Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Agar Lisan Terhindar Api Neraka

Agar Lisan Terhindar Api Neraka

  • 2022-01-24 11:11:58
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

????Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 24 Januari  2022


Agar Lisan Terhindar Api Neraka
Oleh @umarhidayat75


"Perkataan yang baik dan memberi maaf lebih baik dari sedekah yang diikuti sesuatu yang menyakitkan..". (qs. Al Baqarah; 263). 

Ada kalimat bijak yang sering kita dengar, lisan orang yang berakal di belakang hatinya, sedang hatinya orang bodoh dibelakang lisannya. Umumnya orang bodoh bicara mengumbar lisannya tanpa dipikir terlebih dahulu. Sebab baginya merasa remeh akibat dari perkataannya. Sedang orang yang berakal dia selalu berpikir sebelum bicara. Memimbang apa yang diucapkan. 

Seperti Nabi pernah bersabda, "Sungguhnya seorang hamba berbicara dengan suatu kata yang tidak dipikir (baik burukna) sehingga dengan kata itu ia terjerumus ke neraka yang dalamnya lebih jauh antara jarak timur dan barat." (Mutafak 'alaih). 

Bagaimana dengan lisan kita?
Setiap kata punya cerita. Sebab kata tidak mungkin lahir dari jalan ceritanya, pasti ada latar belakangnya. Hanya orang mengalami gangguan jiwalah yang tuturnya tak bersanad. 

Setiap kalimat ada ruangnya. Sebab kalimat tidak muncul dari ruang hampa. Mungkin ia gema yang memantul dari sumbernya. Hanya orang yang mengalami amnesia yang lupa sumbernya. 

Lisan tak bisa mengelak dari isi hatinya. Sebab sesungguhnya lisan adalah tentaranya hati. Ia tak mungkin berucap tanpa sumber dari hati. Kecuali orang yang hatinya rusak. 

Lisan seorang Muslim sungguh ia terjaga. Sebab tidak akan lepas dari balutan dzikir mengingat Allah Swt. Ia akan merasa lebih baik diam dari pada berlisan yang penuh mudharat. Ia pasti jauh dari ghibah, namimah dan fitnah. Minimal ia akan berlisan sekaligus bernas. 

Kata Ibnu Rajab al-Hanbali, dalam Majmu Rasail 4/43, menasehatkan kita penuh kesejukan: "Boleh jadi, bergaul dengan manusia dengan tutur kata yang ahsan (baik), lebih baik, lebih mereka cintai daripada berbuat baik dengan cara memberikan harta kepada mereka." 

Menjaga pergaulan dengan lisan yang terjaga akan lebih baik. Karenanya Nabi menuntunkan jika kita tak bisa berkata yang baik, maka lebih baik diam. Tentu hal mengingat betapa dampak yang sangat buruk akibat buruknya perkataan kita. Lisan yang berkata tidak baik akan mampu melukai jiwa dan hati seseorang. Mungkin akan susah terobati. Bahkan mampu menjerumuskan sang empunya ke dalam api neraka. Mari kita menjaga lisan kita dengan sebaik-baiknya. 

Setiap kata ada cerita. Setiap kalimat ada ruangannya. Dan Lisan kita tak bisa mengelak dari isi hatinya. 

"Allâhumma-j‘al shamtî fikran wa nuthqî dzikran" Artinya: Wahai Allah, jadikanlah diamku berpikir, dan bicaraku berdzikir.


??•??•??•??•??•??
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/659/24/01/2022
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz
????????????????????????????