Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Obsesi Laron Mencari Cahaya

Obsesi Laron Mencari Cahaya

  • 2021-02-15 11:53:47.778978
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

๐ŸกOase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 15 Februari 2021


Obsesi Laron Mencari Cahaya
Oleh: @umarhidayat75


Tak ada yang sia-sia dari semua ciptaan Allah (QS. Shad (38): 27).
Bahkan pada makhluk yang kita pandang hina dan tak berguna.
Hanya kefakiran kita-lah yang membuat miskin pengetahuan dan sering bertindak masa bodoh pada makhluk-Nya.
Apalagi mengambil pelajaran darinya, jauh panggang dari api.
Susah rasanya. 

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari seekor laron?
Ketika masih muda, serangga ini belum memiliki sayap dan disebut dengan rayap.
Lalu saat dewasa sayapnya akan tumbuh dan berubah menjadi laron.
Hewan ini sering muncul pada saat memasuki musim hujan. 

Dalam laman Pest World disebutkan bahwa rayap merupakan salah satu spesies hewan yang sudah ada sejak zaman purba.
Banyak fosil membuktikan bahwa rayap sudah ada sejak 120 juta tahun lalu.
MasyaaAllah.
Yang kita tahu, rayap ini serangga yang hidup berkoloni dan memiliki ekosistem sosial yang sangat kuat dan khas.

Masing-masing koloni terdiri dari rayap pekerja, prajurit dan swarmer atau rayap reproduksi.
Ia dikenal sangat gemar memakan selulosa yang biasanya didapatkan dari kayu dan produk-produk olahan kayu lainnya.
Sebab itulah ia dianggap hama yang merugikan. 

Siklus pun terjadi saat musim hujan tiba, di mana kondisi tanah semakin basah dan lembab.
Ini pertanda bagi sebagian koloni rayap untuk keluar sarang dan melakukan tugas penting yaitu mencari pasangan dan memasuki musim kawin pada koloni rayap melalui berubah wujud menjadi laron. 

Mengapa laron sangat suka dan terobsesi dengan cahaya lampu?
Menurut para ahli, laron akan segera mencari sumber cahaya setelah ia keluar sarangnya karena mereka membutuhkan suhu hangat yang dipancarkan oleh lampu. 
Mereka sangat peka terhadap cahaya. 
Selain itu, laron akan berkumpul di dekat cahaya lampu untuk berkumpul dan mencari pasangan sebelum fajar tiba.

Laron termasuk hewan dengan siklus hidup yang cukup tragis.
Inilah hewan yang hidup sangat kuat koloninya, sangat peka terhadap cahaya (pencari cahaya) meski ia sendiri paham akan sunnatullah pada dirinya, yakni hidup tragis yang begitu singkat.
Bahkan lantaran kelelahan mengitari cahaya yang ia sendiri mencarinya, lalu mati karenanya.
Sebagiannya menjadi santapan cicak, katak, tokek, burung, kelelawar bahkan mungkin ayam.
Pun ada orang yang memanfaatkan untuk mancing. 

Ternyata Allah juga menyebut laron dengan kata Al-Farasy satu kali dalam al-Qur'an surah al-Qฤri'ah ayat 4, untuk menggambarkan kelak manusia saat datang hari kiamat sama seperti laron yang terbang bertebaran dan sangat mudah terombang-ambing serta tidak punya tujuan. 

Sains membuktikan, laron adalah binatang malam yang beterbangan saling bertabrakan, tidak tahu kemana arah mau pergi.
Ketika api dinyalakan, laron akan saling bertabrakan dan menjatuhkan diri ke dalam api karena tidak mampu melihat dengan jelas.
Begitupun kondisi umat manusia saat hari kiamat tiba. 

Bagaimana dengan kita?
Jangan sampai kalah dengan laron yang berjibaku sangat peka mencari cahaya setelah hidup dikubang kegelapan.
Bagi seorang mukmin inilah momentum kesyahidan yang dicari dan dinantikan; meninggal dalam naungan cahaya Tuhan.
Semangat mencari cahaya (hidayah) adalah bagian dari cara kita menemukan hidup mulia atau syahid karena-Nya. 

Tetapi jangan pula seperti laron yang mencari cahaya hanya untuk kepentingan mencari jodohnya lalu kawin dan masuk lagi ke dalam lubang kegelapan untuk bertelur kembali.
Namun sebagiannya tak sanggup melanjutkan kehidupan.

Dalam dunia manusia ada pula tipe manusia yang mencari jodohnya di "area penuh cahaya" (majelis taklim, liqo, kajian, majelis hijrah).
Tetapi setelah dapat, mereka menjauhkan diri dari cahaya dan masuk lagi ke dalam dunia gelap gulita. Sungguh kasihan.

Jangan pula seperti laron yang terbang berhamburan tanpa arah tujuan begitu progresif mencari cahaya.
Tetapi begitu ada cahaya, tidak kuat menerima cahaya itu. Tragis pula hidupnya. 

Dan kita? 

Wallahu a'lam bish shawwab.


โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/584/15/02/2021
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz

๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ