Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Kembali Menjadi Kupu-Kupu




Sejak 2 tahun terakhir ketika memasuki akhir ramadhan sungguh, tak kuasa untuk membendung rasa gemuruh yang ada di hati antara sedih dan bahagia. Sedih karena harus berpisah dengan bulan agung yang penuh berkah (ramadhan). Sedih merasa tidak memaksimalkan bulan diskon dengan ibadah-ibadah yang utama baik di siang hari maupun di malam hari dan merasa kurang waktu ketika sedang menikmati kebersamaan berdua dengan Allah.

Masalah sedihku bukan ketika ramadhan meninggalkanku, tetapi masalahnya adalah ketika saya yang meninggalkan ramadhan. Tidak ada jaminan apakah ramadhan tahun depan saya masih bisa menikmatinya atau tidak, karena jika ramadhan pergi, dia akan kembali. Sedangkan jika saya yang pergi, saya tidak akan kembali. 

Ramadhan tahun ini terasa sekali arti kehilangannya. Kenangan bersama almarhum papa masih begitu kuat menghiasi suasana ramadhan, ketika sahur, buka puasa bersama, masak bersama tapi lebih banyak papa yang masak karena hobi nya memasak, membuat kue bersama, dan paling protes kalau dikasih baju lebaran (suka tidak mau dibelikan sama anak-anaknya tapi akhirnya dipakai juga, mungkin karena tidak tega meminta baju lebaran sama anak-anaknya), suka menyindir dan memarahi karena saya kurang terlatih memasak dan lambat bekerja didapur. Jujur saya masih belum bisa move on dari kenangan tersebut. Apalagi jika teringat kesalahan-kasalahan yang pernah saya lakukan dulu atau pesan khususnya untuk saya pribadi belum bisa saya laksanakan sepenuhnya rasanya ingin minta hitungan waktu diputar mundur kembali saya ingin memperbaiki kesalahan saya 

Seminggu sebelum idul fitri saya kembali kehilangan orang yang saya cintai yakni salah satu paman saya asli orang Belitung yang sudah seperti orang tua sendiri. Dulu, ketika ekonomi keluarga kami down, paman inilah yang banyak membantu saya ketika saya masih SMA dulu. Saya tinggal bersama keluarganya selama 1 semester, saat makan bersama kebiasaan kami (saya dan paman) adalah diskusi soal politik dan isu-isu terkini. Ketika menjelang hari raya idul fitri tanpa saya meminta, saya diajak belanja untuk memilih baju lebaran sendiri. Semua kenangan-kenangan itu terlalu manis untuk dilupakan. Terkadang saya berbicara dalam hati, saya belum siap kehilangan dan belum siap untuk berpisah. Namun semuanya sudah sunatullah karena kematian itu pasti akan datang dan setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. 

Allah pun menerangkan dalam firman-Nya QS. Al Munaafiqun (63) ayat 10  11 yang berbunyi Dan Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesal), wahai Tuhanku, sekiranya engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh. Di ayat lainnya dinyatakan bahwa Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. 

Maksimalkan ibadah-ibadah sunah maupun wajib di penghujung ramadhan, lebih dekat kepada Allah SWT dan kencangkan ikat pinggang untuk urusan dunia, lihat dengan setulus hati sekeliling lingkungan tempat kita tinggal cari dan kerjakan kebaikan sebanyak-banyaknya. Bulan ramadhan sebagai bulan metamorphosis kehidupan. Berproses mulai dari ulat, kepompong, dan menjadi kupu-kupu yang indah. Di bulan ini kita dilatih untuk lebih peka dengan diri sendiri secara lahir dan batin, termasuk dengan lingkungan masyarakat sekitar kita tempat tinggal. Ramadhan sebagai bulan pendidikan dengan instruktur langsung dari Allah dan reward yang diberikan pun tidak tanggung-tanggung derajat takwa di sisi Allah. 

Seperti yang djelaskan dalam firman-Nya QS. Al Baqarah (2) ayat 183 yang berbunyi wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa  dan diperkuat dengan penjelasan dari firman-Nya QS. At Talaq (65) ayat 5 yang berbunyi " Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepadamu; barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya".  

Selepas puasa ramadhan usai kini saatnya meraih dan merayakan kemenangan di hari yang fitri. Sebuah kepompong berubah menjadi kupu-kupu yang indah, setelah sebulan penuh menahan diri dari perbuatan keji dan munkar, menahan hawa nafsu dan urusan dunia lainnya kini lahir menjadi pribadi yang suci (bertakwa) dan siap mengamalkan makna bulan pelatihan di sebelas bulan berikutnya.

Seperti yang tertuang dalam firman-Nya QS. An Naba (78) ayat 31  36 yang berbunyi "Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, yaitu kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis montok yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Disana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan dusta). Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu".

Dan diperkuat dengan penjelasan QS. Al Buruj (85) ayat 11 yang berbunyi "Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung". 

Ramadhan telah usai sambutlah kemenangan di hari raya Idul Fitri dengan penuh ketaatan dan kesyukuran namun janganlah berlebihan seperti dalam firman-Nya QS. At Takasur (102) ayat 1 - 6 yang berbunyi "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), kemudian sekali-kali tidak! kelak kamu akan mengetahui. Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim”. 

Selepas ramadhan berlalu, rancang ulang jika selama ramadhan seluruh aktivitas kita kurang maksimal dalam beribadah kepada Allah SWT dan pertahankan aktivitas ramadhan yang sudah baik seperti rutinnya qiyamul lail, solat berjamaah di masjid bagi laki-laki, dan tilawah minimal satu hari satu juz, serta pembiasaan membaca terjemahan atau tafsir alquran.

Tidak hanya itu, amalkan isinya di sebelas bulan berikutnya, agar semangat ibadah ramadhan tetap tumbuh dan terjaga, teruslah dan pertahankan menjadi pribadi yang bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa. Dan ingatlah selalu pesan Allah SWT yang tertuang dengan jelas dalam firman-Nya QS. Al Hasyr (59) ayat 18 yang berbunyi "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan".  

Allah SWT mempertegas pesan-Nya dalam QS. Al Bayyinah (98) ayat 5 dan 7 yang berbunyi "Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas mentaati-Nya semata-mata karena menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk".

Dan ketika kita merasa dalam menjalankan hidup kurang beruntung ingatlah selalu pesan Allah SWT yang tertulis dalam Firman-Nya QS. Al Insyirah (94) ayat 5  8 yang berbunyi "maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain) dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap". 

Waallahu aalam.. 

Taqabalaallahu minna wa minkum taqabbal yaa kariim. Selamat hari raya Idul Fitri 1438 H Mohon Maaf Lahir dan Batin  

Penulis : Diyah Apriyani (G4)


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020