Choose Your Color

Informasi

Kegiatan

KOBARKAN SEMANGAT BERSAMA AL QUR’AN

KOBARKAN SEMANGAT BERSAMA AL QUR’AN

  • 2020-10-06 11:33:55.371806
  • Administrator
  • Kegiatan

Al Qur’an merupakan Kalamulllah yang diturunkan melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat terbesarnya. Nabi Muhammad dan umatnya terpilih untuk menerima Al Qur’an dari sekian banyak rasul dan umatnya terdahulu. Menerima Al Qur’an merupakan kenikmatan yang luar biasa sebab di dalamnya berisi petunjuk-petunjuk dalam meniti kehidupan yang sangat otentik. Dengan terpilihnya kita sebagai umat nabi Muhammad yang telah menerima sesuatu yang istimewa tersebut berupa Al Qur’an.Maka, kita harus banyak-banyak bersyukuratasNya. Namun, sangat disayangkan tidak jarang dari umat nabi Muhammad yang tidak menggunakan Al Qur’an sebagai petunjuk hidupnya.

Kasus tersebut sama halnya saat kita membeli mesin cuci. Di dalam kardusnya pasti ada mesin cuci dan yang tidak akan ketinggalan adalah buku kecil yang sangat berharga. Itu merupakan buku petunjuk. Buku petunjuk tersebut sudah disetting sedemikian rupa oleh pabriknya supaya mesin cuci tersebut bisa awet dan tidak ada kendala. Namun, diantara banyaknya pembeli mesin cuci tersebut, ada yang membaca buku petunjuk dan mempraktikkannya, ada yang hanya membaca tapi tidak mempraktikkan, dan ada juga yang mengabaikan buku tersebut dalam artian membukanya saja tidak. Apakah daya tahan dari mesin cuci tersebut akan sama jika dipakai oleh tiga golongan yang berbeda tersebut? Tentu saja beda. Mereka yang mau membaca buku dan mempraktikkan isi dari buku tesebut, mulai dari pemasangan awal hingga pemakaian akan sesuai dengan prosedur yang ada. InsyaAllah mesin cuci tersebut akan awet. Orang yang membaca saja ya sia-sia karena mereka udah tau yang benar dan yang salah tapi tidak mempraktikkan. Dan orang yang mengabaikan buku petujuk tersebut mulai dari pemasangan mungkin ada yang salah sehingga bisa menimbulkan konsleting listrik, untuk pemakaiannya pun seenaknya saja sehingga membuat mesin rusak dan sebagainya. Itulah contoh nyata yang dapat kita lihat perbedaan orang yang mau membaca dan mengikuti petunjuk dan yang mengabaikan semua itu.

Jadi terus istiqomah untuk belajar dan belajar. Kapanpun dan dimanapun khusunya dalam memahami isi Al Qur’an.  Allah telah berjanji akan member kemudahan bagi siapa saja yang mempelajari Al Qur’an sebagaimana dalam Qur’an surat Al Qamarayat 32:

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Janji Allah itu pasti benar. Pesan dari Allah dalam ayat tersebut harusnya menggugah semangat kita untuk mempelajari Al Qur’an. Semangat tersebut harus kita kobarkan sampai kapanpun tanpa memandang usia. Dan yang terpenting dari semua itu adalah pengamalannya. Setelah kita memahami satu ayat saja, hendaknya kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kembali pada tujuan awal yaitu Al Qur’an sebagai petunjuk hidup. Maka dari itu pahami maksud dan amalkan isi dari Al Qur’an   tersebut dalam kehidupan sehari-hari. InsyaAllah kita mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Aamiin

Tentang Penulis:

Indah Dwi Oktavianti Mahasiswi Pendidikan Agama Islam semester 5 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.Musyrifah Pusat Ma’had Al Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu penulis dalam antologi KUTEMUKAN CINTA-MU bersama para ODOJERS lainnya, diterbitkan oleh penerbit Republika. Temukan aktivitas Indah dalam ignya: @indah.oktavianti

Al Qur’an merupakan Kalamulllah yang diturunkan melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat terbesarnya. Nabi Muhammad dan umatnya terpilih untuk menerima Al Qur’an dari sekian banyak rasul dan umatnya terdahulu. Menerima Al Qur’an merupakan kenikmatan yang luar biasa sebab di dalamnya berisi petunjuk-petunjuk dalam meniti kehidupan yang sangat otentik. Dengan terpilihnya kita sebagai umat nabi Muhammad yang telah menerima sesuatu yang istimewa tersebut berupa Al Qur’an.Maka, kita harus banyak-banyak bersyukuratasNya. Namun, sangat disayangkan tidak jarang dari umat nabi Muhammad yang tidak menggunakan Al Qur’an sebagai petunjuk hidupnya.

Kasus tersebut sama halnya saat kita membeli mesin cuci. Di dalam kardusnya pasti ada mesin cuci dan yang tidak akan ketinggalan adalah buku kecil yang sangat berharga. Itu merupakan buku petunjuk. Buku petunjuk tersebut sudah disetting sedemikian rupa oleh pabriknya supaya mesin cuci tersebut bisa awet dan tidak ada kendala. Namun, diantara banyaknya pembeli mesin cuci tersebut, ada yang membaca buku petunjuk dan mempraktikkannya, ada yang hanya membaca tapi tidak mempraktikkan, dan ada juga yang mengabaikan buku tersebut dalam artian membukanya saja tidak. Apakah daya tahan dari mesin cuci tersebut akan sama jika dipakai oleh tiga golongan yang berbeda tersebut? Tentu saja beda. Mereka yang mau membaca buku dan mempraktikkan isi dari buku tesebut, mulai dari pemasangan awal hingga pemakaian akan sesuai dengan prosedur yang ada. InsyaAllah mesin cuci tersebut akan awet. Orang yang membaca saja ya sia-sia karena mereka udah tau yang benar dan yang salah tapi tidak mempraktikkan. Dan orang yang mengabaikan buku petujuk tersebut mulai dari pemasangan mungkin ada yang salah sehingga bisa menimbulkan konsleting listrik, untuk pemakaiannya pun seenaknya saja sehingga membuat mesin rusak dan sebagainya. Itulah contoh nyata yang dapat kita lihat perbedaan orang yang mau membaca dan mengikuti petunjuk dan yang mengabaikan semua itu.

Jadi terus istiqomah untuk belajar dan belajar. Kapanpun dan dimanapun khusunya dalam memahami isi Al Qur’an.  Allah telah berjanji akan member kemudahan bagi siapa saja yang mempelajari Al Qur’an sebagaimana dalam Qur’an surat Al Qamarayat 32:

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Janji Allah itu pasti benar. Pesan dari Allah dalam ayat tersebut harusnya menggugah semangat kita untuk mempelajari Al Qur’an. Semangat tersebut harus kita kobarkan sampai kapanpun tanpa memandang usia. Dan yang terpenting dari semua itu adalah pengamalannya. Setelah kita memahami satu ayat saja, hendaknya kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kembali pada tujuan awal yaitu Al Qur’an sebagai petunjuk hidup. Maka dari itu pahami maksud dan amalkan isi dari Al Qur’an   tersebut dalam kehidupan sehari-hari. InsyaAllah kita mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Aamiin

Tentang Penulis:

Indah Dwi Oktavianti Mahasiswi Pendidikan Agama Islam semester 5 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.Musyrifah Pusat Ma’had Al Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu penulis dalam antologi KUTEMUKAN CINTA-MU bersama para ODOJERS lainnya, diterbitkan oleh penerbit Republika. Temukan aktivitas Indah dalam ignya: @indah.oktavianti