Please wait...
00/00/0000 00:00:00 WIB

Transaksi Dengan Allah




Dunia serasa hancur lebur tak bersahabat lagi bagi calon mempelai wanita ketika sebuah sms datang dari calon mempelai pria yang berbunyi wait. Padahal 15 menit lagi ijab qabul akan segera berlangsung, ternyata sms itu sebagai tanda bahwa mempelai pria tidak akan pernah datang lagi untuk selamanya. Hilang bagai ditelan bumi, tidak dapat lagi ditemukan sosoknya.

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan calon mempelai wanita tersebut? bukan hanya psikologis dirinya yang down tapi seluruh keluarga besarnya dihadapan masyarakat. Sungguh tragis nasib mempelai wanita ini, sudah banyak berkorban bukan hanya dari segi materi, karir dan waktu semuanya telah ia perjuangkan agar bisa menggenap di tahun ini. Pernikahan yang sejatinya ia tunggu selama bertahun-tahun sampai menua tanpa ia sadari usianya sudah berlalu begitu cepat tanpa seorang pendamping dunia akhirat.

Namun, ia sadar semuanya sudah kehendak Allah. Semua yang terjadi adalah atas izin-Nya tidak ada yang luput dari penglihatan-Nya, ia hanya bisa pasrah, ikhlas dan bersabar dengan takdirnya. Seperti dalam firman-Nya QS. At Taqabun (64) ayat 11 tidak ada musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu. Yang terbesit dalam pikiran ia harus meminta maaf dan memohon ampun kepada Allah dengan melakukan taubat nasuha, karena bisa jadi selama ini ia telah lalai dalam urusan agama-Nya makanya Allah mencubit-Nya dengan ujian tersebut. 

Seperti yang tertuang dalam firman-Nya QS. At Tahrim (66) ayat 8 yang berbunyi Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau maha kuasa atas segala sesuatu. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah maha mengetahui segala isi hati QS. At Taqabun (64) ayat 4.

Saya sebagai wanita ikut merasakan apa yang dirasakan oleh wanita tersebut, dan bertanya dalam hati mengapa calonnya itu sangat tega meninggalkannya dan berkhianat, semua ucapannya tidak sesuai dengan perbuatannya, pastinya dia berjanji bukan hanya pada wanita itu tapi dia juga berjanji dihadapan keluarga wanita tersebut. Bukankah laki-laki itu yang dipegang adalah ucapannya? Ingatlah bahwa tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. Jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar dan jika dipercaya ia berkhianat. (HR. Bukhari) 

Saudaraku ingatlah selalu ketika kita merasa atau berada dititik terbawah himpitan masalah dunia, masih ada Allah yang dengan setia-Nya mengulurkan bantuan-Nya kepada semua hamba-Nya yang mendekat dan meminta pertolongan.

Apalagi saat ini kita berada di penghujung bulan ramadhan, jangan sia-sia kesempatan emas ini untuk lebih mendekat dalam pelukan dan dekapan Allah SWT. Bertransaksilah dengan Allah di penghujung ramadhan ini niscaya engkau akan beruntung selamanya, Allah hanya minta satu syarat untuk engkau penuhi yakni bertakwalah dengan sebenar-benarnya takwa kepada Allah SWT. Seperti dalam firman-Nya QS. Al Hasyr (59) ayat 18 Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. 

Senada dalam QS. At Taqabun (64) ayat 16 yang berbunyi maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Lalu apa yang kita dapatkan setelah kita memenuhi persyaratan yang Allah ajukan kepada kita? Tentunya sebuah kenikmatan yang tidak bisa kita bayangkan sebelumnya, seperti yang tertuang dalam firman-Nya QS. At Talaq (65) ayat 3 yang berbunyi dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.

Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. 

Waallahu aalam bishowab 

Penulis : Diyah Apriyani (G4) 


Bakat Setiaji Ketum 2017-2020