Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Mengejar Ramadhan




Kini kita telah memasuki malam ke-16 ramadhan, artinya tidak terasa setengah ramadhan telah kita lalui. Mari kita evaluasi bersama perjalanan 16 hari kebelakang. Sudah berapa kali khatam alquran kah kita? Atau jangan – jangan satu lembar alquran pun belum kita baca hingga kini? Bagaimana dengan shalat 5 waktu kita? Atau jangan-jangan karena terlalu sibuk dengan urusan buka bersama dengan segala tektek bengeknya sampai kita melewatkan shalat magrib begitu saja? Lalu apakabar dengan tarawih, ibadah yang hanya ada di bulan ramadhan ini? Apa terlalu lelah dengan pekerjaan hingga karna sunnah kita tinggalkan begitu saja?  Padahal ramadhan hanya datang sekali dalam setahun.

“Jika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, kemudian datang seorang penyeru dari sisi Allah yang Maha Besar Subhanahu Wa Ta’ala, ‘Wahai pencari kejahatan, berhentilah! Wahai pencari kebaikan, kemarilah!” (HR Shahih, Al Bukhari dan Muslim)

Jadi bulan ramadhan merupakan bulan khusus, momen istimewa yang penuh cinta. Karena pada bulan ini amal yang kita lakukan nilainya lebih baik daripada amal kita dalam seribu bulan di hari-hari biasa, yaitu pada malam Lailatul Qadr (Malam Kemuliaan). Jadi sangatlah rugi bila bulan yang penuh kemuliaan ini kita lewatkan dengan hal yang biasa-biasa saja. Atau sangatlah rugi bila malah kita melewatkan ramadhan ini dengan melakukan kemaksiatan.

Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?” .  (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia,sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.
(Q.S. Al-Kahfi : 103-104)

Jadi, jangan sampai puasa kita hanya sekedar ajang menahan lapar dan haus.  Bukan angka timbangan turun yang jadi kunci sukses ramadhan (nahan lapar, nahan haus, akhirnya badan jadi kurus).  Puasa bukan ajang diet, pamer berat akhir pas lebaran. Tapi puasa merupakan saatnya melakukan amal kebaikan dengan lebih produktif.

“Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan sesuatupun dari puasanya selain rasa lapar.” (HR An Nasa’I dan Ibnu Majah)

Jadi bagaimana agar bulan ramadhan produktif? Apa masih sempat? Tentu saja! Masih ada banyak waktu untuk mengejar ramadhan, ayo bangkit dan lari mengejar ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.  Banyak hal yang bias kita lakukan untuk menjadikan ramadhan kita penuh makna sambil nunggu bedug magrib.

1. Tilawah
Bulan ramadhan nggak tilawah? Sayang banget! Punya target 1 juz perhari? Rencanakan biar nggak berat, bagi jadi beberapa kali. Misal 2 lembar setiap selesai shalat fardu, pas isya dapat deh 1 juz. Atau kita bisa siapkan waktu khusus untuk tilawah.

2. Menghapal Al Quran
Selain perbanyak tilawah, ramadhan juga bisa ajang kamu untuk memperbanyak hafalan. Karena sayang banget kalau waktu yang luang dipakai buat nonton tv seharian, mending buat menghapal. Sehari nambah 5 ayat aja udah lumayan!

3. Shalat Sunnah
Kalau biasanya kita paling malas melakukan shalat sunnah, maka ramadhan ini bisa jadi ajang latihan kita. Latihan untuk membiasakan diri menunaikan shalat fardhu. Tahajud bisa kita lakukan sebelum sahur, dhuha bisa saat sampai sekolah atau kantor, bahkan shalat rawwatib.

4. Nonton Film Dokumenter
Suka nonton? Daripada nonton yang nggak karu-karuan mending nonton film dokumenter. Misalnya film-film Harun Yahya, karna bukan hanya menghabiskan waktu tapi juga memberikan banyak ilmu.

5. Masak
Sambil nunggu adzan magrib berkumandang, sambil ngabuburit aktifitas produktif lainnya adalah masak.  Selain hasilnya bisa dinikmati bersama keluarga saat buka.  Jadi ajang untuk meningkatkan skill masak juga lho.

6. Putar Murottal
Baru 5 menit baca alquran mata langsung redup jadi 5 watt? Itu artinya kamu belum terbiasa baca alquran lama-lama. Setel aja murottal alquran. Ningkatin interaksi dengan alquran bisa dengan berbagai cara! Tapi dengarkan jangan diputar terus ditinggal nonton tv.

7. Setel Nasyid
Mendengar lagu-lagu islami bisa bangkitkan semangat dan memperbaiki moodmu loh! Tapi lagu-lagu islami yah bukan lagu galau.

8. Baca buku-buku ringan
Baca buku sambil nunggu buka puasa. Buku komik atau novel islami sekarang bisa kamu dapatkan dimana-mana. Tapi jangan sampai keasyikan dan lupa sama target tilawahnya ya!.

9. Menulis
Menulis disela-sela puasa juga bisa mengasah kreatifitas dan siapa tahu tulisan kita bisa bermanfaat untuk orang lain.

Beberapa hal kegiatan yang bisa kita lakukan untuk menjadikan ramadhan menjadi lebih produktif.  Daripada tidur lebih baik mengejar ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi. Selamat berlari mengejar puasa.

Penulis : Roswita Puji Lestari

Editor.  : Fandrisha Zhahira


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020