Choose Your Color

Informasi

Kegiatan

Memaknai Cinta dan Kasih Sayang yang Tiada Batas

Memaknai Cinta dan Kasih Sayang yang Tiada Batas

  • 2021-08-02 09:09:57
  • Administrator
  • Kegiatan

Sebuah cinta yang hakiki tak akan pernah bertepuk sebelah tangan. Ialah cinta antara Rabb dan hamba-Nya. Selangkah saja kita mendekat, seribu langkah Allah mendekat pula kepada kita. Begitulah cinta yang murni. Cinta yang suci dan tidak pernah terkotori. Cinta yang dimiliki oleh Illahi Rabbi. Cinta yang selalu hadir untuk memberi dan terus memberi hingga teramat jauh tak terbanding untuk mensejajarkan cinta Allah dengan hamba-Nya.

Terkadang manusia menjadi lupa akan cinta dan kasih sayang yang melimpah ruah tak terbatas itu. Manusia terlalu sibuk dengan urusan dunia yang telah dijamin-Nya hingga tidak sempat mempersiapkan bekal akhirat yang sama sekali tiada jaminan kita akan selamat. Padahal, rahmat dan kasih sayang Allah teramat luas. Namun, kitalah yang seringkali lalai dalam bersyukur dan bersabar.

Di era pandemi sekarang ini, banyak orang yang meneteskan air mata lantaran kehidupan semakin sulit. Korban yang terus berjatuhan mengharuskan kita untuk tetap di rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. Bagi sebagian besar orang, hal ini tidaklah mudah. Roda perekonomian harus terus bergulir demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kesehatan mental dan fisik harus senantiasa dijaga agar tetap bisa beraktivitas dengan baik. Di sinilah keimanan dan kesabaran diuji.

Allah azza wa jalla tiada pernah membiarkan hamba-Nya kekurangan. Dia telah menjamin dan mencukupkan kebutuhan semua makhluk di muka bumi. Allah tiada pernah membebankan ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Sejatinya, Allah telah memilih kita untuk memikul ujian yang hanya bisa dipikul oleh kita. Kita adalah hamba pilihan. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Al Baqarah: 286).

Di momen Idul Adha ini, di mana berkurban adalah syariat yang dianjurkan, kita mendapat banyak pelajaran tentang sebuah pengorbanan. Berkurban pada hakikatnya adalah bentuk kecintaan dan rasa syukur kita kepada Allah karena telah diberikan rezeki yang berkecukupan. Bagi yang belum bisa berkurban, seyogiyanya kita tidak pernah putus harapan. Perbanyak doa dan ihtiar untuk bisa berkurban di tahun mendatang.

Selain itu, berkurban dapat menyucikan diri dan harta yang kita miliki. Kasih sayang dan kepedulian kepada sesama juga akan senantiasa terpelihara. Kecintaan kepada Rabb dan sesama pun akan terus terjaga. Semoga Allah senantiasa melimpahkan cinta dan kasih sayang kepada kita semua. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

 

Tentang penulis:

Nike Shinta adalah anggota grup ODOJ G1621. Aktivitasnya adalah sebagai penulis dan pendidik. Karyanya dimuat dalam beberapa buku antologi bersama. Salah satu buku yang disusun bersama anggota penulis ODOJ adalah Kutemukan Cinta-Mu yang diterbitkan oleh Republika. Untuk menjalin silaturrahim bisa menghubungi media sosial instagram @nikeshintanoviyanti.