Choose Your Color

Informasi

Kegiatan

Pahlawan Sepanjang Masa

Pahlawan Sepanjang Masa

  • 2020-10-22 09:47:36.358418
  • kepenulisan
  • Kegiatan

Sahabatku, hari terasa tidak bermakna jika mulut tak mengucap shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Sebagaimana firman Allah swt dalam Surah Al-Ahzab ayat 56, sebagai berikut:

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (Surah Al-Ahzab [33] ayat 56).

Mengucap shalawat dan salam adalah salah satu bukti kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah. Memang, kedua mata kita belum pernah melihat. Namun, hati yang merasakannya. Rindukah kita kepada Baginda Muhammad saw? Rindu seperti apakah itu?

Sungguh beruntung orang-orang saleh yang pernah bertemu dengan Rasulullah meski hanya lewat mimpi. Kerinduan mendalam akan sedikit terobati. Namun, bagaimana dengan yang lainnya? Orang beriman yang selalu berharap akan berjumpa dengan Rasulullah di mimpinya. Akan tetapi belum Allah kabulkan. Sabar, semoga kelak akan bertemu di surga. Aamiin.

Kapan Nabi Muhammad saw lahir?

Siapa nama ibu dan ayah Nabi Muhammad?

Berapa istri Rasulullah?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu seringkali menjadi bahan untuk mengukur seberapa besar rasa cinta kita kepada Baginda Rasulullah. Dan tidak sedikit orang yang belum mengetahuinya.

Apakah kita terlalu lalai? Kita hanya sekadar tahu bahwa nabi kita adalah Nabi Muhammad saw. Tanpa harus mempelajari kehidupan Rasulullah ribuan tahun yang lalu. Padahal banyak sekali pelajaran yang bisa kita jadikan sebagai teladan.

Pada setiap detiknya, Nabi Muhammad saw adalah seorang pahlawan. Berbagai perang Beliau hadapi. Melawan musuh kaum musyrikin yang selalu mencoba menggoyahkan iman para pemeluk islam. Perang badar, perang uhud, khandaq, dan lainnya. Bukan hanya perang adu kata atau lisan, tetapi berperang dengan senjata. Pedang, lembing dan panah. Dan semua itu adalah untuk membela agama Allah. Agama yang membawa kebenaran.

Cobalah sekali kita menengok sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw. Contoh saja pada saat perang uhud. Dimana Rasulullah selalu bersikap adil, cerdas dan cinta kepada umatnya. Membangun strategi jitu untuk mengalahkan musuh, kaum Quraisy. Berperang melawan kurang lebih 3000 personel, sedangkan pasukan muslimin hanya berjumlah 1000 personel. Dan itupun berkurang 300 personel dikarenakan gembong munafik yang memengaruhi keteguhan iman para personel. Lantas apa yang terjadi?

Iya, Muhammad is My Hero. Kecerdasannya dalam menyusun strategi perang membuahkan hasil kemenangan. Meskipun Baginda Rasul juga harus kehilangan para sahabat setianya saat berjuang membela agama Allah. Salah satunya Hamzah.

Saat Rasulullah menghampiri jenazah para syuhada, beliau bersabda: "Aku menjadi saksi bagi mereka ini. Tidak satupun luka yang terjadi karena Allah, kecuali Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan lukanya mengeluarkan darah, warnanya merah darah, tetapi baunya seperti minyak kesturi."

Sungguh Nabi Muhammad adalah orang pilihan yang selalu mencintai umatnya yang berjuang membela agama Allah, hingga rela kehilangan nyawanya.

Apalagi hal yang wajib kita contoh dari Rasulullah? Salat wajib. Iya benar. Meski dalam keadaan berperangpun, beliau tetap menunaikan kewajibannya. Salat lima waktu. Dalam kondisi tertekan, terhimpit, hingga terluka parah. Sabetan pedang, hujaman panah, tak pernah membuat beliau meninggalkan salat. Begitu juga dengan sahabat-sahabatnya.

Bagaimana dengan kita? Terluka karena satu sayatan kecil pisau langsung menjadi alasan, "kan lagi sakit. Nggak bisa salat." Astaghfirullah. Adakah surga yang mau menampung kita?

 

 

Tentang Penulis

Tri Wahyuningsih adalah ibu dari satu orang anak perempuan yang saat ini tinggal di Kota Temanggung, Jawa Tengah. Selain sebagai ibu rumah tangga, ia juga mengabdi sebagai pengajar Taman Kanak-Kanak di desanya. Menulis adalah kegiatan yang ia lakukan di waktu senggang. Setiap hari ia berusaha istikomah membaca al-Quran satu juz per hari bersama komunitas odoj.

Sahabatku, hari terasa tidak bermakna jika mulut tak mengucap shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Sebagaimana firman Allah swt dalam Surah Al-Ahzab ayat 56, sebagai berikut:

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (Surah Al-Ahzab [33] ayat 56).

Mengucap shalawat dan salam adalah salah satu bukti kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah. Memang, kedua mata kita belum pernah melihat. Namun, hati yang merasakannya. Rindukah kita kepada Baginda Muhammad saw? Rindu seperti apakah itu?

Sungguh beruntung orang-orang saleh yang pernah bertemu dengan Rasulullah meski hanya lewat mimpi. Kerinduan mendalam akan sedikit terobati. Namun, bagaimana dengan yang lainnya? Orang beriman yang selalu berharap akan berjumpa dengan Rasulullah di mimpinya. Akan tetapi belum Allah kabulkan. Sabar, semoga kelak akan bertemu di surga. Aamiin.

Kapan Nabi Muhammad saw lahir?

Siapa nama ibu dan ayah Nabi Muhammad?

Berapa istri Rasulullah?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu seringkali menjadi bahan untuk mengukur seberapa besar rasa cinta kita kepada Baginda Rasulullah. Dan tidak sedikit orang yang belum mengetahuinya.

Apakah kita terlalu lalai? Kita hanya sekadar tahu bahwa nabi kita adalah Nabi Muhammad saw. Tanpa harus mempelajari kehidupan Rasulullah ribuan tahun yang lalu. Padahal banyak sekali pelajaran yang bisa kita jadikan sebagai teladan.

Pada setiap detiknya, Nabi Muhammad saw adalah seorang pahlawan. Berbagai perang Beliau hadapi. Melawan musuh kaum musyrikin yang selalu mencoba menggoyahkan iman para pemeluk islam. Perang badar, perang uhud, khandaq, dan lainnya. Bukan hanya perang adu kata atau lisan, tetapi berperang dengan senjata. Pedang, lembing dan panah. Dan semua itu adalah untuk membela agama Allah. Agama yang membawa kebenaran.

Cobalah sekali kita menengok sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw. Contoh saja pada saat perang uhud. Dimana Rasulullah selalu bersikap adil, cerdas dan cinta kepada umatnya. Membangun strategi jitu untuk mengalahkan musuh, kaum Quraisy. Berperang melawan kurang lebih 3000 personel, sedangkan pasukan muslimin hanya berjumlah 1000 personel. Dan itupun berkurang 300 personel dikarenakan gembong munafik yang memengaruhi keteguhan iman para personel. Lantas apa yang terjadi?

Iya, Muhammad is My Hero. Kecerdasannya dalam menyusun strategi perang membuahkan hasil kemenangan. Meskipun Baginda Rasul juga harus kehilangan para sahabat setianya saat berjuang membela agama Allah. Salah satunya Hamzah.

Saat Rasulullah menghampiri jenazah para syuhada, beliau bersabda: "Aku menjadi saksi bagi mereka ini. Tidak satupun luka yang terjadi karena Allah, kecuali Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan lukanya mengeluarkan darah, warnanya merah darah, tetapi baunya seperti minyak kesturi."

Sungguh Nabi Muhammad adalah orang pilihan yang selalu mencintai umatnya yang berjuang membela agama Allah, hingga rela kehilangan nyawanya.

Apalagi hal yang wajib kita contoh dari Rasulullah? Salat wajib. Iya benar. Meski dalam keadaan berperangpun, beliau tetap menunaikan kewajibannya. Salat lima waktu. Dalam kondisi tertekan, terhimpit, hingga terluka parah. Sabetan pedang, hujaman panah, tak pernah membuat beliau meninggalkan salat. Begitu juga dengan sahabat-sahabatnya.

Bagaimana dengan kita? Terluka karena satu sayatan kecil pisau langsung menjadi alasan, "kan lagi sakit. Nggak bisa salat." Astaghfirullah. Adakah surga yang mau menampung kita?

 

 

Tentang Penulis

Tri Wahyuningsih adalah ibu dari satu orang anak perempuan yang saat ini tinggal di Kota Temanggung, Jawa Tengah. Selain sebagai ibu rumah tangga, ia juga mengabdi sebagai pengajar Taman Kanak-Kanak di desanya. Menulis adalah kegiatan yang ia lakukan di waktu senggang. Setiap hari ia berusaha istikomah membaca al-Quran satu juz per hari bersama komunitas odoj.