Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Beginilah Seharusnya Ukhuwah

Beginilah Seharusnya Ukhuwah

  • 2020-08-25 13:20:03.510342
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Oleh: @umarhidayat75

Ukhuwah sesama Muslim adalah cermin iman kita. Bagaimana bentuk dan corak ukhuwah sesama kita begitulah kualitas iman kita. Mereka yang merasakan bagaimana tentang ukhuwah tidak lain mereka yang telah menjalaninya. Karena ia tidak sekedar teori belaka.

Hari-hari menggali parit dalam perang khandak di Madinah terus berlangsung dalam keadaan para sahabat kelaparan. Begitu juga Rasulullah. Kisah ini diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah Al-Anshori.

Jabir mendatangi Nabi dan berkata padanya, "Wahai Rasulullah, aku telah membuat makanan. Datanglah engkau bersama orang yang kau senangi." Tetiba Rasulullah memegang tangannya, dan mengumumkan dihadapan semua yang ada disana, "Jabir telah mengundang kalian untuk makan."

Waduh ternyata semua sahabat diajak oleh Rasulullah. Jabir terkejut dan merasa takut bukan kepalang, malu karena makanannya hanya sedikit. Saat itu Jabir al Anshori tidak punya apa-apa kecuali seekor domba ini dan segengam gandum. Lalu dibuatlah roti dan menyembelih domba separuh dimasak dan sisanya dipanggang.

Jabir kalut dan bingung apakah ini semua cukup untuk sebegitu banyak sahabat. "Duhai istriku, betapa malunya kita, Rasulullah mengundang semuanya." Jabir mengeluh. Istrinya bertanya, "Engkau yang mengajak mereka atau Rasulullah saw?" "Rasulullah yang mengajak mereka." jawabnya."(Tenanglah) pasti Rasulullah lebih tahu." jawab sang istri tanpa ada keraguan.

Kami pun memberitahu Rasulullah apa yang telah kami siapkan. Kemudian beliau menyuruh kami untuk menutupi pintu dengan tirai sehingga tidak ada yang bisa melihatnya, lalu beliau menciduk makanan tersebut dan membagikannya.

Subhanallah...
Roti dan daging terus dihidangkan dan keluarga Jabir tak mendapati adanya kekurangan sedikit pun. Hingga semua sahabat merasa kenyang padahal jumlah mereka lebih dari 1000 orang. Akhirnya Jabir merasa tenang dan makan bersama istrinya. Bahkan makanan itu masih tersisa untuk berhari-hari.

Diantara tanda ukhuwah itu ikhlas adanya ketersambungan jiwa atau batin. Ia akan mengerti apa yang dibutuhkan saudaranya dan ia sanggup membantunya meski dengan sekedar apa yang ada. Keikhlasan itulah yang mengundang keajaiban. Karena tanda kualitas tingkat ukhuwah tertinggi adalah Itsar (Mendahulukan orang lain daripada diri sendiri). Ini adalah tingkatan tertinggi dalam tingkatan ukhuwah Islamiyah, setelah 4 T (Ta’aruf, Tafahum, Fa’awun dan Takaful).

Kini zaman telah berubah dengan segala dinamikanya. Tetapi prinsip ukhuwah tetap sama. Kemampuan kita mengenali, memahami, saling membantu, saling menanggung, bahkan memberikan apa yang dibutuhkan saudara kita didahulukan ketimbang kita sendiri (padahal saat itu kita juga membutuhkannya); itulah ukhuwah. Dan...

Beginilah seharusnya ukhuwah? Bagaimana dengan Anda?

 

◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇

AIHQ - DK PSDM ODOJ

AIHQ/538/24/08/2020

oaseodoj@gmail.com

Fp : AIHQ Onedayonejuz

◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇