Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Kiat Cerdas Memilih Jodoh

Hikmah by Administrator 04 Okt 2016



"Syarate wong urip bebrayan iku ana papat: padha menungsane, padha uripe, lanang lan wadon, lan padha agamane."

"Syarat untuk hidup berkeluarga ada empat yaitu keduanya adalah makhluk hidup dari jenis manusia, sama-sama masih hiidup, berbeda jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan, serta memiliki agama yang sama-sama dipeluknya."

Itulah nasihat seorang kyai kepada sepasang pengantin baru sesudah akad nikah. Bisa jadi kata-kata tersebut sering terdengar oleh kita ketika kita mendatangi undangan walimahan. Kalimat tersebut memiliki ungkapan sederhana tapi sarat makna.

Orang yang menikah atau berkeluarga itu sangat berbeda dengan orang yang masih bujangan. Banyak hal yang tidak lagi bisa dilakukan dan juga banyak hal baru yang harus dilakukan, baik oleh laki-laki maupun wanita sejak ijab dari wali dan qabul oleh mempelai laki-laki, maka sejak saat itu...semuanya berubah!

Pernikahan adalah kata yang begitu indah bila didengar akan tetapi di sana banyak ujian yang melatih kita untuk tetap bersabar dan bersyukur. Bersabar atas segala sesuatu kekurangan yang dimiliki pasangan dan bersyukur atas kelebihan yang dimiliki oleh pasangan. Pernikahan bagaikan gunung yang sangat indah bila kita pandang dan  dibalik keindahan gunung itu bila kita semakin mendekatinya di sana ada jurang, kerikil, bebatuan, pohon-pohon besar dan sebagainya. Yap, gunung itu sekali lagi hanyalah sebuah perumpamaannya, yang pasti dalam kehidupan itu adakalanya susah, senang, tertawa, menangis dan banyak rasa yang kita semua bisa merasakannya.

Semua orang ketika ditanya, "Apa yang paling diinginkan jika sudah berumah tangga?" pasti jawabnya adalah keluarga bahagia, sejahtera, damai, aman sentosa atau dengan kata lain, sakinah mawaddah warahmah. Oleh karena itu, sebelum memasuki dunia bahtera rumah tangga yang merupakan surga dunia ataukah justru sebaliknya,na'udzubillah mindzalik,semoga Allah Subhanahu Wataala senantiasa meridhoi pernikahan kita..amin...maka tidak salah jika kita harus benar-benar pintar dan cerdas dalam memilih jodoh yang nantinya akan kita sanding selamanya.

Berikut TIPS CERDAS MEMILIH JODOH:

  1.  Menentukan karakteristik pribadi yang disukai dan tidak disukai terlebih dahulu. kenalilah sifat-sifat yang menyenangkanmu. lupakan pikiran kekanak-kanakan yang biasa mengiringi dan melekat erat di pikiran, seperti wanita harus cantik atau laki-laki harus kaya. INGAT! yang sedang engkau lakukan adalah memilih jodoh untuk hidup bahagia bersamanya. bahkan, engkau tidak semata-mata mencari orang yang dapat membawamu bahagia, tetapi juga anak-anakmu bahagia.
  2. Percaya pada diri sendiri, bahwa engkau mencintai Allah dan dicintai Allah. dengan demikian, insya Allah engkau akan   dicarikan jodoh yang terbaik oleh Allah.
  3.  Buka matamu dengan baik untuk memperhatikan oraNG-orang di sekitar,boleh jadi di antara mereka ada yang cocok denganmu. tapi, jangan tergesa-gesa mengutarakan perasaan atau komitmen kepada seseorang kecuali setelah memastikan adanya kesepahaman dan saling pengertian antara dirimu dan orang tersebut.
  4. Jangan teruskan hubungan dengan orang yang tidak menghormati dan menghargaimu. ini sama halnya dengan menipu dirimu sendiri dan membuang-buang waktu. tapi, engkau harus memutuskan hubungan itu secara sopan. setalh itu, jangan dipikirkan lagi.
  5. Jangan menanti cinta datang sendiri, tapi jangan tergesa-gesa mengikat hubungan dengan orang yang tidak engkau cintai hanya untuk menepis kesendirian dan kesepian.karena kesendirian lebih baik dari pada berhubungan dengan teman yang buruk. sibukkan diri dengan masalah lain, seperti olah raga, studi, atau pekerjaan.
  6. Jalinlah persahabatan yang baik untuk meluaskan pengalaman. sebab, hidup adalah rangkaian pengalaman.
  7. Jangan melangkah ke jenjang pernikahan segera, setelah hubungan yang gagal. berikan tenggang waktu untuk dirimu sampai mentalmu stabil kembali sehingga engkau dapat memilih secara baik.
  8. Jangan berpikiran, bahwa orang takkan mencintaimu karena engkau tidak sempurna atau tidak semenaruik orang lain.
  9. Beranilah di hadapan dirimu sendiri dan orang lain. semakin tua umurmu, peluang menikah semakin kecil. jangan sampai peluang itu lenyap. jujurlah pada orang lain dalam masalah kondisi dan kemampuanmu sejak awal. dan, REALISTISLAH dalam memilih.
  10. Sekali lagi, jujurlah pada diri sendiri. bertanyalah pada diri sendiri, apakah aku mencari pasangan hidup karena aku membutuhkannya, atau sekadar aku ingin menyenangkan orang di sekitarku dan melengkapi status sosialku?

Referensi:

Taman, Muslich & Farida, Aniq. 2007. 30 Pilar Keluarga SAMARA. Jakarta: PUSTAKA AL-KAUTSAR

Penulis: Wahyu Inayah


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020