Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Siapapun Ketuanya, Ikhlaskan

Siapapun Ketuanya, Ikhlaskan

  • 2021-09-27 15:33:58
  • Administrator
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 23 September 2021

Siapapun Ketuanya, Ikhlaskan
Oleh Umar Hidayat

Siapa yang tak kenal Kholid bin Walid, sahabat Rasulullah bergelar syaifullah. Ialah panglima perang legendaris yang dihampir disetiap peperangan yang ia pimpin kemenangan berpihak  tangan kaum Muslimin. Terbangunlah image dikalangan kaum Muslimin kemenangan itu bersebab Khalid bin Walid panglimanya. 

Terciumlah gelagat publik image ini di telinga amirul Mukminin Umar Bin Khaththab. Bagi Umar kaum muslimin dalam keadaan bahaya jika image yang berkembang itu terus dipertahankan dan semakin berkembang. Bahkan akan merusak tataran aqidah; bahawa kemenangan itu dari Allah. Karunia Allah, bukan karena siapa-siapa. 

Karena itu Umar segera mengirim Abu Ubaidah Al-Jarrah untuk menggantikan posisi panglima perang Khalid bin Walid yang sedang berada di medan laga. Tentu kedatangan Abu Ubaidah Al-Jarrah dengan surat mandat dari khalifah mengagetkan Khalid bin Walid, meski ketaatan pada khalifah menjadi segalanya baginya. Maka iapun dengan ringan menyerahkan kendali panglima pada penerima mandat berikutnya, Abu Ubaidah Al-Jarrah. Dan peperangan pun tetap dimenangkan kaum Muslimin. 

Subhanallah.... pelajaran yang luar biasa bagi kita. Sesiapapun kita sesungguhnya jika merasa dari bangunan ummat atau jamaah atau komunitas tertentu. Jika prosedur pemilihan ketua sudah dilakukan sesuai aturannya dan secara syura, maka sebagai tentara akan selalu mengatakan sami'na wa atha'na pada ketetepan yang ada. 

Semua kita penting sebagai bagian dari bangunan itu. Semua kita punya peran, punya posisi dan saling bersinergi menjadi bangunnan ummat yang kukuh dan saling menopang. Tidak usah menjadi tentara yang kagetan, baperan. Bentar-bentar emosi. Waduh. Tidak harus semua kita jadi top leadernya. Tidak harus semua kita harus ditonjolkan atau menonjol. Coba lihatlah bagunan itu. Tidak semua batu bata di ruang tamu, atau di ruang makan, bahkan ada yang di toilet. Ada batu kali yang rela di dalam tanah. Ada besi yang dibalut semen, ada atap yang kepanasan dan kehujanan. Semua penting, semua berperan di bagian masing-masing. 

Apa yang akan terjadi bila masing-masing bagian pingin terlihat  pingin menonjol? 
Rusaklah bangunan. Tak akan indah bangunan itu dipandang. Cukuplah ketawadhuan atas kemampuan diri (baca; kepantasan) menjadi lapis-lapis keadaban untuk mengusung marwah cita-cita besar yang akan dicapai bersama. Cukuplah optimalisasi peran dan kontribusi di tugas kita masing-masing menjadi pilar kesuksesan bersama. 

Egoisme lokal maupun komunal jika terus digemborkan hanya akan menyisakan penyesalan, dan akibat dampak mudharat akan lebih besar ketimbang manfaatnya. Dalam tradisi Islam yang santun, karena mengerti tentang amanah dan tanggung jawab sebagai pemimpin yang begitu besar, tidaklah ada yang akan berebut kursi semata-mata kekuasaan. 

Kurang kemampuan apa Khalid bin Walid dibandingkan sahabat yang lain, toh ada pertimbangan keamanan ummat dan keselamatan aqidah ummat yang dikedepankan Umar bin Khaththab sehingga menggantikannya dengan Abu Ubaidah Al-Jarrah. Toh Khalid juga tidak mendendam. Dan Abu Ubaidah Al-Jarrah pun tidak bangga dengan amanah yabg diembannya. Bersebab mereka paham akan dien ini. 

Bagaimana dengan kita....? 

Saya mengucapkan selamat pada para kandidat calon ketua umum komunitas ODOJ, semoga Allah berkahi, lancar dan sukses mubes ke 2 serta tercapai cita-cita ODOJ.


•••••
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/631/23/09/2021
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz