kita untuk tabungan di akhirat kelak? Allah sungguh sangat baik..Ada amalan yang sangat mudah kita lakukan dan balasannya berlipat-lipat ganda, yaitu membaca Qur’an. Aisyah berkata, Rasululloh saw bersabda : “Orang yang membaca al-Qur’an dan membacanya dengan lancar tanba terbata-bata, akan berkumpul dengan para malaikat. Sedangkan orang yang membacanya dengan terbata-bata, akan mendapatkan ganjaran dua kali lipat.” (HR. Bukhari-Muslim) “Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya , mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Qs Al-Baqarah : 121) 1 ayat yang kita baca itu membawakan 10 kebaikan untuk kita. Bukankah ini termasuk salah satu cara yang memudahkan kita menabung untuk akhirat kelak? “Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Alquran dibacakan kepada mereka, niscaya mereka tersungkur atas muka sambil bersujud.” (Qs Al Isra’: 107) Jika kita renungi ayat di atas,sudahkah kita menikmati resapan ayat-ayat al-Qur'an hingga masuk ke relung hati. Apakah bacaan ini hanya terucap menyangkut di tenggorakan saja? “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran. Kalau kiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya. “ (Qs An Nisa’: 82) “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran atau hati mereka terkunci?” (Qs Muhammad: 24) Astaghfirullah.. Renungan ayat di atas mudah-mudahan membuka dan istiqamahkan hati kami dekat dengan al-Qur'an. Dari Ibnu Abbas, dia menceritakan, Rasululloh pernah bersabda : “Sesungguhnya orang yang di rongganya tidak terdapat sedikit pun Al-Qur’an adalah seperti rumah yang rusak.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ad-Darimi) Dari Abu Hurairah, dia mengatakan : “Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan didatangi malaikat, dijauhi setan dan akan membanjir pula di dalamnya kebaikan, jika dibacakan Al-Qur’an di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan didatangi setan serta tidak banyak kebaikan, jika tidak dibacakan Al-Qur’an di dalamnya.” (HR. Ad-Darimi) Abu Umamah ra. berkata: “Aku pernah mendengar Rasululloh saw. bersabda : ‘Bacalah al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pembela terhadap orang yang membacanya” (HR. Muslim) Subhanallah masih banyak keutamaan membaca al-Qur'an. Semoga tulisan ini bisa menjadikan cambuk semangat kita untuk istiqamah konsisten tilawah. Sesibuk apapun aktivitas kita,tetap prioritaskan luangkan waktu khusus untuk Al-Qur'an. Waktu ini milik Allah. Saat kita mendahulukan Al-Qur'an dibanding yang lain, waktu itu sungguh jadi terasa lebih panjang dan insyaAllah lebih berkah. Jakarta, 16 Oktober 2015 Tirai Wisely


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020