Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Benarkah Kita Kembali Fitri?

Benarkah Kita Kembali Fitri?

  • 2021-05-17 09:38:01.152671
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

๐ŸกOase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Senin, 17 Mei 2021


Benarkah Kita Kembali Fitri?
@umar hidayat75


Saat lebaran tiba begitu sering setiap kita berucap: "taqabbalallahu minna wa minkum.” atau yang lebih lengkap; "taqabbalallahu  minna wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja'alanaallaahu wa iyyaakum minal 'aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu 'ammin wa antum bi khair". Mengapa? 

Bahkan ucapan ini tidak hanya untuk Idul Fitri saja. Akan tetapi berlaku juga untuk Hari Raya Qurban atau Idul Adha. Hal ini didasarkan pada riwayat dari Jubair bin Nafir, ia juga mengatakan, “Apabila sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum.”

Ibnu Hajar Al Asqalani, dalam kitab Fathul Baari, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari raya, mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya: "taqabbalallahu minna wa minka,”

Dari Syu’bah bin Al-Hajjaj, ia berkata, “Saya bertemu dengan Yunus bin Ubaid, dan saya sampaikan, ‘Taqabbalallahu minna wa minka.’
Kemudian ia menjawab dengan ucapan yang sama.” 
(HR Ad-Daruquthni dalam Ad Du’a). 
Ucapan syawalan yang original dari Nabi : taqaballahu minna wa minkum taqabal ya kariim. 

Dari Habib bin Umar Al Anshari, ayahnya bercerita kepadanya bahwa beliau bertemu dengan Watsilah radhiallahu ‘anhu ketika hari raya, maka ketika ia mengucapkan kepada Watsilah, “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum,” Watsilah menjawab, “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.”
(HR Ad-Daruquthni dalam Mu’jam Al Kabir) 

Kaidah gang simpel dalam menjawab jawablah yang sepadan atau lebih baik, QS An Nisa’ : 86. Kita tidak hendak mendebat atau memasalahkannya. Lebih penting lagi adalah kenapa para sahabat mengucapkan kalimat itu? 

Sungguh tak ada ucapan biasa yang lebih baik ketimbang bertemu dan bersapa saling mendoakan, dan kalimat-kalimat tersebut di atas sesungguhnya doa. Sebulan lamanya kita melakukan amaliyah ramadhan dengan seganap dinamikanya, sebagai wujud dari ikhtiar ibadah mendekatkan diri pada Allah untuk memperoleh kemuliaan bersebab diampuni segala dosa dan kesalahan kita. 

Tetapi adakah jaminan bagi kita amaliyah tersebut diterima Allah Swt? Atau dengan amaliyah ramadhan adakah kita bisa menjamin dosa kita diampuni Allah? 

Lha emang puasamu sempurna, sesuai syarat dan rukunnya, tak sekedar puasa fisik tetapi juga maknawiyah. Adakah bekasnya nanti setelah ramdhan? Begitupun dengan amaliyah di dalamnyà. Jarang yang sempurna, bahkan mungkin hanya Rasulullah yang sempurna. Adakah jaminan diterima-Nya? 

Tidak. Para sahabat tidak bisa menjaminnya, apalagi Kita. Nah, disinilah pentingnya puncak dari segala ikhtiar kita adalah doa. Karena sesungguhnya manusia lemah lagi terbatas. Bahkan tidak ada yang sempurna, kecuali Rasulullah Saw. 

Semua yang kita lakukan sudah berusaha semata - mata karena Allah Swt. Semoga dengan ucapan doa itu Allah turunkan rahmat, hidayah, dan ampunan kepada kita semua. Karena hanya dengan rahmat, hidayah dan ampunanNyalah kita kembali fitrah, meraih kemenangan, meraih ketaqwaan. 

Taqabbal yaa kariim...
Selamat hari raya iedul fitri 1442 H


โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/608/17/05/2021
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz

๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ