Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Jaga Iman dan Imun Agar Aman

Jaga Iman dan Imun Agar Aman

  • 2021-03-09 13:23:58.998682
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

๐ŸกOase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 01 Maret 2021


Jaga Iman dan Imun Agar Aman
Oleh: @rochma_yulika


Iman adalah pondasi manusia ketika harus menjalani kehidupan .
Di dalamnya ada sabar dan syukur untuk mengelola perasaan.
Setiap peristiwa tak selalu sama, terkadang berjumpa kemanisan namun akan ada saatnya bersua dengan kepahitan. 

Bercermin dari Sahabat Rasulullah yang juga teman dekat dengan Ibnu Abbas. 
Beliau bernama Abu Qilabah. 
Beliau selalu bersyukur apapun yang dialami dan dirasakan. Kegetiran hidup tak membuatnya menyalahkan takdir atau terpuruk dalam kesedihan yang tak kunjung usai. Justru yang dilakukan adalah senantiasa bersyukur atas semua yang terjadi. Dari kisah Abu Qilabah ini kita bisa belajar bagaimana mensyukuri apa pun yang kita miliki dan tetap bersabar dengan apa yang menimpa kita.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab ats-Tsiqat, kisah ini diriwayatkan dari Abdullah bin Muhammad, ia mengatakan, Suatu hari, aku pernah berada di daerah perbatasan, wilayah Arish di negeri Mesir. Aku melihat sebuah kemah kecil, yang dari kemahnya menunjukkan bahwa pemiliknya adalah orang yang sangat miskin. Lalu aku pun mendatangi kemah yang berada di padang pasir tersebut untuk melihat apa yang ada di dalamnya.

Kemudian aku melihat seorang laki-laki. Namun keadaannya tak biasa. Kondisi laki-laki ini sedang berbaring dengan tangan dan kakinya buntung, telinganya sulit mendengar, matanya buta, dan tidak ada yang tersisa selain lisannya yang berbicara. Dia hanya tinggal bersama anak lelakinya, yang setiap hari mencarikan makan dan menyuapinya. Bahkan kadang hidupnya penuh kekurangan. Hal itu tetap membuatnya bersyukur.

Dan dari lisannya mengucapkan, “Ya Allah berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Dan Engkau sangat muliakan aku dari ciptaan-Mu yang lain.”

Keadaan seperti itu membuat rasa penasaran Abdullah bin Muhammad. Apa yang membuat lelaki tua renta itu selalu bersyukur. Lantas Abdullah bin Muhammad kembali bertanya, “ Bersyukur atas apa?”
“ Aku seorang yang sakit… semua orang meninggalkanku, dan kebanyakan keluargaku telah meninggal, ”jawabnya.

“ Namun kudengar kau mengulang-ulang perkataan: “ Segala puji bagi Allah yang melebihkanku di atas banyak manusia… Demi Allah, apa kelebihan yang diberikan-Nya kepadamu, sedangkan engkau buta, faqir, buntung kedua tangannya, dan sebatang kara?” ucap Abdullah bin Muhammad.

Lelaki tua itu menjawab,
“Engkau telah melihat sendiri betapa banyak cobaan Allah atasku, akan tetapi segala puji bagi Allah yang melebihkanku di atas banyak manusia. Bukankah Allah memberiku akal sehat, yang dengannya aku bisa memahami dan berfikir?”

“ Bukankah Allah memberiku pendengaran, yang dengannya aku bisa mendengar adzan, memahami ucapan, dan mengetahui apa yang terjadi di sekelilingku?”

“ Bukankah Allah memberiku lisan yang dengannya aku bisa berdzikir dan menjelaskan keinginanku?”

“ Bukankah Allah telah menjadikanku seorang muslim yang menyembah-Nya… mengharap pahala dari-Nya… dan bersabar atas musibahku?” Tanyanya.

Ia terus menyebut kenikmatan Allah atas dirinya satu-persatu. Dan aku semakin takjub dengan kekuatan iman yang dimilikinya. Tidak ada kekurangan dalam hidupnya yang membuatnya ingkar atas nikmat dan karunia yang telah didapatkan.

Sungguh menakjubkan sikap seorang muslim bila keimanan bersemayam kokoh dalam benak jiwa insan. Tiada akan pernah mengeluh walau raga berbasah peluh. Tak pernah sedikitpun merintih walau langkah sudah tertatih-tatih. Tak pernah menangis meskipun hati terasa seperti teriris-iris. Dan tak pernah merasa merana meskipun hidup nampak menderita. Syukur dan sabar selalu menghiasi suasana hatinya. Bijak dan selalu berhikmah atas semua yang terjadi adalah cara mengelola perasaannya. 

Iman selayaknya imun dalam kehidupan manusia yang menjaganya dari segala keburukan. Begitu juga imun dalam arti sebenarnya, itulah yang menjaga raga dari segala penyakit. 

Untuk menjaga iman kita butuh asupan ruhiyah dengan amaliyah yang berkualitas sementara imun perlu dijaga dengan kualitas asupan makanan sehingga kesehatan terjaga. Dengan menjaga iman dan imun niscaya hidup jadi aman sehingga aktivitas akan terus berjalan. 

Maka tetaplah semangat melintasi kehidupan, jangan pernah menyerah bila ada bertemu dengan ujian. Selama semua disandarkan pada Allah kebaikan akan didapatkan.


โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/588/01/03/2021
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz

๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ