Choose Your Color

Informasi

Kegiatan

INTROSPEKSI DIRI

INTROSPEKSI DIRI

  • 2020-10-05 19:40:59.019126
  • kepenulisan
  • Kegiatan

Pandemi atau epidemi, mungkin itu adalah dua hal yang hanya dimengerti oleh sebagian orang. Namun untuk kata yang satu ini sepertinya hampir seluruh negara di dunia mengetahuinya, covid-19 atau virus corona. Memangnya ada apa sih dengan covid-19? Seberapa pentingkah virus itu hingga sangat terkenal? Jangan pusing, karena ada juga kalangan manusia yang menyepelekannya. Akan tetapi tidak berarti juga kita berbuat seperti mereka. Lantas harus bagaimanakah kita bersikap?

Virus corona, tidak setiap mata bias memandangnya. Tidak setiap telinga bias mendengarnya. Bahkan, tidak setiap tangan bias merabanya. Mungkin virus ini sebagai bala tentara yang sangat cerdas. Mereka bergerak tanpa sepengetahuan manusia. Berpindah dari satu pulau ke pulau lain, hingga negara ke negara lain. Sangat cepat. Tanpa memerlukan lagipesawat  jet untuk melintasinya. Sangat kecil, mudah terbawa arus angin.

Sebenarnya siapa yang menciptakan makhluk sekecil itu? Siapa lagi kalau bukan Allah swt. Tuhan yang Maha Menciptakan seluruh makhluk di dunia ini. Dialah yang mengatur semua kehidupan di dunia. Matahari, planet, langit, awan, hujan, bumi, tumbuhan, manusia, dan para makhluk lainnya. Iya mungkin virus itu bias lahir ke dunia karena ulah sekelompok manusia. Namun, tanpa kehendak-Nya, virus itu tidak akan hidup. Mereka terus berkembang biak dari hari ke hari, bulan ke bulan, bahkan dari manusia satu ke manusia lainnya. Sebenarnya apa maksud dari adanya virus ganas ini?

Karena virus covid-19, dunia berubah. Perlahan kehidupan kota, mati. Tempat wisata sunyi, jalan-jalan sepi, serta kematian pun menghantui. Semua dokter berbondong-bondong menyalakan api semangat untuk menolong setiap orang yang terinfeksi. Tak luput juga, nyawa para dokter melayang karena harus bertemu sapa setiap hari dengan virus ini. Subhanallah. Sungguh ini kuasa-Mu ya Allah.

Duka lara merajalela. Rakyat kecil meronta karena PHK. Penghasilan tak tentu sering menyapa. Kini, hidup terasa susah dan gundah. Mencukupi kebutuhan pun sulit. Rezeki terasa sempit. Kita sebagai manusia bukan untuk mempersulit. Maka dari itu, kita sebagai seorang muslim, tetap harus bersyukur. Dunia dalam ujian. Mari kita tingkatkan iman bersama kitab suci Al-Qur'an.

Kegiatan yang biasanya dilakukan di kantor atau tempat kerja, sekarang semua dikerjakan di rumah. Walaupun ada beberapa pihak yang tetap mewajibkan bekerja di tempat kerja dengan memperhatikan protokol kesehatan. Alhasil, tidak sedikit muncul klaster atau sumber penularan virus yang baru. Pihak-pihak terkait pun harus berpikir keras lagi bagaimana solusinya.

Na'udzubillahi min dzalik

Banyak orang stres karena masalah kerjaan, ekonomi, pendidikan, dan masih banyaklagi. Ada orang tua yang rela menjadi pencuri ponsel demi anak di rumah belajar online. Ada ibu yang tega menganiaya anak hanya karena kesal pada anak yang tak kunjung paham materi belajar online. Astaghfirullahal 'adzim. Sungguh Allah sedang menguji umat manusia dengan adanya virus corona. Lantas apa yang seharusnya manusia lakukan?

Allah, Allah, dan Allah

Ibadah, ibadah, dan ibadah

Ayo kita sama-sama mengintrospeksi diri. Apakah masih ada yang salah dengan diri kita? Shalat kita? Ngaji kita? Mungkin ada satu hal yang kita campakkan selama ini. Kita cuek, tidak mau tahu, bahkan melihat pun tidak pernah. Astaghfirullah. Iya, kitab suci Al-Qur'an.  Berapa ayat yang telah kita baca dalam satu hari?

Sahabat, mari kita sama-sama membangun semangat saat pandemi ini, dengan terus mendekatkan diri pada Allah swt. Mendekatkan diri pada kitab agama kita, Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an adalah obat serta pemecah permasalahan yang kita alami. Al-Qur'an adalah segalanya.

Rasulullah saw bersabda, "Bacalah Al-Qur'an sebab ia akan dating member syafa'at pada hari kiamat kepada pemilik (pembaca, pengamal)-nya." (HR. Ahmad)

Tujuan kehidupan sebenarnya adalah akhirat. Tempat hidup kekal kelak nanti. Semoga kita semua digolongkan pada umat yang bertakwa dan selalu menjaga hubungan kita dengan Al-Qur'an. Aamiin.

 

Tentang Penulis

Tri Wahyuningsih adalah ibu dari satu orang anak perempuan yang saat init inggal di Kota Temanggung, Jawa Tengah. Selainsebagai ibu rumah tangga, ia juga mengabdi sebagai pengajar Taman Kanak-Kanak di desanya. Menulis adalah kegiatan yang ialakukan di waktu senggang. Setiap hari ia berusaha istikomah membaca Al-Qur’an satu juz per hari bersama komunitas ODOJ.