Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Jangan Biarkan Sampah di Hatimu

Jangan Biarkan Sampah di Hatimu

  • 2020-07-27 14:57:48.543698
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Oleh: @umarhidayat75

 

Jangan biarkan sampah itu nyampah dimana-mana; di rumahmu, di lingkunganmu, di pikiranmu, bahkan di hatimu...

Ketika pindahan ada satu barang yang lupa tidak dibawa. Kemudian aku ambil segera. Bukan masalah harga barang atau wujudnya, tetapi sejarah dan fungsinya yang bernilai. Pingin tahu barang itu? 


Tong Sampah

Bukan berita baru, sampah menjadi masalah di mana-mana, tidak hanya di negara miskin, tetapi juga negara berkembang dan bahkan negara maju. Ingat beberapa waktu lalu ada negara yang menjual sampah dengan bahas kerennya ekspor sampah.

Tong sampah pasti isinya sampah. Hebatnya tukang sampah iya tidak hanya membereskan dan membersihkan sampah; tetapi memilah dan memilih sampah untuk mencari ada yang bisa diambil manfaatnya, ada yang tidak. Ada yang bisa di daur ulang ada yang tidak. Bahkan sekarang sedang digalakkan "Bank Sampah".

Soal sampah tidak sekedar soal barang sisa, tetapi sosio kultural dan kebiasaan hidup yang membentuk karakter seseorang setidaknya bisa dilihat dari perilakunya terhadap sampah.

Apa hubungannya dengan tong sampah? Kita hidup juga banyak sekali residu sampah yang mesti rajin dibersihkan untuk menjaga kesehatan. Jika sampah dibiarkan begitu saja akhirnya menumpuk akan menjadi masalah yang besar. 

Hari ini aku bawa tong sampah dari rumah lama, bukan karena semata barangnya, tetapi agar residu dan energi negatif di tempat tinggal lama terbersihkan atau terkelola dengan baik. Sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Begitupun kiranya dalam kehidupan kita.

Dalam hidup ini ada yang sering terlupa untuk dibersihkan, yakni hati. Bahkan harus sesering mungkin. Dari hati segala bermula dan berakhir. Bila hati bersih sinarnya akan mempengaruhi kehidupannya bahkan terfiberasi pada orang-orang disekitarnya. Aura diri menjadi aura kehidupan.

Bayangkan jika hati penuh dengan kotoran apalagi sampah? Maka pancaran sinar auranya akan terhambat atau yang terpancar aura negatif yang juga akan mempengaruhi kehidupannya. Bahkan sampah hati jauh lebih berbahaya ketimbang sampah lainnya. Letaknya di dalam, di pusat energi kehidupan.

Jika hati sudah terlanjur kotor jangan biarkan semakin menjadi. Bersihkan dan bersihkan. Caranya sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air." Beliau ditanya "Wahai Rasulullah, bagaimana cara membersihkan-nya?" Rasulullah bersabda, "Memperbanyak mengingat maut dan membaca Al-Qur'an." (HR. Al-Baihaqi)

Syeikh Athai'ilah dalam kitabnya Taj Al'arus mengenalkan bagaimana caranya membersihan dan membeningkan hati, yakni dengan berdzikir, banyak diam, banyak khalwat dan mengurangi makan dan minum.

 

AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/533/27/07/2020