Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Sebanyak apa kita Mengingat Kesalahannya?

Sebanyak apa kita Mengingat Kesalahannya?

  • 2021-03-12 11:29:33.989208
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

๐ŸกOase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 11 Maret 2021


Sebanyak apa kita Mengingat Kesalahannya?
Oleh: @umarabusalma75


Hidup kenyataannya begitu keras. 
Bahkan kadang terasa tak manusiwi. 
Tak berhati nurani. 
Tak berperasaan. Siapapun bisa mengalminya.  Tak terkecuali mereka yang dijuluki kaum sholih sekalipun. Hidup seolah pertarungan bebas. 

Kadang kita bersikap baik. Berbuat baik kepada orang lain. Tak sedikitpun direspon melegakan. Memang si kita tidak berharap. Tetapi umumnya merespon itu tanda menghargai. Minimal pengakuan ada orang lain yang eksis di samping kita. Apalagi orang itu nyata-nyata membantu kita. 

Beda ketika seseorang berbuat kesalahan, ia akan dikenang sepanjang masa. Bahkan ceritanya bisa berseri, bisa bersambung. Tak ada habisnya. Seperti pepatah mengatakan, "Kutu di tengah laut tampak, gajah dipelupuk mata tak tampak." Begitulah manusia pada umumnya. 

Teringat  kisah, seorang guru menulis di papan tulis secara berurutan 5×1=7; 5×2=10; 5×3=15; 5×4=20; 5×5=25.?; 5×6=30; 5×7=35; 5×8=40; 5×9=45; dan 5×10=50. Setelah selesai menulis dia balik melihat murid-muridnya. Tampak jelaslah wajah mereka mulai tertawa. Bahkan ada yang terbahak. 

Pak guru pun bertanya: "Mengapa kalian tertawa?" Serentak mereka semua menjawab:
"Yang nomor 1 salah Pakkkkk.....!" diikuti suara hiruk pikuk mereka tertawa bareng. 

Sejenak pak guru menatap murid nya satu persatu. Setiap tatapan mata membuat para murid merasa bersalah, pun penuh tanda tanya. Jangan-jangan pak Guru marah. Ternyata di luar dugaan pak Guru tersenyum lalu menjelaskan: 

"Saya memang sengaja menulis seperti itu agar kalian bisa belajar sesuatu dari ini. Saya ingin kalian tahu bagaimana dunia ini memperlakukan kita. Kalian kan sudah melihat bahwa saya juga menulis kan hal yang BENAR sebanyak 9 KALI. 
Tetapi tak ada satu pun dari kalian yang memberi SELAMAT. 
Kalian hanya lebih cenderung menertawakan saya hanya untuk satu KESALAHAN".

Hidup ini jarang sekali mengapresiasi hal-hal yang baik. Meskipun sudah kita lakukan ribuan sekalipun. Kita dalam hidup ini justru akan selalu mengkritisi kesalahan kita, bahkan sekecil apapun yang kita perbuat jika itu Kesalahan akan tampak dengan jelas dan tidak bisa dihapus begitu saja. Kejam memang... 

Kisah ini memberi pelajaran terbaik untuk kita semua; "Orang lebih dikenal dari satu kesalahan yang ia perbuat, dibandingkan dengan seribu kebaikan yang pernah ia lakukan." Di sinilah kadang banyak orang menyesal dan hilanglah keikhlasan dalam beramal. 

Jika kita tidak sedang disibukan dalam kebaikan, pasti kita sedang sibuk dalam keburukan.

Mungkin kitalah salah satu orangnya.


โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/590/11/03/2021
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz

๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ