Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Mengapa Kita Harus Mengiringi Doa untuk Ananda?

Mengapa Kita Harus Mengiringi Doa untuk Ananda?

  • 2021-04-26 15:26:14.855752
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

๐ŸกOase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 26  April 2021


Mengapa Kita Harus Mengiringi Doa untuk Ananda?
Oleh: @rochma_yulika


Setiap pasangan tentu sangat mengharapkan hadirnya buah hati. Sebuah karunia besar ketika terlahir anak-anak kita. Walau prosesnya tak mudah tapi wajah surganya menyejukkan hati bagi orang tuanya. Sakitnya melahirkan pun tak terasa ketika melihat sang bayi di hadapannya. Terbayar semua lelah ketika hamil dan melahirkan .

Itulah perjuangan serta pengorbanan. Tapi ada yang luput dari diri kita. Ketika anak menumbuh dan berkembang, perjalanannya tak semulus yang dibayangkan. Ada ujian menguji kesabaran, ada rintangan untuk semakin meneguhkan iman.

Mengapa memberikan pengasuhan terbaik untuk anak kita?

1. Anak sebagai investasi akhirat.
Kebaikan yang kita wariskan akan menjadi jalan mendapatkan pahala jariyah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.”
(HR Muslim).

Ada kisah orang tua yang merasa amal tak seberapa namun Allah memberikan kemuliaan tiada terkira. Hal itu dikarenakan doa ampunan yang dipanjatkan oleh sang anak untuk bapak-ibunya.

Rasulullah SAW bersabda :
“Sesunguhnya Allah ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga. Kemudian dia akan berkata, ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.’”
(HR. Ahmad).

2. Anak sebagai pewaris kebaikan.
Peribahasa berkata, "Buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya." 
Maka dalam perbincangan tema pendidikan anak menjadi topik yang menarik. Karakter dan kepribadian seorang anak sangat bergantung pada orang tua dan lingkungan sekitarnya. Mengapa demikian? Karena seorang anak sejak dia lahir ketika mata mulai terbuka hingga terlelap lagi yang dilihat adalah orang tuanya. Terlebih seorang ibu. 

Jiwa-jiwa pejuang tidak akan hadir dengan sendirinya pada anak kita. Butuh diwariskan sejak dini. Kita melihat kebanyakan karakter anak tak jauh berbeda dengan orang tuanya. Sepak terjang dari para orang tua adalah model pertama yang tertangkap oleh pandangan mata mereka.

3. Anak sebagai amanah dari Allah. Sebagaimana Allah swt ingatkan, dalam QS. At-Tahrim:6, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …”

Menjaga anak sejak dini dalam banyak hal sehingga menjadi manusia yang berkepribadian sesuai dengan ajaran Islam. Mendidik anak tak hanya sukses di dunia tapi menjadikan mereka juga mulia di surga. Selain itu kita juga harus membimbing ketika harus menambah wawasan supaya generasi yang ada mampu menghadapi tantangan zaman. Kita tentu tidak ingin meninggalkan generasi di belakang kita lemah atau tidak memiliki kompetensi di dunia yang banyak tantangan. 

Jelas sekali Al Qur'an dalam
QS. an-Nisa ayat 9 menegaskan bahwa kita harus peduli pada generasi di belakang kita:, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”
Dengan begitu kita orangtua, wajib mendidik anak dengan sebaik-baiknya, dengan memperhatikan bakat dan minatnya, sehingga mereka bisa berkembang optimal.

4. Anak sebagai penyejuk jiwa orang tua. Anak merupakan titipan Allah swt paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik agar menjadi bagian dari penerus perjuangan untuk membangun kejayaan. Jika kita dapat menjaga, merawat dan mendidiknya dengan sebaik-baiknya maka anak tersebut akan menjadi penenang jiwa dan penyejuk hatinya. 

Dalam al-Quran Allah swt menjelaskan tentang keberadaan anak sebagai penyejuk hati sangat diharapkan hadirnya.
Dan orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan kami dan anak keturunan kami sebagai penenang hati.”
(Q.S. al-Furqon: 74)

Apa yang harus kita ajarkan kepada anak kita?

1. Ajak perbaiki hubungan dengan Allah. Membimbing ananda untuk menjadi generasi beriman suatu keharusan. Mengajari mereka untuk beribadah dengan benar juga menjadi tanggung jawab kita. Sedari kecil mereka sudah dipahamkan tentang bagaimana sebagai makhluk untuk menyembah kepada Sang Khaliq.  Semua itu untuk kita lakukan agar bisa mendapat keselamatan di dunia dan akhirat.

Selain itu, berkaitan dengan hal ini juga perlu diajarkan bahwa Allah lah pemilik segala urusan yang ada di dunia. Maka sebagai manusia wajib untuk bertawakal kepada Nya.

2. Ajak perbaiki hubungan dengan manusia. Bagaimanapun juga sebagai manusia tidak pernah bisa hidup tanpa orang lain. Jadi belajar terus menyelaraskan diri dengan orang di sekitar itu sudah semestinya. Kita perlu mengajarkan tentang akhlak dan seluk beluk perilaku manusia kepada anak kita supaya bisa menempatkan diri dimana ia berada. 

3. Ajarkan bagaimana menghadapi tantangan zaman.
Sebagai seorang muslim kita harus paham bahwa perubahan peradaban tidak semuanya harus kita ikuti karena banyak sekali hal yang bertentangan dengan nilai Islam sendiri. Untuk itu perlu dibekali mental yang kuat serta skill yang memadai untuk bisa berada di zaman yang penuh tantangan ini. Jiwa mereka harus kuat, semangat pun harus membaja. Jika tidak, sangat mungkin akan tergilas.


โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/602/26/04/2021
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz

๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ