Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Panen Pahala atau Dosa?

Oleh Nike Shinta


Panen Pahala atau Dosa?


Di zaman yang serba canggih ini, segalanya sangat mudah diakses. Mulai dari konten yang positif hingga yang merusak bisa kita jangkau dengan mudah. Teknologi menawarkan kemudahan hidup yang serba canggih. Internet memfasilitasi kita untuk bisa mencari apa saja yang tidak kita ketahui di dunia maya. Seolah dunia nyata dan maya sudah tidak ada bedanya.

Di dunia nyata orang bisa saja tampak tenang dan tanpa beban atau masalah, tapi di dunia maya dia banyak berkeluh kesah. Memperlihatkan masalah dan kesulitan hidup yang mendera. Di kehidupan nyata orang bisa saja tampak pendiam dan santun. Namun di media sosial ia terus berkoar, mengoceh, dan menceracau yang tidak penting dan melampaui batas.

Antara dunia nyata dan dunia maya sudah seperti bertukar fungsi. Di dunia nyata segerombolan orang seperti sedang asyik berkumpul dan silaturrahim, tapi ternyata mereka sibuk dengan HP masing-masing. Hening. Tidak ada obrolan yang berarti. Fisik mereka ada, namun hati dan pikiran sudah melayang menelusuri dunia maya yang menawarkan banyak ilusi.

Zaman modern menawarkan banyak sekali kemudahan. Pekerjaan bisa cepat selesai dan ilmu pengetahuan pun berkembang semakin pesat. Hal itu berdampak pula pada percepatan situs terlarang. Di zaman ini, anak kecil sudah pandai main HP. Di mana-mana kita jumpai mereka para generasi bangsa ramai-ramai mengakses situs internet. Banyak pula yang terjebak pada konten dewasa. Alhasil para anak-anak menjadi dewasa sebelum waktunya. Mereka menyaksikan hal-hal yang seharusnya tidak mereka akses. Awalnya mungkin ada yang tidak sengaja, namun konten dewasa berseliweran di mana-mana. Film kartun diubah menjadi adegan dewasa. Mereka anak kecil yang tidak tahu apa-apa harus menanggung akibatnya. Mereka dengan segenap rasa ingin tahunya yang tinggi, tidak mudah begitu saja meninggalkan sesuatu yang mereka anggap baru dan menarik. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari campur tangan orang-orang yang berkeinginan untuk merusak generasi muda. Orang-orang itu memanfaatkan teknologi untuk menghancurkan karakter bangsa.

“Dan hanya kepunyaan Allah-lah yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengtatakan dirmu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An Najm: 31-32)

Allah akan memberi balasan yang jelas kepada orang-orang yang berbuat jahat dan berbuat baik. Setiap hal yang dilakukan manusia akan menuai balasan dari Yang Maha Kuasa. Jika seseorang telah menebar konten yang merusak dan terus menerus diakses, maka ia telah melakukan dosa jariyah. Dosanya terus mengalir bersama dengan orang-orang yang telah disesatkannya. Sebaliknya, jika seseorang menebarkan tulisan-tulisan yang memotivasi, menyebarkan semangat dan hal-hal yang baik, maka ia juga akan mendapatkan amal jariyah atas apa yang dilakukannya tersebut. Ternyata zaman yang penuh dengan kecanggihan teknologi ini juga menawarkan kemudahan kepada kita untuk mendapatkan pahala ataupun dosa yang dapat terus mengalir. Kitalah yang menentukan kontribusi apa yang akan kita berikan dan apa yang akan kita dapatkan. Wallahu a’lam.

 

Tentang penulis:

Nike Shinta adalah anggota grup ODOJ G1621. Aktivitasnya adalah sebagai penulis dan pendidik. Untuk menjalin silaturrahim bisa menghubungi media sosial instagram @nikeshintanoviyanti dan email nike.shint@gmail.com


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020