Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Menunduklah Hatimu agar Dunia Mengikutimu

Menunduklah Hatimu agar Dunia Mengikutimu

  • 2021-03-30 14:28:22
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

?Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 29 Maret 2021


Menunduklah Hatimu agar Dunia Mengikutimu
@ umar_hidayat75


Tak ada sedikitpun kebaikan dari kesombongan. 
Pun tak ada yang bisa dibanggakan darinya. Kecuali sang empunya semakin jauh dari jalan-Nya. 
Sebaliknya, Ia semakin terdekap dalam pelukan hangat berkawan setan. Meski boleh jadi orang lain melihatnya bak fatamorgana disiang bolong. Ia bahkan semakin terjerumus ke dalam kubangan yang semakin menyesatkan. 

Sungguh dampak paling buruk atas sikap ini adalah semakin jauh dan tertutupnya pintu hidayah. Karenanya sikap sombong ini bisa terjadi pada siapapun tak terkecuali bagi mereka yang ahli lmu  maupun ahli ibadah. Orang biasa atau rakyat jelata. Penjabat yang berkuasa atau staf biasa saja. Semacam bahaya laten bagi kehidupan manusia. 

Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab al-Hikam menegaskan bahwa, "Maksiat yang melahirkan rasa hina pada dirimu hingga engkau menjadi butuh kepada Allah, itu lebih baik daripada taat yang menimbulkan perasaan mulia dan sombong atau membanggakan dirimu." Kadang ada yang suka tidak sengaja sesumbar dan sombong masih sering menghiasi diri seseorang yang 'merasa' sudah menjadi 'alim atau 'abid. Perasaan mulia, sombong, riya, dan  membanggakan dirinya (ujub). 

Karena hakikat sombong, sebagaimana ditegaskan imam al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya’ Ulumuddin, adalah menganggap remeh orang lain dan menilai dirinya lebih mulia. Padahal pada hakikatnya, segala kebesaran, keagungan dan kemuliaan hanya pantas dimiliki Allah Swt.  Nabi Muhammad saw menegaskan, “Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya ada bagian terkecil dari sombong” 
(HR. Muslim nomor 2749). 

Karenanya tawadhu itu tanda seorang 'alim sejati. Dalam kitab kecil Washiyyatul Mushthafa, Rasulullah Saw berkata kepada Ali bin Abi Thalib: “Wahai Ali, orang alim itu memiliki tiga tanda, yakni berkata benar, meninggalkan keharaman, dan bertawadhu’.”

Jadi orang yang 'alim maupun 'abid tidak patut dibanggakan dihadapan Allah jika tidak menghiasi dirinya dengan sikap tawadhu'. Firman Allah “dan rendahkanlah sayapmu (hatimu) kepada orang-orang yang mengikutimu…” 
(QS. Asy Syu’ara’ 215).


??•??•??•??•??•??
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/594/29/03/2021
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz

???????