Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Audiensi DPP ODOJ ke PP Muhammadiyah

Kegiatan ODOJ by Administrator 24 Jan 2018

Audiensi DPP ODOJ ke PP Muhammadiyah


Alhamdulillahi robbil 'alamin, telah dilaksanakan Audiensi ke PP Muhammadiyah pada senin, 15 Januari 2018 lalu. Dengan rombongan sejumlah delapan orang yang merupakan perwakilan dari bidang promastar (promosi-humas-pendaftaran), sekretariat serta lembaga pengajaran Qur'an komunitas One Day One Juz (ODOJ), yang disambut hangat oleh perwakilan PP Muhammadiyah, yang terdiri dari :

1. Buya Risman Muchtar (Wakil Majelis Tabligh)
2. Ust. Agus Tri Sundani (Wakil Lembaga Dakwah Khusus)
3. Ust. Rizki Usmul Azan (Pembina Kajian Tafsir Al-Qur'an)
4. Muttaqin (Staf Eksekutif Majelis Tabligh)
5. Jelang Ramadhan (Redaktur Pelaksana Majalah Tabligh)

Di kesempatan awal, dari pihak Muhammadiyah menjelaskan bahwa “Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah dengan visi dan misi ingin menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam sehingga terwujud masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Salah satu kepribadian Muhammadiyah adalah bisa bekerjasama dengan organisasi dan pergerakan islam manapun. Bicara tentang Muhammadiyah berarti bicara tentang islam, bicara gerakan Muhammadiyah berarti bicara tentang gerakan islam.” Ujar Buya Risman Muchtar

Ust. Azzan menaruh harapan besar terkait rencana sinergi ODOJ dengan Muhammadiyah, ucapnya "Adanya program yang lebih meningkatkan kualitas member ODOJ yang lama agar tidak hanya membaca Al Quran tetapi juga memahami tafsir tiap ayatnya. Mungkin ke depannya kita bisa bekerjasama dengan membuat program One Day One Tafsir Ayat, yang bertujuan membiasakan bertilawah Al Quran dan memahami isi dari tiap-tiap ayat Al Quran untuk di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam mencapai maksud dan tujuan." 

Persoalan ummat islam sekarang ini ialah, 60% lebih ummat muslim di Indonesia tidak bisa baca Al Quran. Buta baca Al Quran, lalu siapa yang akan mengambil peranan tanggung jawab ini. Menurut Buya Risma Muchtar, "Jangankan mereka mau membaca 1 hari 1 juz, membaca Al Quran pun mereka tidak bisa. Bukan karena tidak mau membaca tetapi juga belum memahami bagaimana urgensi Al Quran dalam kehidupan"

Selain program One Day One Tafsir Ayat, Muhammadiyah juga sedang menyiapkan program bebas buta Al Quran keliling. Dimana nantinya di siapkan satu tim yang akan mendatangi komunitas-komunitas khususnya di DKI Jakarta yang selama ini mungkin tidak tersentuh oleh dakwah. "Akan kita ajarin sholat, kita ajarin baca Al Quran. Dengan konsep untuk dewasa yang sudah bisa sholat dan  membaca surat pendek akan dibuatkan 10x pertemuan, yang Insyaa Allah dalam 10x pertemuan itu sudah bisa baca Al Quran" 

Perwakilan dari komunitas ODOJ juga mendapat kesempatan untuk menjelaskan secara umum terkait sejarah dan program yang ada di ODOJ. Salah satu perwakilan ODOJ menyampaikan permohonan nasehat terkait bahwa "Dalam menjalani aktivitas di organisasi dakwah ini, terkadang ada turbulensinya, tantangan yang membuat kita naik turun semangat ataupun istiqomahnya dalam beraktivitas, lalu bagaimana mengelola tantangan dakwah ini supaya didalam  organisasi/komunitas kita bisa tetap profesional dan istiqomah? Menjalankan amanah?" 

Buya Risman Muchtar menyampaikan, Bahwa hal itu suatu yang wajar terjadi dimanapun, adapun hal ini terjadi karena :

  1. Tidak semua pengurus ambil bagiam dalam tanggung jawab dakwah
  2. Kenapa islam berkembang di awal padahal saat itu tidak ada ODOJ dan sejenisnya, Televisi, dan HP. Karena pada saat itu masing-masing menjadi bagian dari dakwah, tiada satu hari tanpa dakwah
  3. Namun saat ini, kita merasa cukup dengan ibadah harian/pribadi sehingga enggan berdakwah. Padahal dalam QS. Asy-Syura ayat ke 13 dijelaskan bahwa "Allah telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)
  4. Orang yang memberi bekal atau materi kepada orang yang berjuang / berdakwah maka ia sebagaimana layaknya orang yg berjuang / berdakwah
  5. Dakwah itu tidak bisa sendiri, tapi saling bersinergi, semua harus berperan bersama dalam dakwah. Semakin banyak orang yang merasa memiliki dakwah, maka dakwah itu akan berjalan dengan sangat mudah. Ambilan peran dakwahmu sebagai sesuatu yang ketika mengerjakannya mendapat pahala dan meninggalkannya kita berdosa", Buya Risman Muchtar

Harapan kedepannya, semoga program atau kegiatan yang dapat di sinergikan antara komunitas ODOJ dengan Muhammadiyah dapat terlaksana, sehingga barisan dakwah ini akan semakin kuat, kokoh dan meluas. Aamiin ya robbal alamin

 

Departemen Humas
Bidang Promastar – DPP ODOJ


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020