Choose Your Color

Informasi

OSM / Oase Dakwah

Saat Yunus Menghadapi Gelap

Saat Yunus Menghadapi Gelap

  • 2020-09-14 14:32:03.050981
  • kepenulisan
  • OSM / Oase Dakwah

Oleh: @umarhidayat75

 

Kenalilah Allah di waktu senang, niscaya Dia mengenalmu di waktu kesempitan. Jangan terlena...

Apa yang salah dari Yunus sang Nabi hingga Ia harus melemparkan dirinya ke lautan? Jangan-jangan bukan kesalahan. Tetapi itulah jalan kenabian yang harus dilakukannya. Adakah mungkin sang Nabi melakukan kesalahan? Atau itulah jalan strategis (titah Ilahi) yang harus ditempuhnya. Wallahua'lam bishawab.

Singkat cerita Nabi Yunus menyeru kaumnya untuk menyembah kepada Allah SWT namun ditolak. Yunus pun meninggalkan mereka dalam keadaan marah. Dia lantas mengancam kepada mereka akan datang azab dari Allah dalam waktu tiga hari dari sejak kepergiannya. (QS Yunus:98).

Kepergiannya hingga menumpang kapal laut. Di tengah perjalanan, gelombang ombak dahsyat membesar menyapu kapal. Nahkoda pun mengundi seluruh penumpang untuk mengurangi muatannya. Barang siapa namanya keluar, akan dilempar ke tengah laut. Undian tiga kali dilakukan, dan tetap Nama Nabi Yunus keluar. Terlemparlah dia.

Qodarullah ikan paus menelannya. Di dalam perut Paus, Yunus mendapati tiga kegelapan. Gelap di dalam perut ikan, gelap di dasar lautan, dan kegelapan malam. Yunus bertaubat kepada Allah lalu berdoa; "Laa ilaha Illa Anta, Subhanaka Inni kuntu min al-zhalimin," (QS al-Anbiya: 87). Paus itu lantas memuntahkannya ke daratan.

Diantara yang kita pahami, pertama, bahwa Yunus termasuk orang yang senantiasa bertasbih dan memohon ampun kepada Allah. Hingga keluar dari tiga kegelapan jika tidak niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (QS Alshaafat; 143 - 144).

Yakni, Yunus adalah orang yang memperbanyak shalat di waktu senang maka Allah menyelamatkannya di waktu kesusahan (Dr Afis Abdullah).

Kedua, kembali kepada Allah dan memohon ampun atas segala kesalahannya sehingga Allah melapangkan kesempitan menjadi keluasan. Nabi Yunus telah melakukannya dengan meratapi segala kesalahannya dan memohon ampun kepada-Nya.

Ketiga, hendaknya sabar terhadap ketetapan Tuhanmu dan dengan segala ujian dan cobaan. Sebab, di balik kesulitan, pasti ada kemudahan (QS. Al-Insyirah ayat 1-9).

Keempat, bagaimanapun Nabi Yunus tetaplah manusia yang memiliki jiwa dan emosi, maka sesungguhnya ketiga hal tersebut di atas merupakan setting mental saat menghadapi situasi dan kondisi yang tidak diharapkan. Dan Yunus berhasil melewatinya.

Dalam kehidupan tidak selalu kita berada di atas. Seperti roda berputar. Ada saatnya nanti berada di bawah. Tak selama bahagia berpihak pada kita. Tidak mesti kemudahan terus memanjakan kita. Pun tidak setiap harapan berlabuh menjadi kenyataan. Di saat seperti inilah mestinya kita 'laksana Yunus' yang menghadapi kegelapan. Dan Yunus berhasil melewati itu semua.

Bagaimana dengan kita?

 

◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇

AIHQ - DK PSDM ODOJ

AIHQ/543/14/09/2020

oaseodoj@gmail.com

Fp : AIHQ Onedayonejuz

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸