Choose Your Color

Informasi

Kegiatan

PENYAYANG SEPERTI RASULULLAH SAW

PENYAYANG SEPERTI RASULULLAH SAW

  • 2020-10-22 10:04:50.015052
  • kepenulisan
  • Kegiatan

Dari sosok sang nabi kita banyak belajar tentang sikap penyayang. Ia adalah sosok suami yang paling lembut terhadap istri-istrinya. Ia pun adalah sosok ayah yang paling penyayang terhadap anak-anaknya.

            Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Alquran surat Al-Anbiya : 107 yang artinya:

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

            Rasulullah diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Arti rahmat dalam ayat ini adalah kasih sayang. Hal ini menunjukkan bahwa nabi dipenuhi oleh kasih sayang yang akan beliau sebarkan ke seluruh alam.

            Kita sebagai umat Rasulullah, harus dapat meneladani sikap penyayang ini. Terutama sikap kita kepada keluarga terdekat, istri dan anak. Dalam sebuah hadist Rasulullah berkata. “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku” (HR. At-Tirmidzi).

Menjadi suami yang baik dan lembut contohnya adalah tidak membentak istri, membantu mengurusi rumah dan memenuhi keperluan rumah tangga.Diharapkan dengan lembutnya sikap suami, maka akan meminimalkan konflik dengan istri. Tidak akan ditemui lagi kata-kata kasar dan cacian, ketika suami dan istri berbeda  pandangan. Semuanya dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan penuh kelembutan.

            Sedangkan untuk sikap penyayang kepada anak sudah banyak dicontohkan oleh Rasulullah SAW.  Ketika beliau sedang salat, kedua cucu beliau, Hasan dan Husen bermain naik ke atas punggung beliau. Rasulullah menunggu hingga kedua cucunya turun sendiri kemudian melanjutkan salatnya.

            Selain itu, rasulullah sering menciumi dan mengusap lembut ubun-ubun anak-anak yang beliau temui.Tak jarang Rasulullah memberi mereka hadiah. Rasulullah sangat menyayangi anak-anak. Itulah yang kita harus lakukan sebagai orang tua. Jangan sampai kita menjadi sosok orang tua kasar dan pemarah.

Namun, jadilah sosok orang tua yang penuh kelembutan. Anak adalah amanah yang telah Allah berikan pada kita, yang harus kita penuhi hak-haknya dengan baik. Mendidiknya, memberikan kebutuhannya, mencurahinya dengan kasing sayang yang melimpah.

Saat prilaku anak membuat kita rasanya ingin marah, maka saat itu beristighfarlah, tanamkan dalam pikiran kita, sesungguhnya makhluk mungil itu belum tahu jika ia melakukan kesalahan. Setelah mencoba bersikap tenang, kemudian berilah pengertian dan pembelajaran pada sang anak. Agar kelak ia tidak mengulangi perbuatannya itu.

Jadilah orang tua yang penyabar dalam menghadapi setiap tingkah polah anak yang luar biasa. Temani hari-harinya dengan penuh kelembutan, biarkan ia tumbuh dan berkembang dengan penuh kebahagian, karena ia merasakan ayah dan ibunya sangat menyayanginya.

Jangan sampai ada anak yang trauma karena selalu dibentak dan diperlakukan kasar oleh orang tuanya. Sedih rasanya jika mendengar hal ini sampai terjadi. Padahal sudah jelas Rasulullah memberikan teladan pada kita agar menyayangi anak-anak. Semoga kita semua dapat meneladani sikap penyayang Rasulullah ini. Aamiin.

Artikel Web One Day One Juz, Rasulullah is My Hero

Divisi Kepenulisan ODOJ, Oktober 2020

Tentang Penulis

Penulis bernama lengkap Siti Setiawati. Lebih akrab dipangil Tia, tinggal di Kota Sukabumi. Najma Rain Hawari adalah nama pena penulis yang juga digunakan sebagai nama di akun media sosialnya. Merupakan admin ODOJ Grup 579 dan 1933 Fasil 05. Tulisannya termuat dalam beberapa buku antologi, salah satunya buku bersama para odojer yang berjudul “Kutemukan Cinta-Mu” yang diterbitkan oleh Republika.