Choose Your Color

Informasi

Kegiatan

MENJADI PAHLAWAN LAYAKNYA RASULULLAH

MENJADI PAHLAWAN LAYAKNYA RASULULLAH

  • 2020-10-22 10:11:26.73606
  • kepenulisan
  • Kegiatan

Berbicara mengenai pahlawan, pasti kita tidak akan lupa dengan sosok pahlawan revolusi dunia. Berkat jasa beliau bisa merubah dunia yang berada dalam kegelapan menuju terang benderang. Jasa-jasanya telah melegenda seantero dunia.  Ya, tidak lain dan tidak bukan beliau adalah Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW bisa mengubah dunia sebab keberhasilan dakwahnya. Namun, dakwah tersebut tentu tidak luput dari berbagai tantangan dan hambatan. Sebab, saat itu pengikut Rasulullah masih sangat sedikit dan tidak sebanding dengan para penentangnya. Sehingga penindasan berupa fisik maupun psikis kerap kali ditujukan kepada Nabi Muhammad beserta sahabat-sahabatnya. Berkah kesabaran dan ketabahan Rasulullah, berbagai tantangan tersebut bisa dihadapi dan berbuah keberhasilan. Yang paling memukau dari dakwah Nabi Muhammad tersebut yaitu masih bisa dirasakan hingga saat ini dan Insya Allah sampai yaumul akhir.

Selain itu, akhlak yang tercermin dalam diri beliau yang sangat mulia, baik dalam menghadapi pengikut maupun penentangnya sebagai salah satu faktor keberhasilan dakwah. Dengan melihat akhlak Rasulullah pun sudah membuat orang-orang mengaguminya.  Allah berfirman dalam Q.S Al Qalam ayat 4: “ Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar benar berbudi pekerti yang agung.” Maka dari itu, Islam yang dibawa Rasulullah merupakan rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam).

Agar Islam yang rahmatan lil alamin bisa terasa sampai saat ini, maka apapun aktivitas dan pekerjaan kita, usahakan bisa menjadi pahlawan layaknya Rasulullah. Salah satu cara dengan mengajak kebaikan pada orang lain. Tentu, harus diawali dari diri kita terlebih dahulu. Setelah itu, mengajak orang lain dengan cara baik seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah. Allah juga berfirman dalam Q.S An Nahl ayat 125: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan Mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang orang yang mendapat petunjuk.”

Namun, poin terpenting dalam mengajak kebaikan kita niatkan semata-mata untuk mencari rida Allah bukan agar disebut pahlawan oleh manusia. Jika niat kita sudah bersih dan ternyata kita dianggap pahlawan oleh orang lain, itu hanyalah bonus semata. Dan jangan sampai keadaan tersebut menjadikan kita lalai denganNya, seharusnya lebih mendekat kepadaNya.

Tentang Penulis:

Indah Dwi Oktavianti. Mahasiswi Pendidikan Agama Islam semester 5 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Musyrifah Pusat Ma’had Al Jami’ah. Anggota Odalf G-455. Salah satu penulis dalam antologi KUTEMUKAN CINTA-MU bersama para Odojers lainnya, diterbitkan oleh penerbit Republika. Temukan aktivitas Indah dalam ig-nya: @indah.oktavianti