Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

CINTA DAN KECEWA TERHADAP MANUSIA

Oleh Dinda A Oktavia




*) Tentang kisah sebuah hati yang terpatahkan oleh cinta kepada manusia yang berlebihan.

Bermula dari kisah mengenal seorang laki-laki yang menyakiti hati. Tiga tahun yang lalu saat hatiku masih goyah dan keimananku masih ringkih. Aku bertemu dengan seorang laki-laki yang dengan perkataannya hatiku tersayat, “Pake jilbab kok rambutnya kelihatan, mending kalo rambutnya bagus”. Semenjak kata itu terucap aku memikirkan tentang satu hal yaitu aurat, bagian mana dalam diri kita yang bisa kita perlihatkan ketika berjilbab.

Tak lama berselang, aku berteman baik dengan laki-laki tadi, entah apa alasannya kami menjadi begitu dekat, bukan soal teman tapi tentang hati dan perasaan. Rasa nyaman bercerita dan berbagi keseruan membuat aku tak kembali ingat bagaiman laki-laki itu menyakiti hatiku. Darinyapun aku belajar banyak hal, termasuk membaca Al-Quran rutin. Dia juga memberiku pembelajaran mengenai rasa malu saat aurat tampak oleh orang lain.

Di sebuah kesempatan pun dia mengatakan hal yang membuatku percaya bahwa dia benar-benar orang yang baik, kata itu adalah “laki-laki menyukai wanita tanpa jilbab adalah karena nafsu dan laki-laki menyukai wanita berjilbab adalah karena menghormati”. Aku selalu mempercayai hal itu dan aku mencoba memperbaiki diri dengan belajar menjadi muslim yang baik.

Setelah beberapa waktu berselang, kami terlibat konflik tentang suatu acara, dan permasalahan tersebut membuatku berfikir bahwa laki-laki itu tidak sepenuhnya seperti apa yang aku pikirkan terdahulu. Dia orang yang kerap melalaikan tanggung jawab dan dia termasuk orang yang terlalu santai menghadapi masalah, hal tersebutlah yang membuatku kecewa dan terasa hilang kepercayaan.

Komunikasi dan hubungan kami semakin tidak baik semenjak saat itu, dan semakin lama rasa percaya yang semula menjadi rasa kecewa berlebihan. Dari hal tersebut aku mempercayai satu hal yaitu semakin kita percaya terhadap manusia akan semakin kecewa.

Tak sekedar hal yang membuatku kecewa tapi ada al lain yang membutku semakin tidak percaya terhadap cinta terhadap manusia. Kudengar kabar tentang laki-laki itu berpacaran. Berpacaran ? hal yang pernah kudengar darinya bahwa hal tersebut adalah sumber dosa. Ada hal yang terasa jangga kupikirkan, dia yang meyakinkanku bahwa jilbab merupakan hal yang membuat wanita menjadi terhormat tetapi dia juga yang memupuskan hal tersebut. Dia memilih berpacaran dengan wanita yang dengan bangga memamerkan auratnya. Aku tertegun sesaat dan aku semakin percaya bahwa kepercayaan dan rasa cinta yang berlebihan terhadap manusia hanya akan membuahkan sebuah kekecewaan. 

 

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan penderitaan dan kesedihanku” (QS. Yusuf: 86).


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020