Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Sudahlah, Biasa Saja

Sudahlah, Biasa Saja

  • 2020-12-14 09:28:58.191156
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Oleh: @umarhidayat75


Dimanapun kita berada akan ketemu orang yang tidak suka, ada yang benci, ada yang dengki. Betapa pun kita sudah berbaik-baik, berbuat baik yang terbaik. Mungkin menghindar tak bisa. 
Kali ini bisa, tapi di tempat lain akan ketemu pula. 

Sudahlah, biasa saja... tidak usah hiraukan. Nanti kalau capek dia akan diam sendiri. 
Atau biarlah Allah yang mendiamkannya. 
Jangan terpengaruh dan jangan membuat kita berpaling dari syari'at Allah. 

Memang mereka kerjaannya begitu. 
Kalau mereka tidak melakukan itu, malah bertambah orang lain yang berprilaku meniru mereka. 
Jadi pandemi keburukan. Mereka semakin kita lawan, semakin kita tanggapi, mereka semakin ke tempat. Semakin mendapat panggung. 
Semakin bahagia mereka. 
Semakin menjadilah mereka. 
Maka diamkan. Tak usah tanggapi. 
Biasa saja... 

Kenapa iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam as? Sebab, iblis sangat dengki terhadapnya. 
Karena itu, barang siapa di antara kita memiliki sifat dengki, maka sungguh kita telah memiliki salah satu sifat iblis. 
Rasulullah SAW bersabda, "Melepaskan dua ekor srigala lapar di kandang kambing tidak lebih besar bahayanya di bandingkan dengan seorang Muslim yang rakus terhadap harta dan dengki terhadap agama. Sesungguhnya dengki itu memakan habis kebaikan, seperti api melalap habis kayu".
(HR. At-Tirmidzi) 

Seorang pendengki hidupnya tidak akan mulia di dunia. 
Jika kelak mati, ia akan mendapatkan kedudukan yang teramat hina di hadapan Allah. 
Sungguh Malaikat pun muak dengan para pendengki. 

Seorang fotografer kehidupan terlihat amatir, Phoo Chan, 
menangkap adegan mengagumkan dua burung  baru-baru ini di langit Seabeck, Washington. 

Menurut laporan Chan pada Daily Mail, ia mengira si gagak sedang mengejar burung pemakan daging tersebut keluar teritori – tingkah laku yang pernah dilihatnya sebelumnya. Namun, respons si elang mengejutkannya. “Si elang tidak khawatir dan tetap terbang seakan-akan tidak ada apa-apa,” 
ungkapnya. “Saya pikir si gagak memutuskan mendarat di si elang karena ia tidak bereaksi saat diganggu, sehingga ia mendarat sejenak dan terbang lagi.”
Tumpangan itu hanya berlangsung dalam hitungan detik. “Akhirnya, si gagak terbang dan si elang kembali berburu sarapannya”,  lapor Chan. 

Seekor burung gagak dengan bulu dan warna kulit serba hitam sering diidentikan dengan perilaku buruk karena tingkahnya yang penganggu, pemburu dan pemakan burung. Dikisahkan, dikutip dari Wall Tantin P, saat seekor burung rajawali sedang keluar terbang, seringkali seekor gagak akan datang mengikutinya dari belakang dan mulai mengganggu, mengolok-ngoloknya bahkan membuatnya jengkel. 

Untuk mengusir musuhnya, rajawali hanya merentangkan sayapnya sepanjang 8 kaki, memperhatikan tekanan udara serta naik lebih tinggi hingga ia mencapai ketinggian tertentu di mana tidak ada burung lain yang dapat terbang. Bahkan burung gagakpun tidak bisa bernafas di sana. 

Mari belajar dari fenomena alam ini, dengan cara sama, jika kita ingin menyingkirkan “gangguan”, kita tidak perlu meladeni para pendengki, kita hanya perlu naik lebih tinggi dan mulia, jangan pernah turun ke bawah dan menjadi orang yg hina.

Tak bolehlah dengki pada siapa pun kecuali kepada dua orang : Orang yang diberi al-Qur’ân oleh Allâh kemudian ia melaksanakannya di pertengahan malam dan pertengahan siang, dan orang yang diberi harta oleh Allâh kemudian ia menginfakkannya di pertengahan malam dan pertengahan siang. (Shahih. HR. Bukhari)

Jadi kepada para pendengki, sikap kita biasa sajalah.... 
Kita hanya butuh menaikan kualitas kemuliaan kita.


◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/567/14/12/2020
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸