Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Beratkah Menguncapkan Terima Kasih?

Beratkah Menguncapkan Terima Kasih?

  • 2021-10-04 09:26:07
  • Administrator
  • OSM / Oase Dakwah

Materi Tayang AIHQ
DK PSDM ODOJ

Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 30 September 2021


Beratkah Menguncapkan Terima Kasih?
Oleh: @umarhidayat75


Sudah sunatullah manusia tidak ada yang sempurna. Manusia penuh kelemahan dan kekurangan. Bahkan tidak ada yang sempurna diantara kita. Meski status manusia sebagai makhluk paling sempurna diantara makhluk lainnya sekalipun, ia bukanlah yang paling sempurna. 

Fakta, betapa manusia banyak yang limbung, sedih, kalut, stress bahkan tidak sedikit yang meninggal saat berhadapan dengan makhluk Allah yang  bernama virus covid 19, misalnya. Bahkan dampaknya tidak hanya masalah kesehatan dan jiwa, tetapi berbagai aspek kehidupan terkena efek dominonya. Memberat dan berlangsung cukup lama. Ini di satu sisi membuktikan kekuasaan Allah, di sisi lain kelemahan manusia sekaligus ujian baginya. 

Begitupun dalam kehidupannya. Manusia bisa hidup layak dengan sandang papan dan pangan, sungguh semua itu ada karena karunia Allah dan berkat jasa orang lain. Tanpa itu manusia nestapa tidak akan hidup layak. Bagaimana mungkin saat kita mau makan sarapan harus menanam padi terlebih dahulu. Bagaimana mungkin kita mau ganti baju harus memintal benang terlebih dahulu. Kebayang begitu susah jika dalam kehidupan ini harus kita sendiri yang melakukannya. 

Begitupun dengan kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya. Banyak hal yang menjadikan kita tergantung pada pihak lain dan atas nama jasa orang lain. Kita hidup menjadi layak dan enak bersebab banyak jasa pihak lain yang terlibat dalam urusan kehidupan kita. Inilah makna manusia sebagai makhluk sosial yang di dalam al Quran banyak sekali Allah menggunakan terminologi an-nas (ada hampir 169 ayat) untuk menyebut manusia sebagai makhluk sosial. Makhluk yang membutuhkan dan tergantung pada orang lain. Misalnya disebutkan dalam Qs. An Nisa ayat 1 yang menunjukkan kontalnya relasi sosial antar manusia, bermuamalah sesamanya. Qs. Al Baqarah ayat 21 menunjukkan perintah Allah agar manusia membangun relasi dengan Allah (perintah ibadah). 

Nah, karena itulah adalah sebentuk kesombongan dalam diri manusia, bila terbersit kesadaran bahwa kita bisa hidup tanpa jasa orang lain. Kita bisa hidup tanpa membutuhkan jasa orang lain. Dan kesombongan ini akan mengarah pada keangkuhan dan tidak ada manfaatnya sedikitpun bagi diri yang bersangkutan dan orang lain. Bahkan akan menyusahkan diri dan orang lain. Nabi bersabda; "Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91) 

Sebentuk formulasi prilaku yang mulia bahwa kita ada karena banyak jasa dari orang lain adalah membiasakan diri berucap terima kasih kepada orang lain. Yang kutahu, bagi orang yang berterima kasih, ucapan “terima kasih” itu; pertama, menunjukkan kerendahan hati, manifestasi rasa syukur kepada Allah, dan bentuk penghargaan kepada orang yang diterimakasihkan. Selain itu membiasakan diri untuk mengapresiasi juga bertujuan untuk membangun keharmonisan yang lebih baik dari sebelumnya. 

Kedua, Sungguh saat orang lain membantumu, kita yakin ada banyak pengorbanan yang dilakukan untukmu, seperti waktu, tenaga, ataupun pikiran. Salah satu cara termudah menghargainya adalah memberikan apresiasi atas apa yang mereka lakukan. Meskipun mereka tidak memintanya. Bahkan berharap pun tidak. Tetapi efeknya justru kembali pada kita sendiri. 

Ketiga, membuat orang lain menjadi tidak segan untuk menolong lagi di kemudian hari. Setiap kita tidak ada yang bisa menjamin hidup kita dalam keadaan baik terus. Layaknya, hidup bagaikan roda yang berputar, tidak bisa selamanya kamu berada diatas, sehingga pasti pernah merasakan masa terburuk dalam hidupnya. Nah, saat kita di bawah atau terpuruk, mengalami kesulitan inilah pasti bantuan dari orang lain. 

Keempat, disamping itu semua bahwa sikap apresiatif membuat orang lain memiliki kesan yang baik terhadapmu. Hal ini penting. Berbuat kesholihan, berbuat baik dan menjaga image dengan baik di depan orang lain sangat dibutuhkan dalam lingkungan sosial agar kamu lebih mudah beradaptasi dengannya. Salah satunya adalah mengucapkan terima kasih menandai seseorang selalu memiliki sikap rendah hati dan apresiatif terhadap orang lain. 

Apa beratnya si mengucapkan terima kasih kepada orang lain? Apalagi kepada mereka yang jelas-jelas berjasa kepada kita. Sungguh tidak ada ruginya jika kita membiasakannya. Mentradisikan memgucapkan terima kasih kepada orang lain sejak masih kecil, merupakan tradisi yang mulia yang akan menjaga generasi mendatang dari akhlakul karimah. 

Wallahu'alam bishowab.

---------------------------------
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/633/30/09/2021
oaseodoj@gmail.com
Fp : AIHQ Onedayonejuz