Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Menikah Itu Mendatangkan Pertolongan Allah

Menikah Itu Mendatangkan Pertolongan Allah

  • 2022-01-28 11:55:29
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

????Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Jumat, 28 Januari  2022

 

Menikah Itu Mendatangkan Pertolongan Allah
Oleh: @umarhidayat75


Jika mereka miskin, sungguh Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya ” maka menikahlah jangan bergantung sebab saja, tetapi niat menjaga kesucian diri dan cintanya; Ingatlah, Allah yang akan beri kecukupan. 

Dahsyatnya nafsu bisa mengubah segalanya. Bahaya laten bagi siapa pun. Bahkan ada yang mengungkap melawan hawa nafsu itu perang besar paska perang badar. Buktinya banyak orang dari berbagai profesi dan kalangan menjadi korban kehebatan hawa nafsu. Tak terkecuali hawa nafsu yang muncul diseputar cinta yang berujung nikah. 

Siapa sih yang tidak ingin segera ketemu jodohnya dan segera menikah? So pasti bagi mereka yang single  (apalagi single lillah) mendabakannya. Hanya yang patut "dicurigai"  adalah niatan untuk menikah karena apa? Karena harta, tahta atau cinta? Tentu semua ada konsekuensi dan resikonya. 

“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian mampu menikah maka hendaklah menikah karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Barang siapa tidak mampu (menikah) maka hendaklah ia berpuasa, karena (puasa) itu tameng baginya.” (HR. al-Bukhori: 1806). 

Nah, dibagian ketiga ini kita bicarakan mereka yang akan mendapatkan pertolongan Allah: (3) an naakih yuridu 'afaf; seseorang yang ingin menikah dengan tujuan menjaga kesucian diri. Memelihara kesucian diri di hadapan Allah dan manusia. Orang tersebut ingin melakukan pernikahan dengan tujuan agar dirinya terbebaskan dari kemudharatan nafsu dan menjaga kesucian diri. 

'Seperti Allah berfirman ; "Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (''iffah diri)-nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.'' (QS An Nuur: 33). Lafazh "Isti'faf" maksudnya adalah: “Permintaan untuk menjaga diri dari sebab-sebab kerusakan, menjauhkan diri dari syahwat kemaluan, dan menahan diri dari syahwat perut; yang dengan itu memungkinkan seseorang terjerumus dalam dosa dan binasa.   

Sekisah dalam Kitab Al-Jaza’ min Jinsil ‘Amal,  Al-‘Affani, diceritakan Abu Bakar Al-Miski (diberi gelar al miski, karena tubuhnya yang wangi) pernah ditanya, "Kami selalu mencium aroma wangi ketika bertemu dengan anda, apa rahasianya?" 

Al-Miski menjawab, “Demi Allah, aku tidak pernah memakai wewangian seumur hidupku. Adapun sebab tubuhku selalu wangi adalah; lalu dia menceritakan, dulu ada seorang wanita yang menggodaku, hingga ia mampu mengajakku ke dalam rumahnya lalu mengunci pintunya, kemudian ia memaksaku agar aku mau melayani nafsunya, sehingga aku rasakan dunia terasa begitu sempit. 

Maka aku berkata kepadanya; aku ingin membersihkan diriku dulu. Lalu ia menyuruh pembantunya mengantarkanku ke kamar kecil. Ketika aku berada di sana, akupun langsung mengambil kotoran yang berada di dalam kamar kecil itu dan melumurkannya ke seluruh tubuhku, kemudian aku kembali menemui wanita tersebut dengan tubuh yang berlumuran kotoran dan sangat bau. Ketika ia melihatku, iapun terkejut dan menyuruh pembantunya untuk mengusirku dari rumahnya. 

Aku segera pulang,  kemudian mandi dan membersihkan diriku. Ketika aku tidur di malam harinya, aku bermimpi ada seseorang yang berkata kepadaku; Engkau telah melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh siapapun, sungguh kami akan mengharumkan tubuhmu di dunia dan di akhirat. Ketika aku bangun maka aroma wangi menyelimuti diriku dan hal itu berlangsung sampai saat ini.” 

Begitu hebat ia menjaga kesucian dirinya hingga Allah anugerahi al miski bau wangi yang tak pernah hilang dari tubuhnya. Menjaga kesucian diri dan menjaga kesucian cintanya. Ia berusaha mewujudkan cinta sejatinya hanya untuk pasangan yang dipilihkan Allah untuknya. Betapa menakjubkan orang-orang seperti ini. 

Karenanya, hakikat cinta sejati itu ketika cintamu mengantarkan kedekatan padaNya (QS.9:24). Cinta yang muncul karena menjaga kesucian diri dari maksiat dan dosa. Cinta yang muncul dari rasa ingin menjaga dan melindungi serta ingin bersama hidup bahagia sedunia sesurga FirdausNya. 

Orang yang menikah dengan bertujuan menjaga kesucian dirinya inilah yang akan mendapatkan pertolongan Allah dalm kehidupannya, termasuk kehidupan saat menggayuh bahtera keluarganya. Mestinya ini menjadi inspirasi bagi para muda mudi yang akan dan sedang memasuki masa-masa gejolak cinta menuju pernikahannya. 

Bahkan jika laki-laki dan perempuan yang akan menikah itu miskin (fakir), tetapi pernikahan mereka lakkukan lillah serta demi menjaga kesucian diri (iffah), maka Allah akan memberikan (pertolongan berupa) kecukupan dalam kehidupannya. (Qs. AnNur:32-33). 

Tidakkah kamu yakin akan pertolongan Allah? Sungguh pertolongan Allah itu cepat dan dekat....


??•??•??•??•??•??
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/660/28/01/2022
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz
????????????????????????????