Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Menghadirkan Ramadhan Di Jiwa

Menghadirkan Ramadhan Di Jiwa

  • 2022-04-22 09:02:20
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

????Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 21 April 2022


Menghadirkan Ramadhan Di Jiwa
@umar_hidayat75


??? ????????? ?????????? ??????? ??????? ????? ??????? 

Inilah do’a yang sering dibaca oleh Nabi Muhammad Saw. Mengapa sering? Karena disanalah karakter hati yang sesungguhnya. Bahwa hati manusia itu selalu berubah dan yang paling kuasa membolak balikan hati adalah Allah Swt. Maka menjadi pantas untuk memohon pada sang Pemilik hati sesungguhnya agar hati kita tetap teguh dengan Islam.   

Kini Ramadhan telah datang di tengah-tengah kita. Bahkan sudah berjalan. Dan kita berada di dlamnya, tidak bisa menolaknya. Dan sungguh tidak ada seorang Muslim pun yang akan menolaknya, kecuali ia murtad. Sebagaimana disebutkan dalam al Quran surat al Baqarah ayat 183; Allah SWT menyebutkan kewajiban puasa dan mewajibkan kepada mereka yang mukmin yang mukallaf. Tidak ada peselisihan pendapat mengenai wajibnya. 
  
Dalam surat al Baqarah 185 tersebut kalimat: “…faman Syahida minkumusyahra falyashumhu…” artinya “….Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.….” maknanya  barangsiapa di antara kamu ada,  (barang siapa yang menyaksikan, artinya hadir), yakni hidup, di bulan itu dalam keadaan sudah akil balig, maka berpuasalah. Tetapi problemnya adalah adakah disetiap Muslim bisa menghadirkan momentum Ramadhan ini dengan baik, minimal pada dirinya? Ini tidak otomatis. Tidak serta merta. Tidak setiap Muslim merespon dengan kualitas yang sama. Mengapa? 

Menghadirkan diri dalam bulan Ramadhan atau menghadirkan Ramadhan dalam diri (jiwa) kita inilah yang tidak sama kualitasnya dalam diri kita. Ini membutuhkan dukungan positif dari Fisik, jiwa dan akal kita. Terutama jiwa. Setidaknya membutuhkan sikap “Membutuhkan dan mementingkan” dan “Menyempatkan dan mendahulukan.”  Bahwa menjalani puasa ini karena Allah, tidak sematamata hanya menjalankan kewajiban, tetapi bersebab kita “Membutuhkan dan mementingkan” dan “Menyempatkan dan mendahulukan” puasa itu dari yang lainnya. 

Yang dengan cara ini puasa terespon dengan kualitas yang paling baik. Dengan cara ini puasa yang kita jalani akan produktif, bermakna dan menghasilkan kemenangan, yakni taqwa.  

Bagaimana mungkin sesuatu (puasa dan amaliyahnya) yang kita “Membutuhkan dan mementingkan” dan “Menyempatkan dan mendahulukan” dijalankan dengan seenaknya, dengan seadanya, dengan semaunya saja, dengan sekenanya; tentu tidak. Ia akan hadirkan puasa dengan kualitas yang prima dan kualitas terbaik. 

Puasa akan produktif. Puasa akan menjadi move on, mengubah ke arah yang lebih baik. Dan untuk inilah kita selalu berdo’a kepada Allah agar diteguhkan hati kita dengan Islam ini dalam menjalankan puasa ini. Tanpa menghadirkan Ramadhan dalam jiwa, Ramadhan dan puasa ini akan hampa; hanya akan menghasilkan lapar dan dahaga. Sungguh merugilah orang yang seperti ini. 

Selamat berjuang….


??•??•??•??•??•??
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/675/21/04/2022
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz
????????????????????????????