Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

CINTA, KASIH DAN SAYANG

Oleh Aprilia Ayu




Cinta adalah sesuatu hal yang wajar yang dirasakan manusia. Cinta dialami oleh semua kalangan. Tulus kasih sayang orang tua kepada sang anak, seorang anak kepada orang tuanya, murid kepada gurunya dan sebaliknya, cinta kita kepada saudara muslim yang lainnya, dan masih banyak lagi. Namun cinta yang bagaimana yang menjadi Ridho Allah?

            Yaa Rahman Yaa Rahiim...

            “Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.”

Itulah penggalan surat Az Zukhruf ayat 67. Apa artinya? Bahwa kita,yang saling mencintai di dunia ini akan menjadi musuh di hari akhir, kecuali yang bertakwa. Disusul oleh surat At Taubah ayat 71, yang artinya

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Sesungguhnya yang akan mendapat Rahmat dan kasih sayang Allah, adalah yang saling menolong dan mengingatkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan membenci kemungkaran. Jangan segan untuk sekedar mengingatkan teman kita untuk sholat ketika sedang bekerja, dan mengingatkan untuk memberikan hak zakat untuk orang lain ketika mendapat rezeki dari Allah.

Pada ayat selanjutnya At Taubah ke 72, Allah menjanjikan orang-orang mukmin itu syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, itulah keridhaan Allah yang amat besar dan keberuntungan bagi kaum mukmin. Lalu apakah kita tidak tergiur untuk mendapatkannya? Apakah kita tidak merasa tertarik?

Saudaraku, dalam hidup di dunia ini tidak jarang kita temui gesekan-gesekan kecil. Egoisme yang mengendap di dasar hati memang tak bisa dipungkiri. Kesalahan teman sekecil kapal di ujung laut sana, nampak besar dan sering dibesar-besarkan. Padahal kebaikan yang ia lakukan sebenarnya jauh lebih banyak. Kita seakan-akan dibutakan oleh tipu daya setan.

Mari saudaraku semua, jangan enggan untuk mengucapkan, aku menyayangimu karena Allah. Semata-mata mengharap keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala. Kelak syurga Allahlah yang akan kita raih insyaallah dan janjiNya yang membuat kita yakin.

Penutup tulisan saya kali ini, saya ingin berdoa untuk saudara muslimku di seluruh dunia, semoga dengan membacanya, kita bisa selamat dunia wa akhirat.

 "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

Aamiin yaa Ghafur

 

________
Aprilia Ayu- G1242
(Mahasiswa Fak Dakwah, Jurusan Komunikasi)


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020