Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Tafsir Surat Al-Asr

Al Quran by Administrator 13 Nov 2015



"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran, nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (Qs. Al-'Asr: 1-3)

 

Mari kita simak asbabun nuzul dari surat ini terlebih dahulu. Surat Al-'Asr adalah surah Makkiyyah dan merupakan surat ke 103 yang terdiri dari 3 ayat.
 

Asbabun Nuzul

'Amr bin Ash, sebelum dia masuk Islam, menyebutkan bahwa dia datang kepada Musailamah al-Kadzdzab. Musailamah bertanya kepada 'Amr bin Ash, "Apa yang telah diturunkan kepada sahabatmu ini (Rasulullah Saw) selama ini?" Dia menjawab, "Telah diturunkan kepadanya satu surat ringkas namun sangat padat." Dia bertanya, Surat apa itu?" Dia ('Amr) menjawab:

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran, dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (Qs. Al-'Asr:1-3)

 

Kemudian Musailamah berpikir sejenak, setelah itu dia berkata, "Dan telah diturunkan pula hal serupa kepadaku." Kemudian 'Amr bertanya kepadanya, "Apa itu?" Musailamah menjawab, (Hai kelinci, Hai kelinci, sesungguhnya kamu memiliki dua telinga dan satu dada. Dan semua jenismu suka membuat galian dan lubang). Kemudian dia bertanya: "Bagaimana menurut pendapatmu, hai 'Amr?" maka 'Amr berkata kepadanya, "Demi Allah, sesungguhnya aku tahu bahwa engkau telah berdusta."

 

Wabr adalah binatang sejenis kucing, yang anggota badannya yang paling besar adalah kedua telinga dan dadanya, sedangkan anggota tubuh lainnya kurang bagus. Dengan halusinasi itu, Musailamah al-Kadzdzab bermaksud menyusun kalimat yang bertentangan dengan apa yang disampaikan Al-Qur'an. Namun demikian, hal tersebut ditolak mentah-mentah oleh seorang penyembah berhala pada saat itu.

 

Imam Asy-Syafi'i mengatakan: "Seandainya manusia mencermati surat ini secara seksama, niscaya surat ini akan mencukupi mereka."
 

 

Tafsirnya menurut Ibnu Katsir...

Al-'Asr berarti masa yang didalamnya berbagai aktifitas anak cucu Adam berlangsung, baik dalam wujud kebaikan maupun keburukan. Imam Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam: "Kata Al-'Asr berarti shalat Ashar." Dan yang populer adalah pendapat yang pertama.

 

Dengan demikian, Allah Ta'ala telah bersumpah dengan masa tersebut bahwa manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, yakni benar-benar merugi dan binasa.


"...kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh..."

  • Dengan demikian, Allah memberikan pengecualian dari kerugian itu bagi orang-orang yang beriman dengan hati mereka dan mengerjakan amal sholeh melalui anggota tubuhnya.


"...dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran..."

  •  Yaitu mewujudkan semua bentuk ketaatan dan meninggalkan semua yang diharamkan.


"...dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."

  • Yakni bersabar atas segala macam cobaan, takdir, serta gangguan yang dilancarkan kepada orang-orang yang menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.

 


Maraji': Tafsir ibnu Katsir

Kontributor : Tim Syari'ah Divisi Tsaqafah Islamiyah PSDM ODOJ

Redaktur : Tirai Wisely


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020