Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Memaafkan Membawa Ketentraman

Al Quran by Administrator 29 Okt 2015



“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang bodoh”
(QS. Al-A’raaf : 199)

Saudaraku..
Sadar atau tidak..
Mulut ini terlontar ghibah menceritakan keburukan orang lain yang tidak kita suka..
Hati ini menyimpan rasa amarah dan sering mengingat-ingat kesalahan orang lain..
bukankah itu termasuk dendam walau hanya secuil noda hitam menutupi hati kita?

Sadar atau tidak..
Hanya karena satu aib tersembunyi atau dosa kecil atau kekhilafan yang dibuat oleh orang lain,
tapi membuat kita lupa dengan kebaikannya yang sebenarnya lebih banyak..

Sadar atau tidak..
Kita jauhi seseorang yang dulu kita puji kontribusinya..
Kita kecewakan seseorang yang pernah mewarnai hidup kita dengan rasa amarah kita..

Sadar atau tidak..
Kita pun melupakan kenangan bersama yang pernah membuat kita tertawa..
Perjuangan saat suka dan duka bersama..
Kita pun lupa ilmu, nasehat  yang pernah diberikan dan bimbingan orang lain yang tidak bisa dibayar dengan uang..

Astaghfirullah..
Sungguh diri ini pun banyak khilaf..
Kita pun sadar tidak ada manusia yang sempurna..
Lalu, mengapa hati kita berat untuk memaafkan orang lain?
Bukankah Allah saja mau memaafkan hamba-Nya yang memiliki dosa sebesar samudera pun..
Mengapa kita tidak bisa?

 

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka;  mohonkanlah ampun bagi mereka; dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”
(QS. Ali Imran : 159)

Sikap memaafkan merupakan amalan mulia yang akan membuat kita merasa tentram. Permusuhan bisa dihindari jika saling memaafkan. Mari kita sebagai umat mencontoh sifat Rasulullah saw, yaitu tidak keras, tidak kasar, tidak bersuara gaduh, tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan lagi, melainkan memaafkan dan merelakan.

Jakarta, 29 Oktober 2015
Tirai Wisely


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020