Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Sekarung Sabar




Sabar sebuah kata yang pastinya sudah beribu kali kita dengar. Mulai dari pelajaran agama di SD, SMP, SMA, kata sabar ini selalu rutin muncul dan jarang absen. Apalagi buat yang suka nonton sinetron. Biasanya kata ini paling favorit muncul saat adegan suami-istri yang sedangkan mengalami konflik. Adegannya seringkali seperti ini : 

"Papa, mama kurang sabar apalagi coba? Mama sudah bla-bla...", ujar si Mama sembari mengelus-ngelus dada.

Atau adegan sabar pasti muncul saat adegan tangis-tangisan ala eropa :
BRAK! (Suara pintu digebrak)

"Cukup, cukuuuup Fulgoso. Kesabaranku udah habis untukmu!," hentak si Mama sembari membawa koper layaknya finalis yang mau dieliminasi dari audisi.

Sekarung sabar. Kenapa saya buat judul seperti ini? Kenapa mesti si sabarnya dikarungin seperti itu? Atau apakah ada banyak sabar sehingga perlu dikarung karena takut hilang, hehe..

Sekarung sabar. Mungkin dua kata ini terlihat menarik untuk diperbincangkan. Ada sebuah ayat yang ingin saya kisahkan disini berkaitan dengan ini. Sebuah ayat yang saya sukai ketika saya sedang melewati surat Al-Ma'arij. "Fashbir sabran jamiila... Maka bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik.." 

Ya, fashbir sabran jamiila...Kenapa Allah katakan kesabaran yang baik? Bukankah sabar itu sudah baik? Lantas seperti apa kesabaran yang baik?

Sabar. Siapa bilang tidak baik. Tentu saja baik. Tetapi kesabaran yang baik inilah yang paling baik. Sama seperti analogi sekarung sabar yang saya ceritakan di atas. Anggap saja di dalam karung itu ada beribu bola-bola kesabaran. Misal bola kesabaran pertama bersabar menghadapi sesuatu dengan mendiamkannya saja. Bola kesabaran kedua bersabar menghadapi sesuatu dengan mencari solusi terbaik lain. Atau bola kesabaran lain bersabar menghadapi sesuatu dengan meninggalkannya.

Mungkin diantara ketiganya sama-sama dibilang sabar. Tetapi pasti ada salah satu kesabaran yang paling baik di dalam karung itu. Lalu yang mana kesabaran yang baik yang sebaiknya kita ambil?

Kesabaran yang baik adalah kesabaran yang membuat hati kita tertuntun dengan baik. Kesabaran yang membuat kita lebih mencintai dakwah-Nya. Sebuah kesabaran yang ketika kita menjalaninya, membuat jiwa kita lebih terasa dekat bersama-Nya.

Maka, jika engkau sedang diuji sekarang. Apakah masalah cabe yang naik jadi dua status ribu saat puasa ini, atau masalah listrik yang naik dua kali lipat tanpa kita tahu. Cara menghadapinya hanyalah satu. 

Temukanlah metode kesabaran yang baik menurutmu. Temukanlah Fashbir sabran jamiila yang tepat untukmu.

Penulis : Wawat Smart


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020