Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Relakah Pahala itu Terbagi?

Hadist by Administrator 30 Okt 2015

Relakah Pahala itu Terbagi?


Ketika tengah berkumpul dengan teman-teman dan sahabat, memang kadang begitu ringan lidah berayun dengan kalimat-kalimat... Tak jarang diri berkisah tentang insan lain, hal yang mungkin tak nyaman jika insan tersebut mengetahuinya.

Dari Abu Hurairah ??? ???? ???, Rasulullah ??? ???? ???? ???? bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan keburukan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan insan lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” 
[HR. Muslim no. 2589]

Saudara syurgaku.
Di Mahsyar nanti, setiap amal kebaikan akan dikumpulkan dan ditimbang. Dan setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya. Termasuk memperbincangkan suatu keadaan diri insan lain.

Ustadz Musyafa Dariny berkata :
"Diantara sesuatu yang paling menyedihkan dan menyayat hatimu di hari perhitungan nanti adalah ketika kamu tidak mampu memberikan satu kebaikan pun untuk insan-insan yang sangat kamu cintai; ayah dan ibumu, begitu pula kepada anak-anak dan isteri atau suami tercintamu.

Namun, kami terpaksa harus memberikan banyak kebaikanmu untuk insan lain yang kamu benci yang pernah kamu ghibahi atau zalimi selama di dunia."

Karenanya Rabb berfirman...
“...Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan
menyesatkan kamu dari jalan Allah”.
[QS Shaad :26]

Sangat curam bahaya lisan, sedikit insan yang selamat darinya. Mari simpan lisan untuk kebaikan, dengan demikian kalbu akan terjaga kejernihannya dan diri terhindar dari diambilnya nilai pahala kebaikan saat hari perhitungan kelak. Jangan biarkan diri merugi.

Jika lidah terus bergeliat,
maka tenangkanlah ia dengan lafadz-lafadz cinta.
Jika lisan terus bergelora,
maka biarkanlah tasbih-tasbih meluncur menjadi penyejuk jiwa, terlafadzkan asma-asma-Nya agar diri semakin bercahaya.

#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi Indah

Kontributor : Ummu Adib
Redaktur : Fandrisha Zhahira


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020