Choose Your Color

Informasi

Kegiatan

SEBAIK-BAIK PANUTAN

SEBAIK-BAIK PANUTAN

  • 2020-10-23 10:22:44.113076
  • kepenulisan
  • Kegiatan

Segala puji hanya patut diberikan kepada pemberi hidayah, Allah Azza wa jala. Dan teriring sholawat untuk panutan seluruh manusia di muka bumi, Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wa Salam. Sebagai umat Islam, sudah selayaknya kita bangga dengan nikmat ini. Nikmat iman, nikmat agama sebagai tuntunan, dan diberikan sosok suri tauladan yang relevan dengan zaman. Beliau sosok pilihan yang telah Allah kirimkan untuk kita.

Dalam Al Qur’an telah allah firmankan ayatnya yang berbunyi,

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(Al Ahzab: 21)

Saya yakin kita semua sudah sering membaca kisahnya, hikmah dari setiap perbuatan yang beliau jalankan. Beliaulah sosok, pemimpin perang, ayah, suami, sahabat, kakek, yang menjadi inspirasi. Jika kita ingin membangun sebuah rumah tangga tak hanya di dunia namun di akhirat, mari kita baca sedikit kisah beliau bersama istri maupun anak dan orang disekitarnya.

Rasulullah senantiasa meminta izin kepada istrinya. Aisyah bercerita, “Suatu malam ketika dia tidur bersamaku dan kulitnya sudah bersentuhan dengan kulitku, dia berkata, ‘Ya Aisyah,izinkan aku beribadah kepada Tuhanku.’ Aku berkata, ‘Sesungguhnya aku senang merapat denganmu, tetapi aku juga senang melihatmu beribadah kepada Tuhanmu.’ Dia bangkit mengambil gharaba air, lalu berwudhu. Ketika berdiri shalat, kudengar ia terisak-isak menangis hingga air matanya membasahi janggut. Dia lalu bersujud dan menangis hingga lantai pun basah oleh air mata. Dia lalu berbaring dan menangis hingga datanglah Bilal untuk memberitahukan datanglah waktu subuh”.

Aisyah melanjutkan, “Bilal berkata, ‘Ya Rasulullah kenapa engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu, baik yang terdahulu maupun yang akan datang.’ ‘Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur? Kata Rasulullah, ‘Aku menangis karena malam tadi Allah telah turunkan ayat kepadaku, ‘Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.” Nabi lalu bersabda, ‘Celakalah orang yang membaca ini namun tidak merenungkannya.

Rasulullah adalah sosok yang romantis. Ia mempunyai panggilan sayang kepada istrinya. Beliau pernah memanggil Aisyah dengan sebutan Muwaffaqah (wanita yang diberi petunjuk). Yang sudah tak asing di telinga, yaitu panggilan Humaira (yang pipinya bersemu merah jambu) atau ‘Aisy. Juga ketika ibunda kita, Aisyah, tengah merasa amat rindu untuk melahirkan anak dan menjadi seorang ibu. Ketika itu Aisyah, membawa ke hadapan Rasulullah SAW bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan oleh Asma’ binti Abu Bakar, saudara perempuannya. Lalu Rasulullah memberi nama panggilan Ummu Abdullah (ibunya Abdullah).

Rasulullah sangat menyukai anak kecil. Beliau tak malu bermain dengan anak kecil, bahkan menciumnya. Sebagaimana dikutip dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mencium Al Hasan bin Ali, cucu beliau dari pernikahan Fathimah Az Zahra dan Ali bin Abi Thalib. Al Aqra berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak. Tidak ada satupun yang pernah aku cium.” Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.”

Rasulullah adalah seorang pemimpin yang terkenal di langit dan bumi. Beliau penuh kesederhanaan hidup, bijaksana dan dekat dengan umatnya. Rasulullah tidak sulit ditemui, baik kalangan budak maupun bangsawan. Beliau mudah bergaul dengan siapa saja, bercanda dan berperang bersama-sama. Abdullah bin Abbas, pernah mengatakan bahwa tidak ada yang lebih dermawan yang ia temui selain Rasulullah. Terlebih ketika bulan Ramadhan, “Kedermawanan Rasulullah bagaikan angin berhembus karena sangat mudahnya beliau bersedekah.”

Dikutip dari  buku, Hari-Hari Bersama Rasulullah, William Moir, seorang pujangga asal Perancis, mengungkapkan kekagumannya,

“Sederhana dan mudah adalah gambaran hidupnya. Perasa dan adabnya adalah sifat yang paling menonjol dalam pergaulan beliau dengan pengikutnya yang paling rendah sekalipun. Tawaduk, sabar, penyayang, dan mementingkan orang lain lagi dermawan adalah sifat yang selalu menyertai pribadinya dan menarik simpati orang-orang disekitarnya.”(end)

Tentang Penulis

Penulis adalah Aprilia Ayu (ODOJ G1242), seorang ODOJer dari Pacitan, Jawa Timur. Sekarang ia berdomisili di Solo. Pembaca dapat melihat instagramnya: @april_ayy atau menghubungi ke email apriliafarmasi@gmail.com.