Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Menapaktilasi Jejak-jejak Ramadhan

Menapaktilasi Jejak-jejak Ramadhan

  • 2021-05-20 13:37:31.481712
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

๐ŸกOase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 20 Mei 2021


Menapaktilasi Jejak-jejak Ramadhan
Oleh: @rochma_yulika


Bulan Ramadhan telah berlalu kini berganti syawal dan tentu akan terus melaju waktu kehidupan ini. Banyak diantara kita menangisi perpisahan tetapi sejatinya diri kita masih bisa menapaktilasi jejak kebaikan yang sudah kita lakukan di bulan Ramadhan di sebelas bulan setelahnya.

Lantas bagaimana menjalani bulan usai Ramadhan? Kita ingat kembali amalan-amalan yang biasa kita lakukan di bulan Ramadhan.

1. Shaum.
Kita pun bisa menjalankan di luar bulan Ramadhan dengan puasa sunnah. Apalagi di bulan Syawal. Ada puasa 6 hari yang bisa kita lakukan secara berturut-turut. Lantas disambung dengan menqadha puasa yang kita tinggalkan karena udzur syar'i. Ringan bila kita lakukan untuk mencari ridla Allah dan melandasi dengan semangat Ramadhan yang sebulan penuh dengan gegap gempita kita beramal. 

2. Tilawah Al Qur'an. Seberapa kita berjuang memgkhatamkan bahkan berulang dan seolah tak merasa bosan dan lelah. Saat ini dan seterusnya kita pun harus berjuang mengalahkan kemalasan dan banyak alasan yang menjadi penghalang. Memaksakan diri dalam kebaikan jauh lebih baik dari pada menuruti hawa nafsu yang menjauhkan kita dari kebiasaan baik salah satunya tilawah. Selepas maghrib segerakan tilawah atau jelang maghrib bisa kita isi sembari menunggu adzan bisa juga kita mengisi dengan tilawah. Dini hari suasana semakin syahdu dengan tilawah. Maka sesungguhnya banyak kesempatan yang bisa kita lakukan.

3. Shalat Tahajud atau Qiyamullail.
Kita bisa mengisi malam dengan memerbanyak shalat dan taqarub ilallah. Bisa kita lakukan selepas Isya seperti shalat Tarawih atau menunggu setelah terbangun pada dini hari. Apalagi saat semua orang tertidur dan kita terjaga ketika itulah Allah menemui para hamba-Nya yang bersujud dengan tulus mengharap ridha dan kasih sayang serta ampunan dari-Nya.

4. Dzikrullah. Dengan mengingat Allah hati kita menjadi tenang. 
Di Bulan Ramadhan dzikrullah diperbanyak. Seharusnya hari yang kita lewati sama maka kebiasaan baik pun seharusnya bisa dilakukan kapan saja. Apalagi ringan lisan untuk dzikir bisa kapan saja dan di mana saja untuk kita lakukan. 

5. Berbagi dengan sesama. 
Baik bersedekah berupa uang atau makanan sebaiknya juga kita lakukan dalam sehari-hari. Banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Berbagi tak hanya membantu kebutuhan orang lain tapi bagaimana membuat hati mereka bahagia.

6. Memerbanyak ibadah sunnah. 
Seperti shalat sunnah rawatib, dhuha dan lain lain. Bukan hanya bulan Ramadhan saja kita harus semangat tapi keseharian kita harus kita pertahankan.

7. Berdakwah atau menyampaikan kebaikan. Ibda 'binafsih. setiap kebaikan bermula dari diri sendiri. sebagai insan beriman wajiblah kita mengajak manusia untuk menuju Allah dengan kesanggupan kita masing-masing. Tak selalu dakwah di mimbar tetapi ajakan menuju Allah juga termasuk dakwah. Dan bila setiap hari selain Ramadhan kita lakukan maka keberuntungan dan keberkahan akan kita dapati.

Kematian tak pernah tahu datangnya maka tugas kita ikhtiar menjemput jalan terbaik. Warnai hari dengan amal kebaikan niscaya suasana Ramadhan tak akan lepas dari ingatan.

Semoga senantiasa diberi kemudahan untuk melakukan amal kebaikan selayaknya bulan Ramadhan agar jalan keselematan kita dapatkan.


โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡•โ—‡โ—‡
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/609/20/05/2021
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz

๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ