Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Tafsir Al Quran Surah Al Baqarah : 40

Al Quran by Administrator 30 Okt 2015



 

Allah SWT berfirman yang artinya:

"Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepada kalian; Dan penuhilah janji kalian kepada-Ku niscaya aku penuhi janji-Ku kepada kalian dan hanya kepada Ku lah kalian harus takut (Tunduk)".  (Al Baqarah : 39)

Allah berfirman dan memerintahkan bani israil untuk masuk islam dan mengikuti nabi Muhammad Saw. Serta menggerakkan perasaan mereka dengan menyebutkan kakek moyang israil, yaitu Nabi Allah, Ya'qub AS.

Seakan akan ayat ini mengatakan, Hai anak-anak hamba yang saleh lagi taat kepada Allah Swt, jadilah kalian seperti nenek moyang kalian dalam mengikuti perkara yang Hak. Hal ini sama dengan perkataan "Hai anak orang yang dermawan, berdermalah" Atau, "Hai anak yang pemberani, majulah menentang para penyerang" atau, "Hai anak orang orang alim, tuntutlah ilmu" atau "Hai anak anak Odojer, bacalah Al Qur'an"

Ayat lain yang semakna dengan Al Baqarah 40 adalah

Artinya:

"(Yaitu) anak cucu dari orang orang yang kami bawa bersama sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur". (Al Isra : 3)

 

Israil adalah nabi Ya'qub sendiri, sebagai dalil nya ialah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tayalisi, bahwa telah menceritakan kepadanya Abdullah ibnu Abbas yang menceritakan hadits berikut :

Segolongan orang orang Yahudi datang menghadap kepada Nabi Saw lalu Nabi berkata kepada mereka, "Tahukah kalian bahwa Israil adalah Ya'qub?" Mereka menjawab, "Ya Allah, memang benar." Nabi saw. berkata, "Ya Allah, Saksikanlah."

Abdullah ibnu Abbas, menyebutkan bahwa Israil itu artinya sama dengan Abdullah (Hamba Allah)

Artinya:

"Ingatlah kalian akan nikmat-Ku yang telah aku turunkan kepada kalian". (Al Baqarah: 40)

Mujahid berkata : diantara nikmat Allah Swt atas bani israil adalah dipecahkannya batu besar yang memancar padanya air, diturunkan makan berupa manna dan salwa, kemudian diselamatkan dari (perbudakan) fir'aun.

Abu 'Aliyah berkata: nikmat Allah itu adalah menjadikan banyak nabi dan rasul yang lahir dari kaum bani israil dan menurunkan kepada mereka kitab-kitab.

Ini serupa dengan perkataaan Nabi Musa AS pada  bani israil : "Hai kaumku ingatlah nikmat Allah Swt atas kalian ketika Dia mengangkat nabi-nabi diantara kalian dan dijadikan-Nya kalian orang-orang merdeka dan diberikan-Nya kepada kalian apa yang belum pernah diberkan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain". (Al-Maidah: 20)

Dari Ibnu Abbas berkata berkaitan dengan ayat ini,
"ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian" (Al-Maidah:40)

maksudnya adalah cobaan yang ada pada bani israil dan yang ada pada nenek moyang mereka ketika mereka diselamatkan dari fir'aun.

Allah SWT berfirman: 

Dan penuhilhan janji kalian kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepada kalian (Al-Baqarah:40)
 

Maksudnya, janji yang Allah yang diambil atas mereka untuk beriman kepada Nabi Muhammad SAW. Jika mereka menepatinya maka sebagai gantinya Allah Swt akan menghapus dosa-dosa mereka yang telah berlalu.

Menurut Hasan Al-Basri, janji tersebut adalah yang disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 12.

Abu Aliyah berpendapat "Penuhilah janji kalian kepada-Ku" yaitu janji Allah Swt kepada hamba-hambaNya dengan agama islam dan mereka wajib mengikutinya.

Adh-Dhaak dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman Allah "Niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu" yakni dengan Allah Swt meridhoi mereka dan memasukkan mereka kedalam Surga.

Allah berfirman :

"Dan kepada-Ku lah kalian harus takut (tunduk)"

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan ayat ini, "Dan kepada-Ku lah kalian harus takut (tunduk)" yakni takut akan diturunkannya apa yang pernah Allah Swt turunkan kepada nenek moyang mereka berupa siksa yang telah mereka ketahui sendiri dari berbagai kutukan dan lainnya.

Ini merupakan targib (Anjuran) yang berubah menjadi tarhib (perigatan). Allah Swt menyeru meraka dengan anjuran dan peringatan, yang dengan ini semoga menjadikan mereka dapat kembali kepada yang haq dan mengikuti Rasul serta mengambil pelajaran dari Al-Qur'an. (Maraji' : Tafsir ibnu Katsir)

 

?
Kontributor : Tim Syari'ah Divisi Tsaqafah Islamiyah PSDM ODOJ

Redaktur    :  Satriani/@satri_


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020