Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Tanya Jawab Syariah (TJS)




Berikut ini kami muat jawaban bunda Endria, Kadept Kaderisasi DPP ODOJ dan founder Ibunda Hafidz Quran (IHQ) dan Ayah Hafidz Quran (AHQ) ODOJ, atas pertanyaan dari ODOJer melalui official Line ODOJ, edisi  7 Oktober 2015:

 

Riona #1208

Min bagaimana caranya agar tidak terlalu berharap dengan sesuatu yang padahal belum tentu itu menjadi takdir kita? Syukron.

 

Jawab :

Seorang Mukmin itu seharusnya  selalu dalam 2 kondisi berikut :

1. Syukur dalam kondisi lapang.

2. Sabar jika dalam kondisi sempit.

Sebuah kematangan keimanan apabila kita selalu menyandarkan apa yang kita harapkan adalah apa yang menjadi pilihan Allah. Tawakal kepada Allah adalah ibadah hati yang sangat utama. Tidak perlu bersedih sepanjang segala yang kita harapkan dari urusan dunia kita mengalami kegagalan. Tetapi bersedihlah jika kita mendapat musibah akhirat kita.

Misalnya seperti : Mengalami masa futur, malas beribadah dll.

Waallahu a'lam.

 

Yunita #543

Dalam islam hukumnya nonton film korea apa ya?

 

Jawab :

Hukumnya dilarang oleh Agama karena banyak mudhorotnya. Banyak hal2 maksiat yang terjadi didalamnya.

Seperti :

- jika dilakukan di bioskop maka terjadi percampuran lelaki dan perempuan bukan mahram.

- menonton pemeran film yang terlihat auratnya.

- menyia-nyiakan waktunya. Karena sebaiknya waktu hidupnya yang ada banyak untuk

 mengerjakan hal2 yang menghasilkan pahala daripada dosa.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Nisa #2666

gimana nih cara islam mengatur hubungan antara pria dan wanita dalam konteks pertemanan, apa boleh dijadikan teman curhat?

 

Jawab :

Islam melarang seseorang mendekati zina. Jadi bentuk pertemanan itu haris tetap memenuhi batas2 syariat. Menjaga apa yang dilarang. Seperti berkhakwat berduaan. Tak ada mahram pendampingnya. Membicarakan hal2 yang tidak terkait dengan masalah2 yang utama, seperti membicarakan urusan dakwah dll. Jika diluar itu maka bisa masuk kedalam kategori mendekati zina. Ini dilarang oleh Agama kita.

 

Mifta #2638

admin mau tanya hakekat taarufan itu bagaimana lalu cara yng sebenarnya menurut ajaran islam dalam menjalani taaruf itu bagaimana?. Syukron

 

Jawab :

HADITS-HADITS TENTANG NIKAH           

Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq Alaihi.

Rangkaian ta'aruf itu:

1. Bertukar Biodata.

Biodata disini harus lengkap ya, berbeda dengan biodata untuk melamar pekerjaan.

Nama Lengkap :

Nama Panggilan :

TTL :

Pekerjaan :

Pendidikan :

Kegiatan organisasi :

Visi dan misi untuk menikah :

Nama Ortu :

Pekerjaan :

Aktivitas Organisasi : jika ada

Amal yang telah dilazimkan terkait dengan Qur'an :

( misal : odoj, tafsir , tahsin dll )

2. Sampaikan biodata kita kepada murobbi/ustadz, atau orang yang dituakan.

3. Niatkan nikah untuk menggapai ridho Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah.

4. Apabila sudah mendapatkan kriteria yang diinginkan, utamanya yang Agamanya baik.

5. Baru mulai pelaksanaan proses ta'arufnya. Bisa bertemu dengan akhwatnya langsung, atau

   melalui keluarga nya. dibolehkan melihat calon istri kita sebatas muka dan telapak tangan.

6. Apabila kedua belah pihak cocok, tidak usah menunggu lama, lanjut untuk khitbah/

  meminang.

7. Proses Khitbah. Khitbah ini tidak seperti yang dilakukan diluar sana. tuker cincin. yang ada,

  khitbah itu mengikat, bahwa perempuan ini akan kita nikahi dalam waktu dekat.tidak harus   

  memberikan cincin, hanya saja, sebaiknya laki2 memberikan sesuatu untuk menumbuhkan

  rasa cinta akhwat nya.

8. Apabila bertemu dengan kekasih apa yg sebaiknya dibincangkan atau kegiatan apa yg

  positif? Tidaklah dua orang yang bukan mahram bertemu, kecuali yang ketiganya

  setan. Hembusan bisikan setan amat kuat bagi pasangan yang masih haram ini. Jadi,

  sebaiknya tidak ada komunikasi antara keduanya kecuali ada perantara atau hal yang sangat

  penting saja.tidak pula tahajud call, tilawah call, diskusi di medsos atau apapun karena setan

  selalu mencari celah.

Ingat, laki laki yang baik untuk perempuan yang baik. dan laki2 yang baik akan menjemput bidadarinya dengan cara yang baik, sesuai syari'ah.

Waallahu a'laam bishowwab

 

Reny #1536

Assalamualaikum sy mau tanya ketika dlm perjalanan sy tak jua menemukn mesjid utk berwudhu dn sholat kemudian sy tayamum dr debu2 yg menempel didlm mobil kemudian sholat..stlah selesai sholat sy liat ada mesjid ..apakh sholat sy hrs diulang lg atau cukup sj? Trus klo sholat. Sunah itu pake takbiratul ikhram ga ? Sukron

 

Jawab :

Boleh diulang boleh juga tidak. Jikapun diulang maka jatuhnya sholat sunnah. Sebagai penyempurna.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Wahyu #997

Assalamualaikum, min mau nanya, ada ga hukumnya dlm islam jika setelah dari makam, baik ziarah atau mengantarkan jenazah, pada saat pulang wajib utk berwudhu / mandi. Apa ada hadist/surah yg mnjelaskn hal tsb. Mohon penjelasannya min,

Jazakallahu ..

 

Jawab :

Tidak ada syariat dalil yang mewajibkan atau menyunahkan untuk berwudhu atau mandi setelah mengantar jenazah.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Mustika #1601

Assalamu'alaikum sy Mau bertnya bagaimana cara  menyikapi perbedaan pendapat antara anak dengan ortu? Thnk's min

 

Jawab :

Jika memang kita dalam posisi yang benar atas pendapat kita yakni memiliki dasar dasar dalil yang shohih, maka sebaiknya kita menunjukkan dalilnya. Itupun harus dengan cara yang ma'ruf (yang baik) , yang penuh kasih sayang. Tidak perlu mendebat hingga menyakiti hati mereka. Kita doakan saja orang tua kita agar Allah memberi hidayah kepada mereka.  Karena kita harus ingat bahwa kepintaran kita adalah bagian dari perjuangan orang tua kita dalam mendidik dan merawat kita sejak kecil. Jadi banyaklah berterimakasih kepada mereka dan berbuat baik serta selalu mendoakannya.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Utbah G-1616

bgmn hukum bgi wanita haid membaca al quran.

 

Jawab :

Suatu waktu Rasulullah dan Aisyah sedang ingin melaksanakan umrah namun Aisyah dapatkan haid pada masa itu  "lalu berhajilah, lakukan apa yg dilakukan oleh orang yg berhaji kecuali thawaf dan shalat” (HR Bukhari Muslim)

Apabila membaca Al-Qur'an adalah termasuk amalan utama bagi yg berhaji maka ini menunjukkan bolehnya wanita haid membaca Al-Qur'an Ibnu Taimiyah dalam Majmu Al-Fatawa juga menyetujui pendapat demikian bahwa Muslimah boleh membaca Al-Qur'an saat haid. 

"Kaum muslim bersepakat bolehnya membaca Al-Quran untuk org yg hadats kecil, lebih utama hendaknya dia berwudhu" (Imam Nawawi)

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Ana Kursihana #2991

Islam itu kan melarang segala jenis khalwat ya. Nah aku kan masih sekolah dan sekolahku ikhwan akhwat campur. Bagaimana cara membatasi diri suapa terhindar dari khalwat? Tapi tanpa mengurangi rasa pertemanan.

 

Jawab :

Betul …...

Dasar dalilnya banyak diantaranya larangan dari Allah disebutkan didalam Al Qur'an bahwa kita dilarang untuk mendekati zina. Bergaul dengan percampuran antara laki2 dan perempuan bukan mahram adalah sangat beresiko melanggar larangan Allah tersebut.

Oleh karena itu jika memang sudah terlanjur maka tetaplah untuk tidak berdekatan dengan teman2 perempuan demi menjaga ketaqwaan kita kepada Allah. Ingatlah jika kita menjaga Agama Allah maka Allah akan menjaga kita.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Inha #1110

Assalamualaikum saya mau bertanya, kalau aqiqah kan perempuan potong satu kambing, dulu waktu saya aqiqah dipotongin sapi, yg mau saya tanyakan adalah apakah saya harus aqiqah ulang lagi?? Dan bagaimana proses aqiqah yang sesuai dengan syariat

 

Jawab :

Tidak perlu diulang. InsyaAllah boleh-boleh saja.

 

Any #1478

Sy pernah dengerin, klo di suatu tempat ada yg berzina, maka tetangga skitar ikut menanggung dosanya. Walau ada orang sholeh di sekitarnya. Bener gak sih itu? Ada hadist nya kah? Klo bener, knapa bisa bgitu ya? (crying) nggak ikutan kok ikut berdosa (crying)

 

Jawab :

Mari kita perhatikan ayat Al-Qur’an berikut ini:

Artinya: “Seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain.” (QS. Al-Isra [17]: 15)

Imam Ibnu Katsir menyatakan makna potongan ayat ini adalah seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain, dan seseorang yang berdosa akan menanggung dosanya sendiri.

Menurut Al-Maraghi, ayat ini –berdasarkan riwayat dari Ibn ‘Abbas– turun terkait Al-Walid ibn Al-Mughirah, ketika ia berkata, “Ingkarilah Muhammad, dan dosa-dosa kalian menjadi tanggunganku”.

Ukhti, ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas tentang batilnya paham dosa turunan. Anak yang lahir dari orangtua pendosa, tidak akan disiksa karena dosa orangtuanya. Anak keturunan Adam tidak akan tertimpa dosa atas kesalahan Adam ‘alaihis salam di masa lalu. Setiap orang menanggung dosanya masing-masing.

Jadi seseorang yang berzina tentu tidak menyebabkan otomatis orang disekitarnya turut berdosa. Hanya saja jika kita melihat kemungkaran tidak melakukan upaya pencegahan dan mengingatkan pelakunya agar segera bertaubat, maka inilah yang dimasukkan dalam kategori golongan orang yang selemah-lemahnya iman. Dan tentu akan menjadi turut berdosa jika memiliki andil dalam perbuatan maksiat itu.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Andhin #1325

Mendoakan orang yang secara identitas Islam tapi tidak melaksanakan sholat, bagaimna hukumnya ?

 

Jawab :

Secara umum, mendoakan setiap manusia untuk mendapat hidayah adalah boleh, atau hal senada mohon kebaikan kepada Allah. Akan tetapi yang jelas dilarang adalah jika kita mendoakan agar Allah memgampuni mereka yang jelas-jelas kafir atau muslim tetapi telah berbuat syirik hingga mengeluarkan dirinya dari Islam.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Siska Artati #531

Mo tanya nih,

1. ketika kita mmg sdh pny hafalan/murajaah 1 juz, apakah bs kita gunakan utk menggantikan

   ketika kita sdg haid/nifas? Shg pilihannya tdk hanya tasmi', tarjim atau membaca tafsir?

 

Jawab :

Hafalan/mrja'ah, bisa dikuatkan kapanpun, juga saat haidh/nifas.

 

2. Bolehkah yg kita baca itu 1 juz tsb berulang-ulang selama haid/nifas tsb? Atau harus sesuai

  dg jatah juz yg d berikan oleh grup?

 

Jawab :

Juz yg di-ulang2 bs yg mna sj, terutama yg blm kuat dlm ingatan. Jika di group, sesuai kesepakatn atau bs diusulkan.

 

3. Apakah benar2 diperobolehkan, selama haid/nifas, kita boleh membaca alqur'an asal tdk

  menye tuh mushafnya?

  Sebenarnya yg d maksud mushaf itu apa sih? Tulisan alqur'annya (yg bertulis bhs Arab) atau

  buku alqur'an yg mmg murni isinya alqur'an? Yg ada terjemahan dll (spt ada doabya, dzikir

  pagi -petang), bgmn?

 

Jawab:

Ada ikhtilaf dalam masalah ini, ada yang boleh, ada yang tidak. Silahkan diambil yang kita merasa tenang melakukannya. Mushaf adalah yang semua isinya hanya ayat2 Al Qur'an, tanpa terjemah dalah  bahasa Indonesia atau bahasa Arab. Selain itu biasanya dianggap bukan mushaf. Ada juga yang mengatakan bahwa mushaf adalah hanya yg ada di Lauh Mahfuzh. Wallaahu a'lam. Yang penting adalah kedekatan kita pada Alqur'an saat tidak haidh/nifas adalah sangat dekat, jangan sebaliknya karena merasa tidak sholat / shoum.

Waallahu a'lam bisshowab

 

Rini #2893

Assalamualaikum..Sy mo menanyakan kl saat qt sholat jamaah wanita semua ternyata di rekaat terakhir imam salah hrsnya sdh tahiyat tp imam berdiri..sbg makmum sdh memberi tanda tepuk tp imam msh berdiri..apa yg hrs dilakukan makmum apa tetap mengikuti imam ? mksh

 

Jawab :

Jika upaya mengingatkan imam sudah dilakukan, tapi mungkin imam tidak mendengar. Sebagai makmum, kita sebaiknya mngikuti imam, smg imam nnti mnjdi ingat & melakukn sujud syahwi sebelum salam. Tapi kalo imam tidak pula ingat, maka kita ikuti saja, insya Allah permakluman dari Allah adalah jauh lbh besar dr kekhilafan yang terjadi. Insya Allah sholat tetap sah, pahala sholat berjama'ah pun tetap didapatkn.

Adapun sujud syahwi pun boleh setelah salam, sblum kita bicara apapun, itu klo kita lupa sujud syahwinya sebelum salam.

Wallaahu a'lam bishshowaab.

 

Nura, #1345

1.     1.apa yg harus di lakukan seorang istri jika lebih dr 1 tahun tidak dberikan nafkah lahir batin? apa boleh menggugat cerai suami? atau dg sendirinya sudah putus hubungan pernikahan?

 

Jawab :

Bisa mengajukan gugatan cerai melalui pengadilan jika dia tidah terima. Tetapi jika ia ihlas menerimanya maka Allah pasti sudah siapkan pahala bagi hamba2 Nya yang bersabar. 

Hubungan tidak putus karena sebab tersebut. Jika suami musyrik maka hubungan pernikahan baru batal atas dasar syariat.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

2.     bagimana hukum wanita muslimah berfoto selfie dan mengunggah di sosial media?

 

Jawab :

Bisa jatuh pada perbuatan munkar yang harus dihindari jika berniat mencelakakan orang lain dalam arti sengaja memancing orang yang melihatnya timbul nafsu syahwatnya.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Rukaeni milik , #3227

Mau tanya min :

~ apakah hukumnya ketika kita tdk sngaja mengingat/menghapal surat2 yg ada d alqur'an ketika dikamar mandi?

 

Jawab :

Segala sesuatu yang dilakukan karena tidak sengaja atau lupa maka tidak dihukumi dosa. InsyaAllah.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Suyatmi #505

Bagaimana adab kita ketika menemui ayat sajadah Mohon penjelasan Terima kasih

 

Jawab :

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Artinya: “Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.” (HR. Muslim)

Begitu juga keutamaan sujud tilawah dijelaskan dalam hadits yang membicarakan keutamaan sujud secara umum. Dalam hadits tentang ru’yatullah (melihat Allah) terdapat hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

Artinya: “Hingga Allah pun menyelesaikan ketentuan di antara hamba-hamba-Nya, lalu Dia menghendaki dengan rahmat-Nya yaitu siapa saja yang dikehendaki untuk keluar dari neraka. Dia pun memerintahkan malaikat untuk mengeluarkan dari neraka siapa saja yang sama sekali tidak berbuat syirik kepada Allah. Termasuk di antara mereka yang Allah kehendaki adalah orang yang mengucapkan ‘laa ilaha illallah’. Para malaikat tersebut mengenal orang-orang tadi yang berada di neraka melalui bekas sujud mereka. Api akan melahap bagian tubuh anak Adam kecuali bekas sujudnya. Allah mengharamkan bagi neraka untuk melahap bekas sujud tersebut.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Dalam shahih Muslim, An Nawawi menyebutkan sebuah Bab “Keutamaan sujud dan dorongan untuk melakukannya”. Dari Tsauban, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia ditanyakan oleh Ma’dan bin Abi Tholhah Al Ya’mariy mengenai amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga atau amalan yang paling dicintai di sisi Allah. Tsauban pun terdiam, hingga Ma’dan bertanya sampai ketiga kalinya. Kemudian Tsauban berkata bahwa dia pernah menanyakan hal ini pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau menjawab,

Artinya: “Perbanyaklah sujud kepada Allah. Sesungguhnya jika engkau bersujud sekali saja kepada Allah, dengan itu Allah akan mengangkat satu derajatmu dan juga menghapuskan satu kesalahanmu”.

Ma’dan berkata, “Kemudian aku bertemu Abud Darda, lalu menanyakan hal yang sama kepadanya. Abud Darda’ pun menjawab semisal jawaban Tsauban kepadaku.” (HR. Muslim)

Juga hadits lainnya yang menceritakan keutamaan sujud yaitu hadits Robi’ah bin Ka’ab Al Aslamiy. Dia menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai amalan yang bisa membuatnya dekat dengan beliau di surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

Artinya: “Bantulah aku (untuk mewujudkan cita-citamu) dengan memperbanyak sujud (shalat).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sujud Tilawah Wajib Ataukah Sunnah?

Para ulama sepakat (beijma’) bahwa sujud tilawah adalah amalan yang disyari’atkan. Di antara dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Umar:

Artinya: “Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca Al Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian para ulama berselisih pendapat apakah sujud tilawah wajib ataukah sunnah.

Menurut Ats Tsauri, Abu Hanifah, salah satu pendapat Imam Ahmad, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sujud tilawah itu wajib. Sedangkan menurut jumhur (mayoritas) ulama yaitu Malik, Asy Syafi’i, Al Auza’i, Al Laitsi, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Daud dan Ibnu Hazm, juga pendapat sahabat Umar bin Al Khattab, Salman, Ibnu ‘Abbas,  ‘Imron bin Hushain, mereka berpendapat bahwa sujud tilawah itu sunnah dan bukan wajib.

Dalil ulama yang menyatakan sujud tilawah adalah wajib, yaitu firman Allah Ta’ala,

“Mengapa mereka tidak mau beriman? dan apabila Al Quraan dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.” (QS. Al Insyiqaq: 20-21).

Para ulama yang mewajibkan sujud tilawah beralasan, dalam ayat ini terdapat perintah dan hukum asal perintah adalah wajib. Dan dalam ayat tersebut juga terdapat celaan bagi orang yang meninggalkan sujud. Namanya celaan tidaklah diberikan kecuali pada orang yang meninggalkan sesuatu yang wajib. Yang lebih tepat adalah sujud tilawah tidaklah wajib, namun sunnah (dianjurkan). Dalil yang memalingkan dari perintah wajib adalah hadits muttafaqun ‘alaih (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Sansan #1557

Mau Nanya apa hukumnya bila kita hanya diam karena itu lebih baik baginya melihat kesalahan perbuatan seseorang. Syukron.

 

Jawab :

Tiga perintah Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam jika kita melihat suatu kemungkaran yang ada disekitar kita. Yakni :

1. Pemeranginya dengan Tangan kita, artinya dengan power atau kekuasaan kita. Apakah dengan fisik kita atau jabatan yang kita miliki.

2. Dengan Lisan kita artinya dengan peringatan2 atau nasihat2 kita. Baik secara langsung atau tidak langsung, baik secara sendiri ataupun secara berjama'ah.

3. Memerangi dengan Hati kita.

Artinya dengan ketidak setujuan atau penentangan kita atas kemungkaran tersebut didalam hati kita. Dan diantara tidak tingkatan sikap kita diatas, maka pada sikap yang ke 3 yakni hanya sebatas memeranginya dalam hati kita adalah bentuk selemah-lemah iman.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Fanny #1701

Mau tanya soal hutang-piutang dalam islam. Bagaimana menyikapi seseorang yg berhutang pada kita, tapi memperlambat pelunasannya (padahal dia mampu melunasinya segera), bagaimana jika dia dari kalangan keluarga kita sendiri?

Bagaimana solusinya jika kita punya hutang yg msh blm dilunasi, sementara org yang kita hutangi sdh lama tdk bertemu dan tdk tahu ada dimana?

 

Jawab :

Untuk pertanyaan pertama,

Kita sebagai penghutang wajin menagih atau mengingatkan. Jika yang berhutang belum mampu membayar maka memberi tangguh pembayaran karena niat mencari ridho Allah adalah hal yang paling utama. InsyaAllah akan dihitung sebagai sedekaq kita setiap hafinya hingga tiba pelunasan hutang tersebut. Jika si penghutang mampu dan sudah kita tagih atau peringatkan belum juga membayar maka maafkan dia dan doakan agar segera tergerak untuk melunasinya.

Sedangkan untuk pertanyaan kedua :

1. Tetap berniatlah untuk membayar hutang tersebut jika bertemu dengannya.

2. Untuk lebih amannya kita bisa sedekahkan / infaqkan dijalan terbaik dari jalan Allah seperti untuk amal2 jariyah dll dan atas namakan yang bersangkutan. Jika suatu ketika bertemu dengannya maka mintalah keridhoannya atas keputusan infaq tersebut. Jika ia ridho, maka anti tak perlu membayar ulang. Tetapi jika ia tidak ridho maka kita (penghutang) wajib melunasinya.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Flanzka #241

Assalamu'alaikum Min. Mau tanya, seberapa penting menjaga ukhuwah dalam pandangan Islam ?

 

Jawab :

Dari Abu Hamzah, Anas bin Mâlik Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. (HR al-Bukhâri dan Muslim).

Dari arahan hadist Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam terlihat jelas betapa pentingnya nilai UKUWAH ISLAMIYAH diantara sesama Muslim. Karena dengan kuatnya Ukuwah akan terbangun kekuatan dalam semangat taqwa baik secara Pribadi maupun dalam ranah perjuangan meninggikan kalimatullah.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

Riona #1208

min bagaimana caranya agar tidak terlalu berharap dengan sesuatu yang padahal belum tentu itu menjadi takdir kita? Syukron

 

Jawab :

Dua hal prinsip yang harus dimiliki oleh seorang yang beriman.

Yakni :

Sabar dalam kesempitan dan Syukur dalam nikmat. 

Diantara usaha kita dalam berjuang mengisi kehidupan tentu akan banyak harapan2 yang tercapai ataupun yang tidak. Kedua hal ini harus selalu dihiasi dengan kedua prinsip diatas (sabar dan syukur). Adapun didalam setiap perjuangan meunuju hasil yang diharapkan seorang muslim harus memiliki mental Tawakal kepada Allah. Berserah diri kepadaNya.

Mental ini harus dibangun dari rasa cinta kepadaNya. Sehingga apapun yang menjadi harapan dan ambisi kita tidak akan melebihi dari rasa cinta kita kepadaNya. Dengan demikian diri kita tidak akan pernah merasa kehilangan jika apa2 yang kita harapkan tidak tercapai. Sedangkan juga tidak merasa terlalu bahagia jika apa yang kita harapkan terpenuhi seperti harapan kita. Karena kedua perasaan tersebut akan dikendalikan dalam batasan Sabar dan Syukur kita.

Jadi Allah tetap menjadi dasar kesedihan kita jika kita jauh dariNya dan kebahagiaan kita jika kita dekat denganNya.

Bukan ukuran duniawi yang mengendalikan perasaan bahagia atau kesedihan kita. Tetapi Allah lah yang menjadi alasan kita mencari kebahagiaan sejati.

Waallahu a'lam bishowwab.

 

            ??B I O D A T A??

Nama lengkap :
ENDRIA SARI HASTUTI

????Panggilan: Bunda Endria (BE)
????TTL : Blitar, 20 Maret 1971
????Domisili : Jakarta Selatan

??Status : Menikah dg 2 anak.
????Yasminne Nur Annisa Iman (16th)
???? Ibrahim Muhammad Iman (9th)

???????????? Pendidikan :
Unviersitas Brawijaya, Malang
Universitas Erlangga, Surabaya

???? Amanah Sosial dan Dakwah :
????????????Pembina Annida Rahmah
???????????? Kadept. Kaderisasi ODOJ 
???????????? Pembina Program :
                IHQ & AHQ
       (Ibunda Hafidz Qur'an)
       (Ayahnda Hafidz Qur'an)

Motto Hidup :
"Hidup dibawah naungan Al Qur'an adalah pilihan terbaik untuk meraih Kemuliaan Dunia & Akhirat."

Aktivitas :

???? Ibu Rumah Tangga 
???? Wiraswasta
???? Dakwah Online & offline

______________________________________________________________________


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020