Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Tafsir Al Quran Surat An-Nasr

Al Quran by Administrator 25 Des 2015

Tafsir Al Quran Surat An-Nasr


"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (1) Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. (2) Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat. (3). (Qs. An-Nasr: 1-3)

Imam Bukhari mengatakan dari Ibnu Abbas berkata, “Umar bin Khatab memasukkanku bersama orang-orang tua yang pernah ikut dalam perang Badar. Ada seseorang yang tidak nyaman dengan keberadaanku dan berkata, ‘Mengapa ia masuk bersama kita sedang kita memiliki anak-anak yang seusia dengan dia?’ Umar berkata, ‘Sesungguhnya dia termasuk orang yang telah kalian ketahui sendiri.’ Maka suatu hari Umar memanggil mereka dan umar mamasukkanku bersama mereka dengan tujuan memperlihatkanku (kadar ilmuku) kepada mereka. Umar berkata, ‘apa pendapat kalian mengenai firman Allah {Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan?}' Sebagian dari mereka berkata, ‘Kita diperintah untuk bertasbih dan istighfar apabila datang kemenangan atas kita.’ Sebagian diam dan tidak berkata apapun. Lalu Umar berkata padaku, ‘apakah seperti ini juga pendapatmu wahai Ibnu Abbas?’ Aku menjawab, ‘Tidak.’ Umar berkata kembali, ‘Lalu apa pendapatmu?’ Aku menjawab kembali, ‘Itu merupakan pertanda dekatnya ajal Rasulullah SAW yang diberitahukan kepadanya. Allah SWT berfirman {Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan} Maka itulah alamat dekatnya ajalmu. {Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat.}
 
Imam Thabari mengatakan dari Ibnu Abbas berkata, “Akhir surat yang turun secara sempurna dari Al-Qur’an adalah firman Allah, {Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.}
 
Imam Ahmad mengatakan (dengan sanadnya) dari Abu Said Al-Khudri dari Rasulullah SAW berkata, “Ketika turun surat {Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.}, maka Rasulullah SAW membacanya hingga selesai akhir surat, kemudian bersabda, ‘Manusia itu bertempat (mukim) dan Aku beserta sahabatku sudah bertempat (mukim)’ lalu Beliau melanjutkan sabdanya, ‘Tidak ada hijrah setelah kemenangan (atas kota Mekkah), tetapi (yang masih ada adalah) jihad dan niat. 
 
Hadits tersebut diriwayatkan secara munfarid oleh imam Ahmad, dan hadits ini diingkari oleh Khalifah Marwan. Namun apa yang diriwayatkan oleh Abu Said sebenarnya tidaklah mungkar, karena ada riwayat lain dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW pernah berkata saat pembebasan Mekkah, “Tidak ada hijrah setelah kemenangan (atas kota Mekkah), tetapi (yang masih ada adalah) jihad dan niat, apabila diserukan kepada kalian untuk berangkat (jihad) maka berangkatlah.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari Dan Imam Muslim.
 
Dan pendapat sebagian sahabat yang berada di majelis Umar, bahwasanya kita diperintah untuk memuji, bersyukur dan bertasbih kepada Allah ketika Allah memberikan kemenangan atas kita dalam menaklukkan wilayah-wilayah dan benteng-benteng musuh, yakni dengan solat dan istigfar.
 
Ini terbukti dengan sholatnya Rasulullah SAW ketika hari pembebasan Mekkah sebanyak delapan raka'at pada waktu dhuha---ada yang mengatakan salat tersebut adalah shalat dhuha, namun sebagian merasa heran karena Rasulullah belum pernah membiasakan hal tersebut. Ada juga yang berpendapat itu adalah shalat Al-fath.Maka disunnahkan kepada pemimpin pasukan apabila membebaskan suatu negeri untuk shalat delapan raka'at saat pertama kali memasukinya.
 
Adapun penafsiran Ibnu Abbas dan Umar mengenai surat ini adalah pemberitaan akan dekatnya waktu wafat Rasulullah SAW. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, (dengan sanadnya) dari Aisyah berkata, “Rasulullah SAW dalam rukuk dan sujudnya senantiasa memperbanyak doa "subhanakallahumma rabbana wabihamdika allahummaghfirlii", beliau melakukan demikian sebagai pengamalannya terhadap makna surat ini.
 
Adapun maksud “al-fath” disini adalah pembebasan (kemenangan atas) kota Mekkah, semua sepakat dengan ini. Karena sesesungguhnya penduduk (kabilah-kabilah) arab menggantungkan keislaman dengan pembebasan Makkah. Mereka mengatakan, “Jika (Nabi Muhammad SAW) memperoleh kemenangan atas kaumnya maka Dia benar seorang Nabi.”Ketika Allah memberikan kemenangan dengan pembebasan Mekkah, berbondong-bondonglah mereka masuk agama Allah. Belum genap dua tahun seluruh jazirah Arab berada dalam keimanan. Tidak ada satupun kabilah Arab kecuali menampakkan keislamannya. Milik Allah-lah pujian dan harapan.
 
Diriwayatkan Imam Ahmad, (dengan sanadnya) dari tetangga Jabir bin Abdullah berkata, “Sepulang aku dari perjalanan, aku didatangi oleh Jabir bin Abdullah. Dia mengucapkan salam padaku. Kemudian aku menceritakan padanya tetang perpecahan yang terjadi diantara manusia dan berbagai hal bid’ah yang diperbuat manusia. Maka jabir menangis dan berkata, ‘aku pernah mendengar Rasulullah berkata, ‘Sesungguhnya manusia memasuki agama Allah berbondong-bondong dan akan keluar darinya berbondong-bondong pula’’
 
Maraji': Tafsir Ibnu Katsir
Posted by: Tim Syari'ah Divisi Tsaqafah Islamiyah PSDM ODOJ
RTO/28/25/12/2015/Divisi TSI - PSDM ODOJ
 
  •  DTSI Media
  •  tsipsdmodoj@gmail.com
  •  @tsipsdmodoj
  •  tsipsdmodoj.tumblr.com
 

Bakat Setiaji Ketum 2017-2020