Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Mengejar Kesalahan Orang Lain

Mengejar Kesalahan Orang Lain

  • 2021-08-23 15:24:31
  • Administrator
  • OSM / Oase Dakwah

Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Senin, 23 Agustus 2021

Mengejar Kesalahan Orang Lain

By @umarhidayat75

 

Ada pepatah yang populer mengatakan "kuman disebrang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak tampak".

Ups.... Ada benarnya. Tetapi tidak boleh menjadi alasan mewajarkannya untuk kemudian menjadi alasan bahwa layaknya kesalahan itu selalu ada pada orang lain. Kesalahan diri tidak terevaluasi.

Sekisah tentang "Gula Merah Sekilo" yang kudapatkan dari teman,(Sayangnya yang punya cerita lupa mencantumkan namanya. Kiranya ijinkan saya mengambil hikmahnya), membuat terperanjat hati untuk menuliskan tentang mahalnya kejujuran.

Apalagi jika dikaitkan dengan mengevaluasi diri sendiri. Begitu gampang mencari kesalahan orang lain, tetapi giliran kesalahan diri sering terlupakan. Kata yang sering kita jumpai "kamu si..." "Noh kowe tho...pelakunya" "gara-gara kamu sih" dan lain-lain.

Begini kisahnya. Seorang lelaki miskin menjual gula merah yang dibuat isterinya ke kota. Isterinya selalu membuat gula merah dengan bentuk bulat dan beratnya 1 kg. Dia selalu menjual gula merah itu ke salah satu toko dan membeli kebutuhan-kebutuhan harian mereka untuk sekadar makan.

Suatu ketika pemilik toko itu curiga dengan berat gula merah itu dan dia pun menimbangnya. Ternyata beratnya tidak sampai 1 Kg, hanya 900 Gram. Tangannya gemetar dan dadanya terasa seperti ingin meledak. “Jadi selama ini dia membohongiku. Berapa banyak kerugian yang aku alami. Penipu !” teriaknya dalam hati.

Hari itu lelaki miskin itu di datanginya dengan membawa gula merahnya. “Kamu telah menipu saya ! Kamu bilang gula merah ini 1 Kg ternyata hanya 900 Gram saja !” teriak penjual toko.

Lelaki miskin itu menundukkan kepalanya dan berkata : “ Kami orang miskin. Kami tidak punya timbangan di rumah. Kami membeli beras dari Toko Bapak seberat 1 Kg, dan itulah yang kami jadikan timbangan untuk menimbang gula merah”.

Tamparan begitu dahsyat bagi si pemilik toko. Semoga ia menyadari dan mengevaluasi menjadi lebih baik lagi. Begitulah yang sering juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mencari kesalahan orang lain itu betapa mudahnya tapi tidak bagi diri.

Bagusnya kita jangan mudah menuduh sumber kesalahan selalu pada orang lain. Mari sesering mungkin bercermin agar saat ada kekurangan diri bisa terlihat dengan baik. Iya kan....

Sikap evaluasi diri berarti menyadari bahwa mungkin kita tidak mampu mengontrol situasi di lingkungan sekitar, namun kita dapat perbaiki diri sendiri semaksinal mungkin.  Evaluasi perlu dilakukan guna untuk mengetahui bagaimana kita saat ini.

Tidakkah semua pengalaman kita, berhasil atau gagal, merupakan aset yang sangat berharga? Karena tidak sedikit kesuksesan diawali dengan kegagalan dan kesalahan. Karena sesungguhnya sukses itu akan diraih saat kita bisa menghabiskan jatah kegagalan dan kesalahan.

Asal... mau mengevaluasi diri.

 

????????????

 

AIHQ - DK PSDM ODOJ

AIHQ/625/23/08/2021

oaseodoj@gmail.com

Fp : AIHQ Onedayonejuz

???????